Wednesday, May 13, 2020

Sampai kapan?

Langit merah jambu, tersenyum sedikit sendu.
Entah ragu atau ingin tahu.
Hatiku masih padamu.
Sebuah abu-abu yang terkadang terlalu kelabu, biru atau ungu.
Yang ku nanti setiap saat menyapa hari.
Dengan warna-warni cahayamu sendiri.
Sering kali kau buat bahagia. 
Namun tak dipungkiri, rasa yang berbeda kadang membuat hati merana.
Berkali ingin hilang, namun tertahan ombak yang membawa kembali pulang.
Berkali ingin pergi, namun tak pernah ingin sepi.
Rasanya ingin ku bilang , hati ini lelah.
Namun semua sirna sesaat.
Harapan tetap menjadi doa.
Dan sebuah tanya. 
Sampai kapan?

Semoga semua makhluk berbahagia.


Betapapun

Betapapun ku meminta jika memang bukan jalan-Nya, ya bukan.
Betapapun ku hilang, jika memang itu adanya, ya ada.
Betapapun ku ingin jika memang bukan, ya tidak
Betapapun menghindar, jika memang takdirnya, ya pasti.

Saturday, May 9, 2020

Luluh

Now Playing: Luluh - Maliq & d'essentials

"Haruskah aku pergi, salahkah bila ku disini tak peduli keadaannya"
"Katakan berapa dalam kau ingin aku masuk di kehidupanmu, katakan berapa jauh kau ingin aku ada dihari-harimu. Bagaimana pantasnya?"

Berkali- kali aku ingin pergi, namun tak kunjung jua.
Terkadang merasa ada yang salah dengan semua ini.
Setiap hari ada saja hal yang kita bicarakan.
Semakin lama aku merasa banyak sekali persaaman.
Entah kabar baik atau bukan, tapi itu semua membuatku nyaman.
Dan semua kenyamanan ini membuatku tidak aman.
Aku takut jatuh sendirian.
Sejenak aku katakan "Aku harus tau diri".

"Setiap kau tersenyum, membuatku melupakan dunia nyata tetap disini"

Bersama mu terlalu menyenangkan.
Membuat aku lupa kalau semua ini mungkin tak selamanya.
Entah kapan akan terjadi, dunia yang nyata harus dihadapi.
Sudah cukup kuatkah saat hal itu terjadi?
Lagi-lagi seakan aku tak peduli.
Aku kembali lagi.

"Tak pernah semudah itu aku mengerti apa yang kita jalani. Meski akhirnya semudah itu hatiku luluh kembali kepelukanmu"

Setiap usahaku ingin pergi. 
Ada saja hal yang membuatku luluh kembali.
Seperti harus berpikir seribu kali untuk benar-benar pergi.
Entahlah, apa itu keputusan terbaik?
Yang aku tahu, aku tidak baik-baik saja disini.
Ada hati yang mungkin saja tersakiti tanpa pernah kamu sadari.

"Apalah yang diharapkan, bila tak ada tujuan. Mungkin hanya kesenangan yang membuat kita terus bertahan"


Monday, May 4, 2020

Sebuah risiko bertahan

Tidak sedang baik-baik saja. Tidak
.....
Sampai kapan kamu sadar, kalau terkadang kamu menyakiti perasaan.
Seperti sore itu, seperti biasa kamu akan bercerita soal apa saja.
Aku senang mendengarnya. 
Kalau boleh, aku ingin mendengar kamu seharian bercerita .
Tentu aku tak akan merasa bosan.
Lalu seketika, cerita darimu membuatku berhenti sejenak.
Raut muka ku mendadak berubah.
Jantungku berdetak tidak normal.
Tubuhku lemas seketika.
Lagi-lagi kamu membuatku hancur seketika.
Kamu hanya membuat sebuah pernyataan klarifikasi.
Seolah tak ada yang perlu dirahasiakan.
Sejujurnya aku tak butuh klarifikasi apapun antara kamu dan dirinya.
Kendatipun memang ada yang terjalin antara kalian, tidak ada yang salah.
Aku yang memilih bertahan disini.
Aku paham resiko yang kuhadapai.
Hanya saja aku tak bisa menghindari kalau rasa sakit ini kerap saja terjadi.
Tak  akan aku pungkiri. Ternyata rasa itu perih.

Counter