Hahahaa. Aku ingin tertawa setiap kamu mulai menyapa, entah untuk apa.
Semua pembicaraanmu bercandaan saja, tapi ke arah sana.
Kamu membuatku kian berharap.
Tapi nyalimu belum juga nampak.
Lama-lama aku lelah juga.
Kamu bicara soal mendoakan.
Dalam diam, aku rasa kita sudah saling mendoakan.
Berharap segera dipertemukan dengan tujuan yang jelas, dalam waktu yang tepat.
Jika harapku dan harapmu kian sama,
kenapa kita tak kunjung berdua saja?
Saling mengikat dalam sebuah doa.
Doa dan harapku untuk kaku disana,
Semoga lekas. Amiin.
No comments:
Post a Comment