Ada sebuah kerinduan yang tidak bisa dijelaskan,
rasanya hanya ingin pergi dari rutinitas senin jumat lalu lupa sejenak.
Lalu sebuah ajakan dadakan yang tanpa rencana terdengar cukup menarik, jawabanku singkat. Iya.
Dulu sempat bergumam sendiri, jika pandemi selesai ingin kembali lagi kesana,
sebuah kota yang katanya penuh dengan kerinduan.
Lalu aku kembali mengingat banyak kenangan yang sempat tercipta.
Iyaa, kota ini selalu punya cerita.
Tidak punya rencana apapun, hanya ingin terbang setelah sekian lama bertahan dalam sebuah keharusan berdiam.
Untuk waktu yang singkat, di sinilah aku sekarang menghabiskan hari terakhir ku berada.
Kota yang katanya punya mantra istimewa untuk membawamu kembali kesana.
Sepertinya mantra itu bekerja.
Tidak punya banyak rencana, hanya berusaha menikmati hidup sekarang.
Menghirup udara selain Jakarta dan sekitarnya, bukankah harap itu tak ketinggian?
Pengalaman membuatku belajar, untuk menaruh harapan pada ekspektasi terendah.
Namun tetap saja ada ekspektasi yang terkadang tidak bisa terelakkan,
tapi setidaknya memiliki kesadaran untuk bisa menahan ekspektasi rasanya membuatku cukup waras.
Namanya muncul pertama kali dalam ingatan saat aku mendarat.
Ada keraguan apakah harus menghubungi nya atau tidak.
Berfikir cukup lama untuk sekedar mengabari kalau aku ada disini.
Berharap kamu ingin sekedar menemui.
Ditengah kesibukanmu ternyata kamu meluangkan waktu untuk menemuiku, terimakasih untuk itu.
Kita tidak selalu bicara, hanya sesekali menyapa kemudian hilang.
Entah mengapa, beberapa kali aku kembali kesini, namamu jadi yang selalu aku ingat.
Lagi lagi aku berbicara pada diriku sendiri untuk menghilangkan eskpektasi.
Kita punya kehidupan masing-masing.
Besok aku akan kembali ke kota ku dan kamu tetap disini seperti sebelumnya.
Seketika ada sedikit harap yang aku tidak tahu itu apa.
Lalu aku menyadarkan diriku sejenak.
If there's nothing you need to worry about.
Oh, lalu aku sedikit berandai,
Jika saja aku punya kesempatan untuk bisa menetap.
Beberapa harap muncul, lalu aku kembali mengingatkan aku.
Hiduplah untuk hari ini, tanpa perlu terlalu banyak ekpektasi.
Dan hingga sore ini, kamu yang aku kira akan hadir untuk sekedar mengisi hari-hari terakhirku ada di kotamu ternyata tak lagi ada kabar.
Lalu aku menyimpulkan, kamu sibuk dengan kehidupan mu dan esok pun aku akan kembali ke kota ku.
Kita akan mejalani hidup masing-masing yang tak pernah kita tahu.
Ada sedikit harapku untukmu yang akan kusisipkan lewat frekuensi ini.
Semoga semua makhluk berbahagia. Termasuk kamu.
Sampai jumpa lagi nanti, entah perlu atau tidak mengabarimu lagi jika nanti aku kembali.
Sampai bertemu lagi lain kali. Mungkin :)