Monday, July 29, 2019

From Yesterday

Rasanya hari kemarin tak ingin aku akhiri,
Betapa bahagianya aku menghabiskan waktuku denganmu, setengah hari .

Aku ingin cukup percaya diri, kalau lagu itu kamu sengaja bagi untuk ku.
Tak apa jika bukan, aku sudah cukup bahagia hari itu bersama-mu.
Selalu ada hal yang bisa aku pelajari, 
Selalu ada cerita yang bisa kita bagi, 
Dan selalu ada tawa mewarnai.

Aku terlalu nyaman berada di-dekatmu.
Berdiskusi hal-hal kecil denganmu menjadi terlalu menyenangkan.
Tertawa bersamamu membuat aku tetap menjadi aku.
Dan hari itu, aku banyak sekali berada disampingmu.
Rasanya tak ingin hari berlalu,
ingin ku menetap utuh, tanpa perlu pergi menjauh.

Sepertinya semesta sedang kasmaran, 
mempertemukan aku denganmu lagi di waktu yang sangat tepat.




So, is it me who bring's you a little joy?


Thursday, July 4, 2019

Semoga lekas

Hahahaa. Aku ingin tertawa setiap kamu mulai menyapa, entah untuk apa.
Semua pembicaraanmu bercandaan saja, tapi ke arah sana.
Kamu membuatku kian berharap.
Tapi nyalimu belum juga nampak.
Lama-lama aku lelah juga.

Kamu bicara soal mendoakan.
Dalam diam, aku rasa kita sudah saling mendoakan.
Berharap segera dipertemukan dengan tujuan yang jelas, dalam waktu yang tepat.
Jika harapku dan harapmu kian sama,
kenapa kita tak kunjung berdua saja?
Saling mengikat dalam sebuah doa.

Doa dan harapku untuk kaku disana,
Semoga lekas. Amiin.

Tuesday, July 2, 2019

lagu favoritku?

Ini bukan kali pertama, kamu  seakan menyiratkan sesuatu entah pada siapa.
Sebelumnya kamu membacakan penggalan puisi dari buku favorit ku kala itu.
Aku ingin bilang rasanya "itu buat aku ya?"
Tapi tidak, rasanya terlalu percaya diri jika aku merasa semua hal tentang aku, 
yang aku tau, kemu memang begitu.
Entah denganku atau yang lain.

Lalu kali ini diambil dari sebuah lagu favorit ku.
Tentang  sebuah keinginan memulai dengan seseorang yang baru. 
Apakah itu aku? batinku.
Tidak, pikiran-ku hanya bercanda, hatiku yang berharap. 
Aku diam, menahan rasa, bermain logika.
Lagi-lagi kamu begitu, mungkin saja bukan hanya aku yang merasa.
Mungkin dia juga atau dirinya, mana aku tau berapa banyak hati yang kamu buat menunggu bahkan pilu.

Tapi aku percaya pertemuan dengan mu punya makna lebih dari sekadar itu.
Ada sebuah frekuensi yang sama menarikmu di lingkaran kehidupan ku.
Aku bahkan tak menyangka bisa mengenalmu sejauh ini,
semoga seterusnya yaa, sampai nanti. Amiin.

Monday, July 1, 2019

Becanda?

Semua bercandaanmu ku amin-kan, siapa tau kelak semua itu jadi nyata.

......
Kamu senang sekali memancing pembicaraan kita ke arah sana.
Dalam benak aku berkata, 
kenapa tak kamu utarakan saja rasa, toh yang aku rasa juga sama.
Kamu tidak bodoh untuk tidak melihatnya.
Atau ini hanya perasaanku saja? yang seolah kamu membawa kita pada suatu suasana.
Atau mungkin lagi ini hobi-mu? membuat rasa yang tadinya sudah hilang, 
menjadikanya harap yang tak kunjung sudah. Ahhh, segeralah jika memang sudah.
Jangan terlalu banyak bercanda. 
Nanti saja kalau kita sudah berdua~







Counter