Thursday, January 31, 2019

Pergi

...

Hari ini kudengar kabar tentangmu.
Esok adalah hari terakhirmu disini.
Walaupun aku tau, kamu telah bersamanya, nyatanya tak membuatku ingin menjauh.
Aku hanya ingin kita mengenal lebih jauh.
Tak terbatas tempat dan waktu.

Mengenalmu bukan berarti ingin memilikimu.
Belasan kisah membuatku belajar tentang pertemuan dan waktu.
Yang kemudian membuatku sadar semua kemungkinan untuk setiap kesempatan kisah yang baru.
Nyatanya kisah yang aku kira selesai setelah perpisahan tanpa sayonara justru kembali dipertemukan dengan cara yang tidak biasa di sebuah pelosok desa.
Lantas pertemuan kita setiap pagi hingga hari ini hanya sebataas ini.
Ternyata semua tokoh punya cerita yang beda.

Dan aku tak ingin menebak-nebak pertemuan kita selanjutnya.
Yang aku tau, kamu akan pergi.
Esok tak lagi kulihat kamu setiap pagi.
Tak ada lagi.

Tapi bukan kah sebuah pertemuan selalu mempunyai arti?
Berpisah itu hanya soal lokasi.
Aku disana. Kamu disini .
Kita masih bertukar udara yang sama, bedanya kalau dulu kamu dekat sekarang kamu tak bisa kulihat.

Semoga esok harimu menyenangkan.
Bahagia dengan semua langkah yang kamu ambil kelak.
Doaku menyertaimu melangkah menuju masa depan yang semua orang nantikan.
Baik-baik disana.
Dimanapun kamu akan menetap nantinya.

Monday, January 21, 2019

Kagum.

Entah udara yang terlalu sejuk atau hati yang telampau luruh , hingga membuatku merasa terlalu mengagumi mu saat ini.
Tapi tidak, setiap gambar, cerita dan perbincangan singkat dengamu selalu membuatku kagum. 
Bukan tanpa alasan, atau sekedar hati yang bicara.
Semua orang jelas mengakuinya .
Jadi rasanya salah besar jika apa yang aku bilang terasa berlebihan.
Karena memang. Kamu terlalu mengagumkan.
Tapi tidak sampai disitu.

Ceritamu kerap membuatku berpikir tentang hidup.
Tentang bagaimana menyikapi kehidupan yang terus berlanjut.
Atau sekedar mensyukuri nikmat Tuhan yang tak pernah redup.
Mengambil sebuah resiko tinggi  dalam hidup.
Melangkah kecil kedepan dengan berani tanpa takut.
Kamu lagi-lagi kembali membuatku tertegun.

Kita saling mendoakan satu sama lain dalam setiap kesempatan.
Saling memberikan harap untuk sebuah masa depan yang kita inginkan.
Berterimakasih satu sama lain untuk sebuah apresiasi.
Saling memberikan semangat agar dapat terus mengisnpirasi.

Aku selalu menunggu karya-karyamu tanpa jenuh.
Karena selalu ada hal baru yang dapat aku pelajari darimu.

Terima kasih untuk perjumpaan yang ternyata memberikan ruang untuk selalu percaya kalau ternyata banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia untuk menjadi lebih bermakna.
Aku belajar banyak darimu dari perjumpaan pertama kita kala itu.

Saturday, January 5, 2019

Pengalaman Berharga di Cijantur

Ternyata ini rasanya menemukan apa yang dicari.
Bahagia ketika ada sesuatu hal berguna yang bisa kita lakukan untuk orang lain.

Setelah menemukan kebahagian dalam perjalanan 1000 Guru, sepertinya semesta tak ingin saya berhenti disitu. Tuhan membuka banyak pintu, menciptakan pintu-pintu baru yang menuntun saya dengan pertemuan-pertemuan manis lain nya.

Kali ini besama @indonesiancareproject & @berbuatbaik.id saya kembali di pertemukan dengan serangkaian kebaikan lain nya. Kampung Cijantur , Bogor, menjadi tempat yang kerap akan kami datangi sebulan sekali selama 6 bulan ini.

Berada di pedalaman ternyata cukup menyenangkan, tidak ada sinyal yang mengganggu mu dengan segala macam kesibukan sendiri-sendiri. Tidak ada yang namanya bolak-balik liat instastory . Kita bisa fokus dengan sekitar, mengamati adik-adik yang bermain tanpa beban, melihat kegiatan warga tanpa internet atau TV ternyata cukup menarik.

Yang membuat bahagia, sambutan mereka yang begitu hangat. Adik-adik disana selalu mengikuti kemana kita berada, mungkin bagi mereka, kami semua orang asing yang bisa jadi tontonan menarik, maklum saja akses untuk masuk ke kampung Cijantur cukup sulit dan butuh supir dengan skill khusus untuk mengendarai truck dan mobil pick up atau kalau nekat mungkin kalian bisa jalan kaki (tapi tidak disarankan).

Kembali kesana lagi rasanya kebahagian tersendiri, disana saya merasa menjadi pribadi yang berguna, dibutuhkan dan di apresiasi. Terkadang hal kecil yang kita lakukan bisa menjadi hal berharga buat orang lain. Saya telah melihatnya sendiri.

Kunjungan kedua kami kesana ternyata sudah ada kemajuan, sekolah yang atap nya rusak kini sudah lebih baik. Semua ini berkat kalian semua, dengan donasi kalian , kita bisa membantu adik-adik disini untuk mempunyai sekolah yang lebih baik. Yang menarik, kita disuguhi duren yang di petik langsung, ahhh betapa senangnya hari itu. Bertemu warga dan adik-adik yang kerap menyambut kedatangan kami membuat saya merasa, saya memilih hidup dijalan ini.

Maasih ada 6 bulan perjalanan yang akan menanti, tak sabar ingin kembali .

Counter