apa yang terjadi diantara kita memang tidak ada yang tahu.
seketika seorang kawan ingin mempertemukan kita dalam sebuah diskusi tatap muka jarak jauh.
aku kaget seketika saat namamu disebut.
usahaku selama ini adalah menghindari mu,
bukan karena aku membencimu,
namun berusaha agar aku tidak lagi jatuh cinta.
hati kecil ku bilang,
aku belum siap untuk saat ini.
belakangan aku tahu,
jika saja aku muncul malam itu, jelas kita harus saling sapa.
aku yang harus berpura-pura biasa saja,
karena kamu memang jelas tidak ada apa-apa.
mungkin kamu bisa dengan santai menyapaku tanpa beban.
tapi aku? tidak, hatiku belum cukup waktu untuk bisa menerima.
aku menyadari diri ini masih berproses
untuk sembuh dari luka luka yang kubuat sendiri.
jangan minta aku untuk biasa-biasa saja.
karena jelas perasaanku tak pernah biasa kepadamu sejak hari pertama kita bertemu.