Tuesday, December 28, 2021

Sebuah alasan baru

Ada sebuah alasan baru untuk terbangun esok hari.
Sederhana hanya sekedar untuk menanti.
Menghafal setiap gerak langkah menuju kemana,
memperhatikan sudut sempit tepat disana berada.
Terlihat. Yaa. Kamu ada.

Senja menjadi sebuah cerita pendek yang berbeda.
Kadang sekedar dialog singkat, 
sedikit tawa canda dalam cerita, 
atau sekedar mengalun nada bersama.
tak jarang juga dalam diam merasa.
Sebuah ajakan yang akan hampir selalu "iya".
Menjadi alasan menunggu matahari terbenam.

Lalu rasanya semakin hari semakin menanti.
Mencoba mempertanyakan logika yang kerap kali tertimpa oleh rasa.
Menikmati rasanya tidak salah.
Sudah lama, rasanya kali ini cukup menyenangkan.

Hanya satu harap tersisa.
Semoga rasa ini tidak lagi sendirian.

Tuesday, December 14, 2021

Jam Pasir

Temaram yang hampir gelap,
ruang sempit bergerak yang hanya berdua.
Sejenak terdiam nyaman, 
tak perlu banyak bicara
sedikit lagi sampai.

Cerita yang singkat, 
waktu yang tak banyak.
Nada yang kerap kali sama,
tanpa sadar mulai berdendang.

Terlalu cepat rasanya, 
bahkan cerita ini belum selesai.
Esok berulang dengan ritme yang sama.
lagi-lagi terlalu singkat.

Butuh lebih banyak jam pasir yang bergerak turun, 
agar semua terasa lebih lama
agar cerita yang ada lebih panjang
agar nyanyian terus berdendang
sampai akhirnya tahu,
apa rasa ini nyata? atau sendirian merasa?

Saturday, December 4, 2021

Bersamaku

Dingin yang selalu membuatku ingin mendekap,
Aroma yang selalu membuatku terpikat
Hangat lembut yang menyelimuti setiap saat.
Alunan nada yang tak henti memanjakan telinga
Sebuah jurnal yang menemani ku berkeluh kesah
Disana lah aku berada sekarang.
Menikmatinya.

Bersamaku. 
Yang sudah berhasil bertahan disana. 
Sedikit lagi, bertahanlah.

Sebagian kecil saja

Menemukan satu bagian frekuensi yang sama
yang tidak banyak ku temukan pada manusia di dunia.
Rasanya seperti menemukan dunia kecil
dimana ingin berdiam lebih lama disana.
Mendengarkan lebih banyak nada bersama, 
nyaman yang tak perlu terlalu berusaha.

Tidak pernah menyangka kalau rasa ini ada.
Muncul seketika seiring waktu yang kerap terjalin bersama.
Terbawa suasana akan rasa, yang tak tahu apa ini benar nyata?
Sungguh menikmati frekuensi yang kita punya.
Kehadirannya terasa cukup tanpa harus meminta.

Begitu banyak nada yang menyatukan kita dalam satu frekuensi yang sama.
Terasa menyenangkan, biarkanlah seperti ini adanya.

Mungkin ini hanya sebagian kecil dari rasa, 
yang tak pernah tahu akan mengalir kemana.
Tapi selama bisa menikmatinya,
bertahan disana sejenak saja 
dan jangan terlalu cepat jika ingin mengakhirinya.



Tuesday, November 30, 2021

Sedikit

Tadinya ku kira kau kan mencari, 
tapi tidak hari ini. 
Itu bagus.

Ada sedikit senyum yang tidak terlihat,
seakan ingin bilang "tidak perlu mencari yang tidak ada"

lalu berjalan seperti biasa, 
tidak lama, tapi menyenangkan.

Satu frekuensi telah sama, 
jadi apapun itu terlintas, 
bisa jadi pembahasan menarik.

tidak perlu mencari yang tidak ada, 
nikmatilah proses yang sedang berjalan.

entah apa tujuan- Nya
tapi semesta selalu punya cara menarik 
untuk menyampaikan pesan.

Mempertanyakan tidak akan menjawab.
Menjalani menjadi sebuah cara.

Bertahan lah sedikit lagi.
Disana ada terang yang tak sabar menanti.

Friday, November 26, 2021

Sama?

aku ingin menemukan cinta.
yang mudah untuk dicerna,
yang tidak membuatku lelah,
yang tak perlu membuatku terus berharap.

Aku ingin menemukan cinta. 
yang sederhana tanpa perlu berusaha, 
yang tenang tanpa aku harus bersusah payah, 
yang tepat seperti apa yang ku butuhkan.

Aku ingin menemukan cinta.
yang tak lagi membuatku sakit magh, 
yang tetap membuatku bisa makan.

Aku ingin menemukan cinta.
yang se-irama dalam nada.
sejalan dalam jiwa.

dan untuk semua harap yang ada.
aku hanya ingin menemukannya 
dalam perasaan yang sama (?)

Friday, November 19, 2021

 "Nyaman dengan ketidak-pastian"

Sebuah kalimat malam ini yang aku dengar.
Akupun terdiam .
Tentu semua orang pasti merasakannya. 
Bagaimana mungkin ada yang pasti?
Jangankan esok hari,
Detik berikutnya dalam hidup tentu tak pernah bisa ditebak.
Mencoba menerka dengan membuat rencana menjadi pilihan.
Tapi saat waktunya tiba, apapun bisa berubah,
terkadang membawa kita pada keputusan-keputusan yang bisa jadi macam-macam.
Menyenangkan atau tidak sesuai harapan.
Tapi ini lah hidup.
Punya banyak cerita yang terkadang sayang sekali untuk dilewatkan.
Tapi juga rasanya ingin cepat berlalu untuk sampai ke tujuan.
Dalam prosesnya tidak ada yang pasti.
Dan merasa nyaman dalam ketidakpastian ini, adakalanya perlu di lalui.

Terlihat jelas

Gelagat mu sungguh aneh, tapi aku membacanya cukup jelas.
Semua orang melihatnya, jelas kamu tidak berpengalaman soal ini.
Bahkan seorang kawan yang tak sengaja lewat menegur mu.
Terlalu aneh, hingga siapapun melihatnya merasa janggal.
Lalu aku? 
Yang belakangan ini kerap bersama dalam waktu tertentu rasanya membaca cukup jelas.
Kamu menunggunya, berharap ada dia untuk tiba.

Se-detik aku kecewa. 
lalu berusaha menahan rasa. 
Bukankah dari awal kita semua tahu kalau tak perlu berharap?
Dulu aku pernah bilang tidak akan.
Lalu mengenal mu lebih dari itu, ternyata berbeda.
Ada satu hal yang aku temukan sama.
Satu saja, tapi rasanya ingin aku terus bersama. 
Entah mengapa aku suka. 
Moment-moment yang selalu aku damba.
Satu saja yang membuat perasaan ku ternyata berubah.

Mungkin pikiran ku kadang salah, 
tapi beberapa hal jelas yang nampak, tidak bisa disembunyikan.
Dan aku melihatnya jelas. 
Haruskah aku berjarak lagi sejenak?


Friday, November 12, 2021

Menarik

Ada yang menarik malam ini, 
namamu muncul lagi kembali.
Biasanya aku akan mulai panik,
tapi tidak malam ini.

Mungkin perasaan itu telah berpindah, 
Entah aku harus senang atau tidak, 
tapi ini sebuah awal yang baik.

Mungkin waktu memang tidak benar-benar menyembuhkan. 
Tapi membantu perlahan membuat hidup kembali berjalan, 
Walau dengan penuh perjuangan, namun akhirnya tetap sampai.
Disitu lah waktu bekerja.

Aku mungkin belum bisa membayangkan, 
jika suatu saat nanti kita kembali bertegur sapa, 
aku tau jelas kamu pasti akan biasa saja.
Tapi apakah aku akan sama?
Tidak perlu lagi mempertanyakan, 
semua hal tidak pasti rasanya tak perlu membebani diri.

Aku ingin hidup untuk hari ini.
Dan rasa ini mulai membaik.
Terimakasih.

Esok Kita Coba Lagi

Aku butuh dari sekedar menit untuk bisa berdiskusi tentang apa saja
Semenjak nada yang terdengar hampir sama, rasanya aku ingin tau lagi lebih banyak
Sebentar bersama, rasanya tak cukup untuk kita banyak bicara

Sempat ada pertentangan dalam diri,
terlalu banyak mempertanyakan apa yang terjadi,
mencoba menyangkal perasaan yang mungkin belum tentu pasti,
bertengkar dengan batin diri sendiri yang akhirnya sedikit melukai.

Lalu sejenak berdiam dalam malam yang mungkin....
memberi sedikit ruang untuk berdialog dengan diri.
Kenapa harus menentang sesuatu yang bahkan tidak perlu?
Kenapa harus merasa salah, untuk punya rasa yang harusnya menjadi anugerah?
Kenapa harus memberi alasan untuk tidak perlu merasa?
Kenapa harus begitu banyak kenapa dalam angan?
Yaa kalau suka, biar saja.
Tidak perlu mencari penyangkalan yang sebenarnya tak perlu dilakukan.

Terakhir perjalanan panjang yang sempat tercipta atas ijin semesta, 
cukup memberi kita banyak ruang untuk saling bicara.
Mungkin kita butuh waktu itu lagi agar itu terulang.

Mungkin esok. Kita coba lagi.

Tuesday, November 9, 2021

apa artinya hidup tanpa harap?

aku ingin lagi jatuh cinta.
Tak peduli berapa kali pun mencoba untuk lupa, rasanya semua masih ada di kepala. 
Mempertanyakan rasa yang entah harus ada atau tidak. 
Mencoba untuk menaruh harap pada hal serupa yang dirasa sebagai sebuah langkah.

aku ingin lagi jatuh cinta.
Pada sebuah nama yang menjadikan ku ada dengan penuh makna.
Yang terus akan berdiskusi denganku hingga gravitasi tak lagi ada,
Dan bersenandung tanpa lelah hingga tak tau lagi apa itu nada.

aku ingin lagi jatuh cinta.
Dengan kebersamaan yang panjang hingga sejenak lupa apa itu tiada.
Berdiam diri bersama dengan nyaman tanpa perlu sedikitpun bergumam
Menatap penuh hangat dengan dekapan yang membuatku tenggelam dalam  rasa.

sekali lagi, aku ingin lagi jatuh cinta.
Dengan perjalanan panjang menyusuri tempat-tempat yang akan memberikan banyak kenangan,
ribuan tawa canda bahagia sepanjang waktu yang tak pernah berharap untuk usai. 

Dan apalah artinya kehidupan jika tak ada lagi harap yang tersisa
untuk kembali lagi jatuh cinta.



Nada

Bagaimana jika ada rasa dibalik kesamaan nada,
yang sering kali membuatku merasa.
Entah itu biasa saja atau kekaguman tanpa alasan.
Tapi rasanya ada pola yang sama, 
kekaguman akan sebuah selera yang tak semua orang punya.

Rasanya aku pernah ingat perihal lampau yang juga sedikit sama.
Alunan nada tertentu selalu menjadi istimewa.
Tidak semua orang bisa mengerti, namun saat itu ku temui
akan ada hal berbeda yang muncul didalam hati.
Seolah ada yang teriak dalam jiwa ini.
Seperti menemukan spesies langka di bumi.
Aku bisa tahu itu dan segera menyadari.

Seketika indah terasa sampai waktunya tiba, 
muncul sedikit harap yang tak semestinya ada.
Jelas menyadarinya di awal mula, 
tapi rasa-rasanya ada saja hal yang di luar kendali manusia.

Lagi lagi bagian dari sebuah perjalanan.

Sunday, November 7, 2021

Bercerita

Entah apa yang membuatku terjaga hingga jam empat pagi
Mendengarkan cerita tentang apapun yang bisa dibagi
Sesekali tertawa mendengar lelucon aneh tanpa henti
oh, mungkin ini sedikit hiburan di tengah malam sabtu yang sepi
Lalu sampai pada tengah malam, 
rasanya sedikit curahan hati ingin tersampaikan
terkadang orang-orang yang tidak kita kenal,
membuat kita nyaman untuk sekedar berbagi cerita.
Yaaa, karena kita tidak saling sapa dalam nyata.
Tak mengenal siapa yang jadi subjek untuk kita bicarakan.
Karena terkadang, kita hanya butuh bercerita
tentang apa saja yang ada di pikiran.
Larut malam membawa kita pada suasana, 
lebih terbuka untuk saling bercerita.
Hal-hal yang mungkin kita tidak bicarakan,
tapi terkadang semua keluar begitu saja tanpa banyak pikir kata.

Sebuah hal normal sebagai manusia.
Makhluk sosial yang perlu bercerita.
Sampaikanlah apapun yang ingin disampaikan
selama itu membuat tenang atau sedikit mengurangi beban.
Berceritalah.



Friday, July 2, 2021

Belum siap

Sudah lama tak mendengar suara mu.

apa yang terjadi diantara kita memang tidak ada yang tahu.
seketika seorang kawan ingin mempertemukan kita dalam sebuah diskusi tatap muka jarak jauh.
aku kaget seketika saat namamu disebut.
usahaku selama ini adalah menghindari mu,
bukan karena aku membencimu, 
namun berusaha agar aku tidak lagi jatuh cinta.

hati kecil ku bilang,
aku belum siap untuk saat ini.

belakangan aku tahu, 
jika saja aku muncul  malam itu, jelas kita harus saling sapa.
aku yang harus berpura-pura biasa saja, 
karena kamu memang jelas tidak ada apa-apa.
mungkin kamu bisa dengan santai menyapaku tanpa beban.
tapi aku? tidak, hatiku belum cukup waktu untuk bisa menerima.

aku menyadari diri ini masih berproses
untuk sembuh dari luka luka yang kubuat sendiri.

jangan minta aku untuk biasa-biasa saja.
karena jelas perasaanku tak pernah biasa kepadamu sejak hari pertama kita bertemu.
 

Monday, June 7, 2021

Belum selesai

Harusnya aku mencoba untuk tertidur, namun kepalaku penuh dengan tanda tanya.
Notasi dan irama bergelora dalam angan.
Ada sebuah harap dalam doa yang ter-panjatkan sepanjang malam.
Untuk dia yang akupun belum tau itu siapa.
Ada sebuah alasan mengapa malam ditaburi bintang.
Begitu juga sebuah jawaban yang terkadang selalu ditanyakan.
Tak bisa memaksa dunia untuk mengetahuinya sekarang.
Karena hidup adalah bagian perjalanan untuk menemukan,
dan perjalanan ini belum selesai.

Tuesday, June 1, 2021

Sampai bertemu lain kali

Hari ini aku akan meninggalkan kotamu.
Entah mengapa ada sedikit harap rindu tersisa untukmu.
Pertemuan kita terakhir malam itu meninggalkan banyak tanya untukku,
yang harusnya tak perlu.
Walaupun rasanya canggung, tapi rasanya aku nyaman denganmu.
jangan tanyakan kenapa.
Terimakasih telah menyempatkan sedikit ditengah waktu sibukmu.
semoga lain kali masih ada lagi waktu bertemu. Mungkin :)



Monday, May 31, 2021

Tentang Sebuah Kota

Ada sebuah kerinduan yang tidak bisa dijelaskan, 
rasanya hanya ingin pergi dari rutinitas senin jumat lalu lupa sejenak.
Lalu sebuah ajakan dadakan yang tanpa rencana terdengar cukup menarik, jawabanku singkat. Iya.
Dulu sempat bergumam sendiri, jika pandemi selesai ingin kembali lagi kesana, 
sebuah kota yang katanya penuh dengan kerinduan. 
Lalu aku kembali mengingat banyak kenangan yang sempat tercipta. 
Iyaa, kota ini selalu punya cerita.
Tidak punya rencana apapun, hanya ingin terbang setelah sekian lama bertahan dalam sebuah keharusan berdiam.
Untuk waktu yang singkat, di sinilah aku sekarang menghabiskan hari terakhir ku berada. 
Kota yang katanya punya mantra istimewa untuk membawamu kembali kesana.
Sepertinya mantra itu bekerja.

Tidak punya banyak rencana, hanya berusaha menikmati hidup sekarang.
Menghirup udara selain Jakarta dan sekitarnya, bukankah harap itu tak ketinggian?
Pengalaman membuatku belajar, untuk menaruh harapan pada ekspektasi terendah.
Namun tetap saja ada ekspektasi yang terkadang tidak bisa terelakkan,
tapi setidaknya memiliki kesadaran untuk bisa menahan ekspektasi rasanya membuatku cukup waras.

Namanya muncul pertama kali dalam ingatan saat aku mendarat.
Ada keraguan apakah harus menghubungi nya atau tidak.
Berfikir cukup lama untuk sekedar mengabari kalau aku ada disini.
Berharap kamu ingin sekedar menemui.
Ditengah kesibukanmu ternyata kamu meluangkan waktu untuk menemuiku, terimakasih untuk itu.
Kita tidak selalu bicara, hanya sesekali menyapa kemudian hilang.
Entah mengapa, beberapa kali aku kembali kesini, namamu jadi yang selalu aku ingat.
Lagi lagi aku berbicara pada diriku sendiri untuk menghilangkan eskpektasi.

Kita punya kehidupan masing-masing.
Besok aku akan kembali ke kota ku dan kamu tetap disini seperti sebelumnya.
Seketika ada sedikit harap yang aku tidak tahu itu apa.
Lalu aku menyadarkan diriku sejenak.
If there's nothing you need to worry about.

Oh, lalu aku sedikit berandai, 
Jika saja aku punya kesempatan untuk bisa menetap.
Beberapa harap muncul, lalu aku kembali mengingatkan aku.
Hiduplah untuk hari ini, tanpa perlu terlalu banyak ekpektasi.

Dan hingga sore ini, kamu yang aku kira akan hadir untuk sekedar mengisi hari-hari terakhirku ada di kotamu ternyata tak lagi ada kabar.
Lalu aku menyimpulkan, kamu sibuk dengan kehidupan mu dan esok pun aku akan kembali ke kota ku.
Kita akan mejalani hidup masing-masing yang tak pernah kita tahu.

Ada sedikit harapku untukmu yang akan kusisipkan lewat frekuensi ini.
Semoga semua makhluk berbahagia. Termasuk kamu.

Sampai jumpa lagi nanti, entah perlu atau tidak  mengabarimu lagi jika nanti aku kembali.
Sampai bertemu lagi lain kali. Mungkin :)

Monday, May 17, 2021

Patah hati lagi?

Hi, apa kabar kamuu? 

Rasanya aku mulai terbiasa tidak lagi berbagi kisah.   
Hatiku mulai tenang, walau terkadang sedikit memori terlintas membuatku ingat.
Iyaa, jika kamu ingin tahu kabarku pasti kamu akan mencari. Tapi itu tidak akan pernah terjadi.
Sedikit patah hati saat aku dengar kamu sibuk mencari alasan bertemu sesorang hanya untuk mendengar kabar. 
Yang pasti bukan mencariku.
Patah hati lagi? masih, walau sedikit.

Kadang ada sedikit harap, ingin kamu mencariku. 
Kemudian aku akan menertawakan diriku sendiri untuk pemikiran bodoh itu.

Membuat batasan denganmu membuatku jadi lebih baik, 
aku bisa makan dengan tenang sekarang. 
Obat magh ku sudah lama tak aku minum. Sebuah kemajuan. 
terkahir kita bertemu, rasanya lambungku berteriak meronta kesakitan.
Maaf ya lambung, dua tahun aku menyakitimu dengan kebodohanku.

Hari ini hanya ingin menyapamu lewat udara, lewat frekuensi, algoritama atau ruang yang memisahkan.
Dan lewat tulisan ini yang tak akan pernah sampai.
Setidaknya hatiku tenang bisa mengungkapkan, 
aku bisa tetap berbicara menyampaikan padamu banyak hal,
walaupun hanya searah.
Bagiku saat ini, mencintai diri sendiri menjadi hal penting. 
Dan berada di dekatmu hanya untuk menyiksa diri, itu bukan bagian dari cinta. 



Wednesday, April 14, 2021

Surat Untuk Diri Sendiri

Hi, nampaknya kamu semakin baik dan aku senang melihatnya.
Terkahir kali jatuh cinta, hidupmu seakan kacau berantakan,
kemudian cobaan lagi lagi datang.
Dan ia yang kamu kira pelipur lara yang akan ada, tidak pernah hadir sedetik saja.
Lalu kamu menyadari banyak hal,
sebelumnya kamu tak punya alasan untuk tidak melihat sosok sempurna, 
seiring waktu berjalan menyadarkan mu hal-hal yang selama ini tak terlihat.

Sudah cukup. 
Kamu telah baik baik saja. 
Tersenyum menyapa pagi untuk menyambut mentari.
Berdandan rapi untuk dirimu sendiri.
Memasang aroma terapi di malam hari yang dingin.
Semua hal itu semanta-mata untuk mu.
Untuk kamu yang telah berjuang melewati banyak hal dalam hidup.

Pelipur lara mu ada adalah hijau yang menenangkan hati.
Lagu-lagu yang senantiasa menemani hari
Harapan yang kamu yakini tanpa pernah henti.
Dan aku yang tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri.

Monday, February 15, 2021

Untuk Ayah

Satu peristiwa membawaku pada sebuah cerita,  
kisah yang tak pernah aku duga akan sebuah kehilangan. 

Kali ini bukan tentang kehilangan untuk sesuatu yang ku damba, 
bukan juga yang aku harap untuk ada. 

Namun, ini sebagian hidupku sejak aku ada.
Seseorang yang berjuang untuk membahagiakan ku.
Seseorang yang telah mengajarkan aku banyak hal.
Mengajarkan aku bagaimana memaknai hidup.
Seseorang yang kadang melucu untuk ibu, tapi kita semua yang akan tertawa.
Yang bisa kita semua andalkan kapanpun kita mau.
Yang selalu mengecek pintu setiap malam sebelum tidur.
Menjaga kita semua tanpa pernah lelah.

Rasanya semua ingatan kini terasa indah, 
sebuah harapan andai saja masih ada.

Sekarang ia telah pergi ke tempat yang paling indah, 
yang selalu ia tanyakan, tentang dimana itu ujung dunia, 
apa yang ada dibalik alam semesta, sekarang telah ia temui jawabnya.

Beri tahu aku suatu hari nanti, kelak.







Counter