Saturday, July 28, 2018

Living with L.O.F (Lot's of Flower) - Green Cafee in Jakarta

Sebuah kafe di daerah Jakarta Selatan ini bisa dibilang tempat yang sangat unik untuk dijadikan tempat bersantai untuk sekedar makan, minum teh atau kopi ataupun untuk kamu yang tertarik dengan dekorasi tanaman.
Kafe ini memiliki beragam jenis tanaman hidup yang sebenarnya menjadi daya tarik tersendiri untuk tempat ini. Hampir seluruh sudut ruangan dihiasi beragam tanaman hias yang sangat terlihat cantik, membuatmu ingin menjelajahi setiap sudut ruangan .

Saat masuk kedalam kafe ini, mata kita akan disuguhi warna hijau cantik dari puluhan tanaman-tanaman hias yang membuat kita ingin berlama-lama disini dan yang unik adalah semua hiasan ditempat ini bisa kamu beli jika kamu menyukainya, ada label harga yang tertempel disetiap hiasan yang ditaruh disemua sudut ruangan, bahkan hiasan di meja tempat kamu makan dan minum ternyata juga bisa kamu beli.








Disini kamu akan menemukan tanaman hias unik yang rasanya cukup sulit ditemukan ditempat lain.

Tanaman-tanaman ini dikemas secara kreatif oleh pemiliknya , yang membuatnya menjadi tidak biasa, lihat saja seperti tanaman disamping ini yang dikemas seperti buah nanas.

Dan untuk kamu yang ingin berkreasi sendiri juga jangan khawatir, karena ditempat ini juga menjual aneka pot-pot cantik yang bisa kamu beli dan kamu kreasi kan sendiri dengan tanaman favorit kamu .









Untuk kamu yang sekedar ingin bersantai atau ngobrol dengan teman, tempat ini juga menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Bagi pecinta kopi dan teh ada berbagai macam pilihan menu yang bisa kamu pilih, untuk menghabiskan waktu disini.
Untuk makanan juga tidak perlu khawatir, pilihan menu ringan dari mulai salad, pasta , hingga nasi goreng juga ada.
Untuk harga, menurut saya masih dalam kisaran normal berkisar Rp. 25.000 - Rp. 40.000  and its worth it.

Jadi buat kamu yang ingin mencari suasana baru di Jakarta , tidak ada salahnya kamu mencoba tempat ini sebagai referensi untuk makan siang atau sekedar hangout dengan teman-teman , semoga bermaafaat ^^







Sunday, July 8, 2018

My point of view - Titik Nol

Saya mendapat sebuah rekomendasi buku, dari seorang yang cukup saya sukai untuk tulisan-tulisanya.
Menurut saya membaca dan menulis adalah suatu keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan, seseorang yang suka membaca pasti menyukai tulisan, ataupun menulis, setidaknya itu yang saya rasakan dan saya lihat dibeberapa orang yang saya tau.
Dan ada sebuah ketertarikan yang sama antara apa yang seseorang tulis dan apa yang suka ia baca.
Karena boleh jadi tulisan- tulisan dari seorang penulis sedikit banyak terisnpirasi dari buku-buka yang ia baca.
Asumsi saya pribadi, seseorang yang menulis kata-kata dengan baik, indah pasti bacaan buku nya sama menariknya dengan apa yang ia baca.
Jadi kalo anda ingin sebuah rekomendasi buku, ambil lah dari orang-orang yang yang anda tau tulisannya anda sukai, karena bisa jadi, apa yang ia baca juga akan menjadi kesukaan anda juga.

Dan inilah sebuah rekomendasi buku yang saya dapat dari penulis favorit saya dan ternyata asumsi saya benar adanya. I love this book as much as he did.

Buku ini menceritakan sebuah perjalanan kisah nyata seseorang yang memutuskan untuk mengambil sebuah langkah luar biasa besar dalam hidupnya. Meninggalkan segala hal yang ia punya, gelar , tempat tinggal, bahkan keluarga. Semua ini dilakukannya untuk menggapai mimpi dan cita-citanya pergi keliling dunia. Tujuan akhir perjalanan sudah ia tetapkan, negara-negara telah dipilih untuk disinggahi.
Namun dalam perjalanannya ia menemukan sebuah makna perjalanan yang sesunguhnya. Menemukan arti kehidupan yang hanya bisa ditemukan dalam sebuah perjalanan.
Tidak banyak orang yang mau mengambil resiko kehilangan segalannya demi sebuah perjalanan yang bahkan tidak pernah diketahui akan berhasil atau tidak, tidak tahu apa yang akan dihadapinya di depan sana. Namun ia berani mengambil sebuah langkah perjalanan besar yang dimulai dari sebuah Titik Nol.

"Dari Titik Nol kita berangkat, kepada ke Titik Nol kita kembali. Tiada kisah cinta yang tak berbubuh noktah, tiada pesta yang tanpa bubar, tiada pertemuan yang tanpa perpisahan, tiada perjalanan yang tanpa pulang"  - Titik Nol (Agustinus Wibowo)



Sunday, July 1, 2018

Tergantikan Sudah


Sebelum dia pasti ada kamu, lalu sebelumya ada aku.

Ada kegembiraan luar biasa yang muncul entah bagaimana saat rasa sakit hati telah digantikan sebuah rasa damai.

Yaa. Ada hal dalam hidup ini yang tidak bisa dipaksakan, tidak bisa dipaksakan untuk lapar, dipaksa untuk sedih, dipaksakan untuk bilang, dipaksakan untuk suka atau dipaksakan untuk jatuh cinta.

Ada beberapa orang tersakiti karenanya, karena rasa cinta yang tidak berbalas, karena kenyataan pahit bertepuk sebelah tangan, karena diam diam suka. Tapi semua ini perjalanan .

Nyatanya hati melambat laun sembuh.
Yang biasanya salah tingkah, hilang arah, gemetar tak karuan, kehilangan kata saat berjumpa.
Kini biasa saja..

Ada kedamaian saat mengetahui sebuah kebenaran yang menyakitkan.

Semua sudah di takdirkan, semua telah memiliki jalan-nya masing, buat apa meronta-ronta kehausan di tengah gurun pasir yang sudah kita tahu tidak ada air? bukankah itu sia-sia? lalu mengasihani diri sendiri, untuk sedikit diberi. Padahal hanya lupa kalau sudah bawa  bekal air . Ahhh sudahlahh~~

Nyatanya yang lalu akan berlalu, digantikan yang baru, esok kan masih ada, kalau memang yang harus kembali pasti akan kembali, kalau memang harus pergi yaa akan pergi dan pasti akan terganti.

Sepintas "Hai"....


Ada yang ditunggu setelah terlalu lama mengasingkan diri masing-masing di pertapaan paling nyaman, dimana kebebasan tidak melakukan apapun bisa ditemukan , sebagian menyebutnya adalah "Rumah"
Seperti semua pulang yang  telah dijadualkan untuk kembali. Aku, kamu, kita semua kembali.
Kembali pada rutinitas yang menghidupkan kita semua, menghidupkan perekonomian , menghidupkan setiap tujuan.

Hari berselang sepertinya terlihat ada yang hilang, tidak ada tanda-tanda keberadaan, tidak ada senyum sapa yang ditunggu akan datang. Hilang sudah.

Namun semesta punya rencana untuk pertemuan manis antara dua insan yang diandai-andaikan  dapat bersama.
Entah bagaimana tersusun sebuah rencana mempertemukan dua anak manusia itu dalam sebuah pertemuan singkat di waktu yang sangat tepat. Mereka bertemu, keduanya menatap , mengucap "Hai" dengan senyum paling manis yang pernah ada.
Tidak ada satu menit pertemuan itu, hanya sepintas lalu untuk melanjutkan rutinitas masing-masing.
Karena tidak pernah ada yang tahu, betapa berharganya beberapa detik keramahan seseorang bisa membuat orang lain sangat bahagia.

Itu cukup. Gumamnya dalam hati. Kita masih punya esok kan untuk bertemu?

Counter