Monday, December 31, 2018

2018 Made My Day

Tahun ini benar-benar luar biasa
Banyak hal terjadi yang tak pernah ku duga.
Memang semesta selalu punya rencana indah
Maka dari itu, jangan pernah berhenti percaya rencana-Nya.

___________________

Diawali dengan awal tahun yang bisa dibilang cukup berat. Ahh, tapi jangan bilang berat, jauh sebelum ini perjuangan untuk sampai disini jauh sangat berat, but we did it :)
Kisah patah hati? ahhh, sudah banyak ku tulis cerita, sepenggal kisah dan penyembuhnya. No need to describe, time heal and now, I am more than fine :)

Hidup ga melulu soal cinta, banyak kisah yang terjadi walau akhirnya berujung jatuh cinta atau sekedar suka. Hahaha.

__________________

Awal perjalanan dimulai dengan pertemuanku dengan 1000 Guru.
Jogja menjadi pilihan pertama yang utama, jangan tanya kenapa rasanya ada kekuatan magis yang membuatku jatuh cinta dengan Jogja, yang kemudian membuatku bermimpi bisa menetap disana. Oh yaaaa, tidak salah kan berharap :)

1000 Guru Jogja, mempertemukan ku dengan begitu banyak orang baik, orang-orang dengan tujuan yang sama, seketika aku menemukan frekuensi ku berada di sana. Terlalu bahagia menemukan kalian semua.
Setelahnya banyak kejutan-kejutan kecil terjadi, pertemuan-pertemuan yang tidak terduga yang menyisakan sebuah cerita, serangkaian paragraf, juga beragam tanda tanya. Tapi semua membawa pada satu bahagia, menyembuhkan luka yang pernah ada, mengisi jiwa yang tadinya hampa. Betapa dunia berubah menjadi penuh harapan.

1000 Guru mengajarkan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah ku duga.
Seketika pandangan hidup berubah.
I just found my self there. Finally.
I even never thought being a teacher. Never in my life, but 1000 Guru changed it.
Playing with kids and help each other it's really mean to me, a lot. Thank God you guide me to find this happiness feeling ever, in my life :')

__________________

Setelah Jogja, rasanya tidak ingin berhenti sampai disitu saja. Menjadi volunteer rasanya seperti menemukan rumah kedua, rasanya ingin kembali pulang, lagi dan lagi. Kalau dibilang kecanduan sepertinya tidak terlalu berlebihan :)

Selanjutnya bergabung dengan kawan-kawan 1000 Guru Tangsel menjadi pertemuan indah lainnya. Dekat dengan rumah yang sesungguhnya, menjadi  nilai tambah tersendiri.
Berbagi kebaikan ternyata menular, betapa menyenangkan kembali lagi merasakan bahagia bersama anak-anak pedalaman dan saling menginspirasi satu sama lain.

Pertemuan dan kisah kembali membawa bahagia, sepenggal cerita kembali ditorehkan.
Seperti kembali terulang pertemuan-pertemuan tak terduga kembali datang mengukir rangkaian cerita yang memerikan inspirasi.

Being volunteer is addicted, once you find a way to shared those happiness, you'll always find a way back to see more chance.
Looking for all those things again-again. You never wanna to stop. Cause it feed your soul, your heart with a full of love.
And surrounded by people who had same frequencies as yours made you fit it in.
at least , that's what I felt. How's your's ?

__________________

Tidak berhenti di 1000 Guru, nyatanya ada banyak kegiatan volunteer lain yang ditemukan setelahnya. Seperti semesta tau apa yang aku cari menuntun ku pada pertemuan manis dengan apa yang membuat ku mereasa bahagia.

Indonesian Care Project yang di inisiasi oleh mantan ketua 1000 Guru Tangsel  menjadi project selanjutnya.
Bersama orang-orang hebat lain nya dengan tujuan yang sama, kita melakukan kegiatan sosial untuk mengembangkan potensi Kampung Cijantur.
Lagi-lagi banyak cerita di dalam nya. Satu kejutan kecil semesta yang tidak terduga kembali lagi terulang. Ahhh, sudah banyak cerita tentang mu yang ku tulis, tak perlu ku bahas disini.
Hhhhmm, a bittersweet :')

Project ini masih akan berjalan 6 bulan kedepan dan aku masih menunggu kejutan apa yang akan kutemukan di dalamnya .

Let the universe guide you to the right path, to the place that makes you useful, to heart that belong to you.

Bersabarlah, semua akan sampai di waktu yang tepat atas kehendak-Nya.

_________________

Setiap tahun hanya kembali mengulang hari yang akan penuh misteri.
Kita hanya perlu berdiri menghadapinya dengan berani.
Percayalah Tuhan Maha Baik, lihat saja apa yang telah diberikan-Nya tahun ini.
Kejutan-kejutan indah yang tak hentinya membuat mu tersenyum :)
Kalaupun ada resah dan tangis, semuanya pasti akan diganti yang lebih baik.
Hidup kan soal pembelajaran yang tak pernah berakhir, tak apa jika ada sedikit getir.
Disitu lah kamu belajar menerima, bersyukur dengan apa yang ada, mengeluh boleh saja namun sejenak berpikir kembali logis sebelum mengambil keputusan .
Percayalah semua doamu akan terjawab di saat yang tepat.
Seperti doa yang telah terjawab sebelumnya, bukankah sudah terlihat jelas?
Lalu jika ada doamu yang masih belum terjawab, mungkin memang belum saatnya.

__________________

That was best part in my life is here.
I never thought before I will through all of this.
It's just happened.
I'm not planning to meet all of them, not even him. 
But it just did.

Feeling grateful surrounded by people who had same frequencies as mine was amazing things in this year. 
Meeting a new people, caring, sharing even loving was great.
Looking smile of rural student was the best view ever,
cause here, small thing's that we did it is really mean to them a lot.
And that's the point, how small thing's can make a big change for someone who exactly needed.
It's not about what you give or what you do, but in right way, it will become precious .

So, we just need to find it, when it founded, just giving your best.
Let's enjoy everyday with a new hope :)
I enjoyed mine, how's yours? hope you did.










Sunday, December 30, 2018

Maaf Untuk Perasaanku

Sebelumnya ijin kan aku meminta maaf terhadap perasaanku padamu.
Kalian berdua terlalu baik untuk membuatku merasa patah hati.
atau kah aku yang terlalu berlebihan dengan perasaanku sendiri?

Aku menyadari satu hal hari ini.
Kamu pernah menjadi bagian dari harapku, kala itu.
Aku terlalu mengagumi mu sampai aku merasa jatuh hati berkali-kali padamu.
Jauh sebelumnya, aku hanya bisa mengagumi dari jauh.

Semua berubah saat aku membuatmu bertemu dengan nya.
Mendadak gelagatmu berubah.
Dan aku tidak bodoh untuk tidak melihat itu semua
Aku yakin kamu pun demikian.
Perlahan aku menarik dari, walau kita memang masih harus bersama satu sama lain.
Entah kamu menyadari atau tidak, aku tak ingin tau terlalu jauh.

Harusnya kebersamaan ini menjadi hal yang aku tunggu-tunggu
Dan harusnya menjadi hal yang ingin kurajut.
Lagi-lagi semua itu terlihat semu.
Kamu jelas menaruh perhatianmu padanya lebih dari yang aku kira.

Baiklah, aku terima.
Toh, aku tak berhak apa-apa.
Perkenalan kita juga hanya sebatas sapa yang mendadak dekat.
Lalu jika kamu lebih memilih nya, itu hak mu sepenuhnya.

Sekali lagi, kalian berdua terlalu baik untuk membuatku patah hati.
Dan saat aku tulis penggalan cerita ini.
Ijin kan aku meminta maaf sekali lagi.
Aku juga tak ingin punya perasaan berlebih.
Perasaan ku saja yang tidak bisa ditebak.
Aku pun tak pernah ingin merasa sakit hati melihat mu dengan nya.
Berusaha tegar kadang memang sia-sia.
Tapi Aku berusaha merelakan rasa.
Sabarlah, aku berusaha melupa sekali lagi.

Aku harap kamu bahagia,
Dengan siapapun kelak.







Sunday, December 23, 2018

Apa Kamu Sadar?

Kalaupun akhirnya kalian bersama.
Setidaknya aku pernah punya peran penting dihidupmu.
Mempertemukan kalian berdua waktu itu.

.....
Sedikit bercerita.
Tadinya kukira itu aku, lalu sehari saja hatimu berubah.
Setelah kamu hadir saat aku telah bersusah payah melupa
Saat hidupku telah kembali normal
Saat aku hanya melihatmu dalam samar
Saat hatiku sembuh dari luka yang kau buat tanpa sadar.

Kamu kembali hadir seketika.
Memberi ku sedikit ruang untuk berharap.
Memberiku harap yang tak pernah ku sangka.
Mengajak aku untuk bertualang bersama.
Dunia terasa indah seketika, sebelum kamu menyeretku ke dalam jurang nestapa.

Saat itu juga aku membuat kamu bertemu dengan nya.
Seketika hatimu terasa pindah.
Gelagatmu jelas terlihat.
Kamu menaruh hati padanya.

Secepat itu juga kamu menaruh ku dalam abu-abu yang samar.
Tak masalah jika kau bersamanya.
Semua orang berhak bahagia, termasuk kamu.

Namun dengan bodoh nya kamu lantas berusaha  mengajakku dalam kisah cintamu.
Membuatku hanya sebagai latar belakang kisah.
Membuatku menjadi pengiring ceritamu dan dirinya.
Membuatku menjadi bayangan dibalik lampu pjiar.
Membuatku harus melihat kisahmu dengan nya? Apa kamu sudah gila?

Entah apa yang membuatmu tidak melihat, atau hanya mengabaikan rasa.
Setidaknya pahamilah.
Jika kamu ingin bersamanya.
Jangan membuat aku berada didalam nya.

Saturday, December 22, 2018

Doa mu terjawab sudah

Hari ini doamu terjawab sudah .
Seperti biasa, kalian kerap bertemu di linimasa sosial media.
Lagi lagi dia, pikirmu.
Untuk sebuah cerita kamu mulai berkomentar duluan.
Tak mengapa, toh ia selalu membalas pesanmu, tak jarang malah pembicaraan kalian berlanjut.
Tak ada yang salah dengan kata-kata mu.
Tak ada juga  yang kamu tunggu.
Tiba-tiba ia mulai berkelakar soal ajakan nya ke suatu tempat yang ia cinta dan yang kamu damba.
Seketika hatimu luruh kegirangan, tak peduli kemana asal bersamanya.
Lalu seketika juga hatimu hancur lebur berantakan saat tahu semua rencana nya bukan untukmu seorang.
Ia jelas mengajakmu diurutan terakhir .
Mengajakmu bergabung, hanya untuk meramaikan suasana saja.
Kamu bukan orang pertama yang diajaknya.
Ia sudah merencanakan perjalanan ini dengan yang lain.
Mengajakmu mungkin hanya basa basi karena waktu itu ia pernah berjanji.
Jelas sudah kamu hanya bagian abu-abu yang samar.
Bukan tujuan, hanya singgah untuk berubah pikiran.
Senyum mu berganti lirih,.
Kamu sama sekali tak berniat lagi dengan ajakannya kali ini.
Ikut bersamanya, hanya akan membuatmu sakit hati lebih parah lagi.
Seperti menceburkan diri sendiri di lautan karsinogenik.
Kamu hanya akan meracuni dirimu sendiri.
Jelas kamu lebih memilih menarik diri.

Belakangan kamu kerap berdoa
Jika memang ia jalan- Nya, semoga semua ini nyata.
Namun jika bukan tunjukkanlah segera
  
Seketika doa mu telah terjawab, ia yang kamu damba nyatanya memilih menjadikanmu bukan yang utama.
Lalu buat apa kamu menaruh harapan pada seseorang yang tak menjadikanmu satu-satunya pilihan.
Setidaknya kamu pernah mengambil peran di hidupnya. Kalau nyata nya mereka berdua akhirnya bersama,  itu karena kamu yang mempertemukan keduanya.
Tenang saja, semesta ini selalu punya cara mempertemukan dua orang manusia.
Namun kali ini, mungkin bukan waktu mu untuk bersamanya.

Thursday, December 20, 2018

Monolog

Hari itu semua nampak normal, bangun pagi hari dan kembali pada  aktivitas harian yang biasa dilakukan.
Ada sedikit kemalasan yang tercipta , karena libur panjang sudah di depan mata.
Perempuan itupun merasakan hal yang sama, walau nyatanya belum ada rencana tercipta ingin kemana. Berharap dia yang ditunggu jadi mengajak nya ke suatu tempat.
Canda tawa seperti biasa disela-sela aktivitas, berkeliling hanya untuk sekedar menyapa.
Semua nampak biasa saja. 

Lalu semua mendadak kelabu, temaram penuh amarah tanpa alasan.
Perempuan itu jelas tau, kenapa dirinya kesal.
Suatu beban yang telah lama ia hindari seperti datang kembali.
Bukan salah siapa-siapa jika seorang pergi, kemudian beban nya harus dilimpahkan kepada yang lain.
Tak ada yang salah dengan itu.
Meraka boleh pergi, mengejar apa yang dicari, meraih apa yang dimimpi.
Tapi seperti sebuah luka yang terulang kembali, lagi dan lagi.

Raut muka nya kian berubah, yang tadinya bercanda hilang sudah.
Tanyakan apapun pada perempuan itu, yang ada hanya akan dijawab dengan muka masam
Jangan coba-coba dekatinya saat ini. Jangan. 
Walau hanya diam, tak bergeming , amarahnya sedang memuncak .
Hatinya sedang tidak bersahabat.

Perempuan itu kemudian menarik nafas dalam.
Setelah mengerutkan wajah di sisa hari nya itu, ia berkata pada dirinya sendiri.
Seperti hal yang biasa dilakukanya, monolog hari itupun terjadi.

....................................

"Sebenarnya kamu kesel sama siapa? marah sama siapa, memangnya ada yang salah?"
"Ga ada yang salah disini, saya cuma kesel saja sama semuanya, saya udah berusaha menghindar susah payah, kenapa beban itu harus dikembalikan lagi ke saya?

"Kamu tau kan kalo kesal mu itu tak beralasan?"
"iya saya tau, saya tau ga seharusnya saya kesal, saya tau ga seharusnya saya begini"

"Lantas kenapa kamu masih kesal?"
"Saya kesal saja , kenapa harus saya yang dilimpahi beban itu lagi, kenapa bukan yang lain? saya dulu melepasnya karena saya ga suka, terus kenapa harus saya lagi sekarang?"

"Kamu tau kan kalo kamu ga bisa nolak itu semua?"
"iyaa tau , ga bisa"

"Kamu punya jalan keluar lain?"
"Ga ada" 

"Lantas kamu kesel -kesel sendiri ada gunanya?"
"Ga ada, itu  tadi cuma emosi"

...................................


Sebuah monolog yang terus berlanjut di dalam pikiran perempuan itu.
Sampai akhirnya, ia tersenyum sendiri, mendamaikan dirinya sendiri.
Mungkin memang ini yang harusnya terjadi.
Seperti yang sering dikutip. If it's meant to be, it will be.




Monday, December 10, 2018

Pesan untukmu

How could it be, that's exactly like what I feel.
Did you believe Coincidence?

Aku ingin percaya ini hanya euphoria sementara saja
Namun kamu selalu kembali muncul dengan beragam cara.
Lalu sore itu kamu muncul dengan sebuah pesan bebas di udara yang entah ingin kamu tujukan kepada siapa.
Pesan yang begitu indah, hingga aku ingin mendengarkan nya ribuan kali tanpa pernah bosan.
Kamu mengutipnya dari sebuah buku kesukaanku. Kamu jelas tau itu.
Aku seperti mendengarkan podcast radio yang aku tunggu-tunggu.
Berulang aku dengarkan, meresapi semua kalimat indah itu.
Sebuah pesan singkat tentang sebuah rasa, yang entah bagaimana bisa. Aku merasakan hal yang sama.

Tapi entah pesanmu untuk siapa, aku tak berani menebak .
Entah ini sebuah kebetulan sesaat
Atau ada pesan rahasia yang kau ungkap.
Aahhh. Aku tak berani menerka-nerka.
Kamu terlalu sulit ku tebak dan kitapun masih saja berjarak.

Ingin ku bilang, bagaimana bisa?
Semua hal tentang kamu rasanya terlalu aku damba.
Dan sekali lagi, jika kamu sebuah buku, jelas sudah buku itu akan jadi favorit ku.
Yang akan ku baca berulang kali tanpa pernah jenuh.
Yang akan kusimpan baik-baik agar tetap utuh.
Dan mungkin yang akan aku jadikan pedoman dalam hidupku.

Ku sampaikan pesan dalam literasi ini untukmu.
Yang aku tak pernah beharap kamu tahu.
Hanya saja menuliskanmu, lagi-lagi menjadi hal menyenangkan buatku.

Saturday, December 8, 2018

Teori Konspirasi


Kita saling mengirim pesan bebas ke angkasa
Berharap aku atau kamu tepat membacanya.
Lalu semua orang akan mulai menerka, termasuk aku dan kamu yang bertanya-tanya.
Apa ini bener nyata?
Apa perasaan kita memang sama?

Serangkaian ingatan-ingatan kecil mulai ku susun pelan-pelan.
Saat pertemuan kita pertama kali, hingga kejadian-kejadian  yang menuntun kita pada pertemuan kembali.

Kita pernah saling sapaa. Lalu kamu hilang.
Aku udah berusaha melupa. Kamu pun demikian.
Lalu sebuah "Hai" kembali menjadi saling.
Saling rindu satu sama lain.
Saling menebak rasa masing-masing.
Hingga saling berharap untuk memiliki.

Hai semesta!
Kalau ternyata dua insan saling jatuh cinta, kenapa harus kita berdua menunggu lama?
Kenapa harus terlalu banyak pesan rahasia di udara?
Bukan kah perasaan ini begitu indah?
Jika nyatanya kita berdua memang saling jatuh cinta.
Biarlah konspirasi alam semesta ini berakhir bahagia jika memang sudah.
Jangan buat ini terlalu lama.
Karena kita berdua sejatinya hanya ingin bahagia.

Entah ini benar atau tidak, tapi teori konspirasi ku inginkan berkata demikian.

Like I just found my self in you.
I hope it's true.

Thursday, December 6, 2018

Bicara sendu...

Masih tentang kamu..
Iyaaa kamuu, aku masih belum bosan dengan rasaku.
Dan lagi-lagi kamu bicara soal sendu.
Ingin ku bilang, kalau rindu kenapa kamu tak bilang saja.
Jangan buat aku atau siapapun menunggu.
Jika nanti cerita mu hanya akan jadi cerita saja, biarlah.
Karena menulis mu pada sebuah lembaran buku akan menjadikanya sebuah ingatan yang suatu saat akan aku kenang.
Bukan untuk disesali.
Hanya menjadikanya memori.

Lalu biarlah semua rasa ini mengudara jauh di angkasa
Hingga tiba pada sebuah masa dimana kita berdua akan bahagia.
Entah dengan cerita yang sama atau tidak.
Setidaknya kita pernah punya waktu bersama.

Tuesday, December 4, 2018

Sebagian Kisah

Menahun bertemu yang ada hanya sedikit senyum sapa.
Jika kamu adalah buku, perkenalan kita hanya sampai di bab pertama.
Setelahnya hilang tanpa pernah aku tau kemana. 
Kemudian aku belajar untuk melupa dengan susah payah.
Apa ini cuma kebetulan, jika tiba-tiba kamu kembali dalam sebuah rangkaian cerita berbeda? 
Yang entah bagaimana akhirnya.


Kala itu,
Katamu malam itu "bahagia kadang sederhana ya"
Iyaaaa, aku setuju dengan mu, seperti aku bahagia pernah bertemu denganmu.
Bahagia pernah mengenalmu walau hanya sebatas senyum .
Bahagia saat kamu membalas pesan ku.
Bahagia saat aku tau buku yang kamu baca sama denganku.
Bahagia walau bahagia ini sementara waktu. :)

Dan sebuah buku itu adalah salah satu cara untuk aku berbicara denganmu tanpa perlu aku menyapa atau bertatap muka . Terimakasih semesta. Telah memperkenalkan aku dengan nya.

Sunday, December 2, 2018

You.

Seiring berjalan waktu, kerap harapmu pun berubah
Berbagai pertemuan menyisakan cerita atau hilang sudah
Serangkaian kata membuatmu teringat pada sebuah masa
Sebuah kenangan yang akan tertinggal dalam asa.


Belakangan ceritamu kerap berubah, berbagai pertemuan singkat yang kadang menyisakan banyak kenangan .
Lalu kembali nya seseorang dari masa lampau seketika yang entah apa maksudnya.
Bukan, dia bukan masa lalu, kalian bahkan belum saling mengenal jauh.
Entah mengapa baru sekarang bisa bicara, padahal dulu kalian ditempat yang sama. 
Nyatanya jarak bukanlah ukuran kedekatan. 
Kamu percaya kebetulan? Tidak , kamu percaya semu ini rencana-Nya.


Hati kecilmu ingin berlabuh, sudah cukup lama rasanya menunggu.
Kamu hanya ingin dia yang menemani mu.


if it's you, I hope its true.

Benar nyata?

Berawal dari sebuah senyuman bisa membuat perasaan seseorang hanyut dalam rasa yang begitu dalam. Menahun sudah rasanya sampai ia pergi tanpa pernah bilang. Yaa mungkin karena keduanya hanya sebatas senyum sapa jadi tak perlu merasa kalau harus bilang apa-apa.
Sampai akhirnya ia menghilang dan merasa perlu melupakannya saja.
Sampai sebuah pesan tiba.
Menanyakan tentang sebuah kota yang ternyata sama-sama mereka suka. Sebelumnya perbincangan keduanya soal buku yang juga mereka baca dan terakhir tentang keinginannya ikut bersama dalam sebuah kegiatan.
Sejenak perasan itu biasa saja, toh sudah lama keduanya tak menyapa. Sudah berusaha juga untuk melupa karena jatuh cinta pada ketidak hadir-an rasanya cukup menyesakkan.
Jadi buat apa lagi di ingat-ingat.

Sampai pada waktu yang membawa keduanya pada aktivitas yang sama. Awalnya ada perasaan terlalu bersemangat, seminggu sebelumnya,  kali pertama mereka bertemu lagi setelah sekian lama hilang, ada perasaan bahagia karena akan menghabiskan waktu bersama, ada perasaan canggung saat bertemu untuk pertama kalinya di luar kebiasaan. Disana rasa yang dulu pernah ada rasanya ingin menyapa.

Lalu hari yang ditunggu-tunggu itu katanya datang, ada perasaan bahagia luar biasa, namun entah apa yang dirasa untuk dia yang telah lama menghilang tanpa pesan itu merasa.

Dan malam itu mereka berdua resmi bercerita. 
Pertemuan yang dinanti-nanti itu menyisakan banyak tanya, lalu setelah semua pertanyaan demi pertanyaan terjawab, mereka pun diam. 
Rasanya ada perasaan nostalgia masa lalu yang dirasa, duduk bersebelahan tanpa perlu berkata apa-apa yang membuat keduanya nyaman. Terselip doa malam itu untuk keduanya, jika ini baik untuk keduanya semoga semua ini jadi nyata.

Entah perasaan yang sama membuatnya kemudian membuat berjarak, atau alasan lain untuk sebuah pertemuan. Kalau perasaan keduanya sama, kenapa tidak buat semua ini jadi nyata?

Bukankah kehidupan ini penuh misteri? sampai pada saat yang dinanti terkadang berubah jadi tidak pasti.Yang tadinya ingin lebih mengenal satu sama lain, berubah jadi jarak yang membatasi . 
Ahhh , Semesta memang sedang bercanda, membolak-balikan rasa yang ada entah hanya sekedar pertanda, atau memang semua ini akan jadi nyata. Mungkin esok nanti cerita kita akan jadi berbeda.
Entah kejutan apa yang sedang disiapkan semesta .

 

 

Wednesday, November 28, 2018

Bicara

Ini tentang kamu lagi, yang tadinya sempat hilang.
Aku sudah mencoba lupa bagaimana rasanya jatuh cinta dalam ketidak-tahuan.
lalu sejenak aku melupa. 

Hingga saat itu tiba, kamu tiba-tiba hadir laksana bintang jatuh. 
Menghancurkan pertahanan ku yang telah ku bangun dengan susah payah.

Sejenak aku bahagia betapa banyak kesamaan ku dengan mu untuk sebuah buku, puisi, petualangan dan anak-anak yang membuat aku terlampau suka.
Lalu melihat mu dengan begitu dekat membuat ku jadi berharap.

Sampai hari itu, pertemuan kita untuk pertama kali setelah kamu resmi menghilang.
Entah bagaimana semesta merencanakan nya, ada hari yang akan membuat kita bersama.
Ada bahagia yang aku rasa, aku tahu kamu ada.
Hingga pada suatu pagi hingga malam hari, aku merasa rasa ini memberi ku jarak, membuat mu memilih untuk memberi ku ruang dari kehadiran mu yang aku damba.

Mungkin karena rasa ini ada, yang membuat semua nya seakan berjarak.
Aku ingin sekali bilang kenapa? bukankan kamu disini karena aku ada?
Bukan kah harusnya kita bercengkerama lebih erat ?
Nyata nya rasa membuat kita terlihat sedikit canggung dengan perasaan masing-masing.
Atau ada hal lain yang membuat mu berpaling.




Wednesday, October 31, 2018

Thank's God I found You! 1000 guru

Kali kedua saya mengikuti kegiatan relawan 1000 guru dan saya merasa bersyukur menemukan komunitas ini. Pada kesempatan ini saya bergabung dengan regional Tangsel

Sebelum nya saya merasa sulit menemukan teman dengan pemikiran yang sama, merasa sulit menemukan lawan bicara yang senada. Jika saja saya boleh bercerita, hanya beberapa orang yang saya temui selama saya sekolah - kuliah - kerja, yang punya pemikiran yang sama dan bisa diajak "bicara" . 

Bicara yang saya maksud disini adalah soal kehidupan, bagaimana kita saling memaknai kehidupan, bagaimana pandangan kita terhadap isu sosial atau diskusi penuh makna yang bisa saling memberikan pembelajaran. Tidak mudah memang bertemu orang-orang dengan pemikiran yang lebih terbuka dan mau diajak bicara. 

Dan disini , saya menemukan nya.
Beberapa orang yang saya temui ternyata punya pemikiran sepaham, bahkan terkadang saya yang akhirnya merasa terpana dengan pemikiran nya. Saat itu juga saya merasa luar biasa bahagia.

Jelas sudah dari namanya, komunitas ini punya tujuan yang mulia, semua orang bisa menjadi guru, apapun profesi dan latar belakang mereka, jika kamu mau, kamu bisa bergabung. Fokus kita sama untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik, maka disinilah tempatnya untuk kita mengambil satu langkah kecil berkontribusi untuk sesama.

Lagi-lagi saya kembali terpukau, terlampau bahagia untuk serangkaian perjalanan singkat ini, terlalu berkesan untuk sebuah pertemuan .

Seseorang orang yang saya temui dan sempat sedikit berdiskusi membuat saya belajar, beliau mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya, meninggalkan zona nyaman nya untuk melakukan hal lain yang lebih membuatnya bahagia. Saya kagum, belum tentu saya bisa se-berani itu.
Menjadi relawan ternyata se-menyenangkan itu ya.

Jauh sebelumnya, ada satu hal yang terjadi hingga saya berfikir bahwa kehidupan tak lantas berhenti sampai disini. Saya sempat bertanya dengan diri saya sendiri "apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain di dunia ini?" dari situ saya mulai mencari.

Pencarian saya ternyata sampai pada sebuah komunitas yang tersebar hampir di seluruh regional Indonesia.
Komunitas ini menggabungkan dua unsur Traveling & Teaching secara bersamaan. Relawan juga berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, tapi disini kita punya tujuan satu untuk anak-anak pedalaman Indonesia.

Disini saya tidak pernah merasa menjadi guru, karena nyatanya saya yang banyak belajar dari mereka. Bersyukur bisa menjadi salah satu alasan mereka tersenyum .
Bersyukur bisa sedikit berbagi dengan mereka, mungkin tidak seberapa setidaknya kita hanya berusaha.

Bahagia rasanya menemukan sebuah makna baru kehidupan.
Terimakasih telah hadir memberikan ku pembelajaran.


SDN 7 Mangkurayat, Cilawu, Garut.
Credit Photo by : Rio Trinanda





Monday, October 8, 2018

Nyobain Hotel Kapsul "Bobobox" Paling Hits di Bandung


Akhirnya saya berkesempatan untuk mencoba salah satu hotel kapsul yang cukup happening di Bandung.
Hotel ini terletak di tempat yang cukup strategis di sekitaran jalan raya Pasir Kaliki, atau kalau anak Bandung mungkin cukup familiar dengan Paskal. Kamu bisa cari dengan mudah  di google maps dengan keyword "Bobobox Pod Paskal" .

Pertama dari segi harga, untuk 1 Pods berkisar 200rb rupiah , kamu bisa pesan dari berbagai aplikasi seperti booking.com, tiket.com, traveloka atau aplikasi travel favorit kamu. Atau kalau kamu mau juga bisa langsung install aplikasi Bobobox, untuk pemesanan. Saran saya kamu install aplikasinya terlebih dahulu, karena nanti untuk membuka pods, kamu harus menggunakan QR code yang bisa dibuka dari aplikasi Bobobox, keren kan :)
Tapi kalau pun kamu mau install aplikasi pas check in, juga bisa kok, mereka menyediakan wifi gratis jadi kalian tenang aja.

Setelah Check in dan punya aplikasi bobobox, kamu bisa menaruh sepatu kamu di rak di luar area pods dekat receptionist yang telah disediakan dan menggantinya dengan sendal hotel. Kalau kali ini, sendal hotel ga bisa dibawa pulang ya guys , karena sifatnya hanya pinjam saja tapi sandal nya bukan kayak sendal hotel yang tipis itu , lebih bagus dan bukan yang sekali pakai rusak.

Lalu kalian bisa masuk ke dalam area pods yang terdiri dari banyak pods-pods dengan nomor berbeda, nah kamu tinggal menuju nomor pods kamu . Kebetulan pods saya ada di lantai basemen waktu itu. Menuju lah saya ke pods 8 . Untuk membuka pods, kita harus membuka aplikasi bobobox dan melakukan scan QR yang ada di-aplikasi.

Ukuran pods seluas kasur king size, tapi kamu akan merasa cukup luas didalamnya, semua nuansa kamar putih bersih, membuat suasana sangat nyaman dan lega. Pada bagian pintu masuk pods cukup tinggi, kamu bisa berdiri dengan leluasa, lalu untuk bagian kasur, kalau kamu memilih "earth" itu artinya kasur  berada dibawah, tapi kalau kamu memilih "sky" kasur kamu ada diatas. keduanya sama-sama nyaman kok .

Yang unik dari Bobobox ini, didalam pods, terdapat pengaturan LED yang bisa kamu atur sesuai dengan mood kamu, ada berbagai macam warna, seperti putih, hijau, pink, kuning, biru dan pilihan warna lain yang bisa kamu atur tingkat kecerahan-nya, yang menarik, kamu bisa mengaturnya lewat aplikasi yang sudah kamu install di aplikasi bobobox, high-tech banget yaa.
Didalam pods juga tersedia bluetooth speaker yang bisa kamu gunakan untuk mendengarkan musik favorit kamu, dijamin kamu ga akan bosan berlama-lama di dalem pods yang super nyaman ini.

Untuk fasilitas lainya, sudah disediakan handuk dan dental kit, seperti hotel pada umumnya, kemudian untuk shared bathroom-nya juga cukup bersih dan nyaman. Kamar mandi ada di setiap lantai (Pria & Wanita terpisah) di dalam kamar mandi sudah tersedia shampoo dan sabun. Shower nya ada air hangat, jadi jangan takut buat mandi karena di dalam pods udara nya cukup sejuk, kadang bikin males buat mandi. Disediakan juga hair dryer & hand dryer, lengkap kan .

Di setiap sudut-sudut ruangan juga tersedia tempat duduk buat kamu yang ingin santai atau sekedar ngobrol-ngobrol diluar pods. Dilantai dasar, ada mini pantry yang ada microwave, jadi  bisa sambil duduk-duduk dan menghangatkan makanan kamu.

So, kesimpulannya dengan budget hotel yang cukup terjangkau, kamu sudah bisa mendapatkan fasilitas pods yang high-tech, bersih, nyaman untuk bersantai. 
Mohon maaf foto-fotonya ga lengkap karena baru kepikiran buat bikin review pas udah pulang dari Bandung ^^

Kamu bisa cek Instagram nya di @bobobox_id 

Selamat bobo ! 





Sunday, September 30, 2018

Sebagian Puisi Malam


Bahkan saat pertama melihat mu, ada rasa yang entah bagaimana hadir seketika.
Kamu menarik perhatian ku .
Iya begitu saja tanpa perlu kamu berbuat apa-apa. Aku sudah bisa merasa.
Lalu setelahnya aku punya lebih rasa dari sekedar suka.
Aku kagum melihat mu menjalani hidup dengan cara yang kamu pilih.
Lalu aku mulai mencari tau lagi tentang mu dan aku merasa ingin menjatuhkan hatiku padamu.

Lalu izinkan aku bercerita sedikit tentang mu.
Kamu berasal dari tempat impian ku untuk tinggal dan menetap.
Profesi mu adalah cita-cita ku dimasa lampau.
Melihatmu, seperti melihat impianku diwaktu silam.
Irama kita senada, musik kita terdengar sama.
Kegemaran mu bertualang, membuatku ingin menghabiskan waktu denganmu diluar sana.
Kita bertemu ditempat dengan satu tujuan baik yang sama.
Kebaikanmu tidak perlu lagi aku ragukan

Bukankah sebagian cerita ini terdengar indah?
Andai saja..

Satu hal yang membuatku kemudian ter-sadar.
Kamu telah menjatuhkan hatimu padanya.


Dan dalam temaram nya  larut malam dan sebuah perjalanan,
diam disamping mu menjadi hal paling indah buatku, 
nyaman yang tak perlu miliki alasan
lalu ku sematkan doa untukmu malam itu.

Semoga kamu bahagia :)

Saturday, September 1, 2018

Traveling & Teaching #15 with 1000 Guru Yogyakarta

Berawal dari sebuah perasaan jenuh bekerja dan merasa perlu melakukan  kegiatan positif dalam hidup yang berguna bagi orang lain mempertemukan saya dengan komunitas 1000 Guru Yogyakarta (@1000_gurujogja) sejujurnya ada perasaan menyesel, mengapa saya baru tau sekarang tidak dari dulu saja, tapi inilah kehidupan yang memiliki fase-nya masing-masing. Better late than never, isn't it?

And this is my story ...

Saat saya tahu kalau 1000 guru ada di seluruh pelosok Indonesia, hal pertama yang saya lakukan adalah mem-follow 1000 guru dari berbagai daerah Indonesia. Tentu saja Yogyakarta adalah incaran pertama saya untuk kegiatan traveling and teaching ini :)
Lalu saya coba cari tahu ke teman saya yang pernah mengikuti kegiatan traveling dan teaching ini, karena saya merasa tidak punya latar belakang pendidikan atau mengajar sebelumnya .  Ternyata tidak dibutuhkan skill khusus mengajar disini, selama ada kemauan dan tujuan yang sama serta kesabaran, semua bisa dijalani dengan baik.

Setiap hari saya sibuk mengecek Instagram, kalau - kalau open recruitment dibuka,  walaupun sudah "turn on notification" Instagram @1000_gurujogja, tetap saja saya tidak mau kehilangan kesempatan ikut open recruitment kali ini, karena yang saya tau open recruitment @1000_gurujogja hanya dibuka 1 hari saja.

Sampai pada tanggal 29 Juli 2018,  open recruitment dibuka dan saya segera mendaftar, tentu tidak perlu berlama-lama bagi saya berfikir untuk mendaftar. Setelah mendaftar kita perlu menunggu pengumuman seleksi Tahap 1, tepat pada tanggal 1 Agustus 2018. Tidak sampai disitu, kita harus mengirimkan video berdurasi kurang lebih 5 menit untuk menjelaskan diri kita masing-masing, tujuan dan apa yang ingin kita ajarkan pada kegiatan traveling dan teaching ini.
Pada tanggal 8 Agustus 2018, akhirnya diumumkan tahap akhir yang lolos seleksi dan berhak mengikuti traveling and teaching ke 15 @1000_gurujogja, ada nama saya disitu. Saya bahagia.

Sebenarnya ada kegiatan technical meeting sebanyak dua kali yang diadakan oleh panita, namun karena saya tinggal di luar kota Yogyakarta, terpaksa saya tidak bisa hadir.
Namun saya dan kelompok saya mengajar  memutuskan untuk bertemu H-1 sebelum kegiatan berlangsung . Kegiatan kami berlangsung dari tanggal 24-26 agustus 2018 yang berlokasi di MI Matudhuwur Kecamatan Bruno Purworejo, Jawa Tengah. Waktu yang cukup singkat untuk sebuah pertemuan, namun meninggalkan memori yang cukup mendalam .

Perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 3- 4 Jam dari Yogyakarta, perjalanan kami ini ternyata juga di dukung oleh @dcabid.jogja yang juga baru saya tahu belakangan, sebuah komunitas mobil double cabin Indonesia yang tersebar juga diseluruh daerah di Indonesia. Sedikit pembicaraan kami saat perjalanan menuju Purworejo, ternyata komunitas ini memiliki visi dan misi yang sejalan dengan kegiatan 1000 guru, sehingga bisa saling men-support satu sama lain. Disaat yang sama saya merasa begitu kecil, bahkan begitu banyak orang-orang baik berkumpul untuk tujuan yang sama dengan penuh kesadaran diri sendiri. Kita berangkat hari itu  dengan satu tujuan yang sama untuk anak-anak pedalaman Indonesia yang lebih baik and  I feel so proud being a part of this community :')

Meeting Point di SPBU Ambar Ketawang


@dcabid.jogja


Perjalanan setengah off road yang kita lalui mengantarkan kami ke Desa Bruno, Purworejo. Kami tiba sekitar jam 10 malam, dengan keadaan sedikit lelah, tidak menurunkan semangat kami semua untuk mempersiapkan perlengkapan mengajar kami esok hari.
Setelah persiapan untuk esok hari dan makan malam, serta perkenalan singkat sesama volunteer, kami bermalam di rumah warga setempat. Kami menginap dirumah Mba Tomo, kami tiba cukup larut, jam 12 malam. Walaupun sudah tengah malam ternyata Mbah Tomo dan keluarga telah menunggu kedatangan kami dan menyambut kami  dengan sangat hangat  walaupun sepertinya kami merasa cukup mengganggu tiba tengah malam  karena harus mempersiapkan kegiatan esok hari. Namun Mbah Tomo bersikeras mengatakan kalau kami sama sekali tidak mengganggu malam itu. Terimakasih banyak Mbah Tomo :)

Perjalanan menuju desa Bruno , Purworejo
Persiapan mengajar kelas 3 SD

Esok harinya kami harus bangun pagi hari, karena kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada pukul 07:30 pagi. Walaupun harus tidur tengah malam, dan bangun pagi rasanya semua itu tidak menghilangkan antusias untuk bertemu dengan adik-adik yang siap berbagi kisah dengan kami semua, hilang sudah lelah, yang ada hanya rasa bahagia.

Saya mendapat mendapat kesempatan mengajar kelas 3 SD,  kelompok kami terdiri dari berbagai macam profesi, ada yang Dokter Gigi, Pendidikan Matematika, Pertambangan dan saya sendiri sebagai Engineer. Karena kami 1 kelompok memiliki latar belakang berbeda,  kami memutuskan untuk mengambil tema ajar yang sudah di siapkan oleh panitia. Untuk materi ajar kelas 3 yaitu lingkungan hidup. Kelompok kami memutuskan untuk memberikan materi tentang jenis-jenis sampah : organik, anorganik dan limbah B3, kami ingin mengajak adik-adik untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, serta memberikan edukasi terhadap dampak-dampak pencemaran lingkungan yang bisa membahayakan dan mengancam kelestarian makhluk hidup.
Juga tidak lupa ada materi kesehatan lingkungan yang akan mengajarkan cara cuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar yang bisa diterapkan sehari-hari.

Saat tiba di lokasi, saya berkesempatan melihat-lihat keadaan sekolah ini, beberapa bagian sekolah cukup memprihatinkan, bagian tembok belakang kelas hanya berlapiskan anyaman tikar yang terbuka, namun ruang kelas yang tidak sempurna ini tidak menurunkan semangat anak-anak untuk tetap mau belajar. Ternyata kehidupan ini begitu indah, jika kita mau melihatnya dari sisi yang berbeda.










Masih menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, kegiatan belajar mengajar kami dimulai dengan upacara bendara yang dilakukan di depan lapangan MI Maturdhuwur Desa Bruno,
Purworejo. Cukup sulit untuk merapihkan barisan anak-anak ini, berulang kali kami harus melakukan ice breaking untuk menarik perhatian meraka ke titik yang sama. Selain itu, kami harus berbicara cukup lantang agar bisa menarik perhatian mereka. Maklum anak-anak selalu mudah teralihkan perhatiannya. Pagi pun terasa cukup bersemangat, walau sepertinya habis ini tenggorokan kami akan serak, tapi semua itu tak kan jadi masalah :)









Selepas upacara kami masuk ke kelas masing-masing untuk mulai kegiatan belajar mengajar. Seperti biasa, kami harus mulai dengan ice breaking agar mereka semua fokus pada satu hal bersama, dari mulai tepuk  diam, tepuk dag-dig-dug, sapaan haloo - hai- hallo, semua usaha harus kami kerahkan untuk membuat adik- adik bisa lebih tertib dikelas.
Lokasi kelas 3 , tepat bersebelahan dengan kelas 2, namun hanya dipisahkan dengan pembatas kayu, sehingga kelas kami cukup bising, dengan kegaduhan kelas satu sama lain. Di saat yang bersamaan kami bisa mendengar kegiatan belajar mengajar kelas 2 dan sebaliknya, ini merupakan sebuah tantangan tersendiri, karena kami harus membuat adik-adik kami fokus dengan materi ajar yang akan kami berikan. Kami mensiasatinya dengan membawa adik-adik agar semua merapat kedepan, sehingga apa yang kami sampaikan bisa menjadi lebih jelas.




Kegiatan belajar mengajar di kelas

Waktu di dalam kelas rasanya berjalan cukup cepat, awalnya ada kekhawatiran apakah saya bisa mengajar adik-adik ini , karena ini pertama kalinya saya mengajar, tidak pernah ada pengalaman saya mengajar sebelumnya, namun adik-adik ini sangat aktif dan berpartisipasi, mereka semua sangat antusias mengikuti materi yang kami berikan, awalnya saya mengira anak-anak ini akan pasif. Namun kami salah besar, semua anak antusias, jika kami minta siapa yang mau mau kedepan, banyak sekali adik-adik yang dengan semangat tunjuk tangan, bahkan kami  sempat bingung karena terlalu banyak adik-adik yang ingin berpartisipasi. Biasanya kalau sudah begini, kami akan mulai dengan "tepuk anteng" adik-adik akan mulai bertepuk bersama-sama diakhiri dengan sikap siap duduk dimeja dengan sangat rapih, bisanya kami akan bilang "yang paling anteng akan dipilih kakak-kakak buat maju ke depan yaa" dan mereka pun berlomba-lomba bersikap paling anteng. Benar-benar menggemaskan, seakan mereka lupa bagaimana tadi bersikap begitu gaduh dikelas. Adik-adik ini benar-benar memukau.

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan sikat gigi bersama yang di sponsori oleh pasta gigi Formula, tentu saja dipandu oleh volunteer dokter gigi yang dengan sabar mengajari adik-adik disini bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar.







Setelah edukasi kesehatan gigi dan mulut, kami semua kembali ke kelas untuk berlanjut mengisi "Pohon Harapan" disini kita mengajak adik-adik , untuk berani menuliskan mimpi - mimpi dan harapan mereka. Kami sempat menanyakan apa cita-cita mereka, rata-rata cita-cita mereka ingin menjadi Polwan, Polisi atau Guru. Sama seperti waktu kita kecil, kita hanya mengetahui sebagian saja profesi. Pada kesempatan itu kami berusaha mendekati anak-anak dan menanyakan cita-cita mereka, sambil memberikan sedikit cerita paling tidak, kalau profesi di luar cukup banyak. Walaupun adik-adik kami baru kelas 3 SD, kami sangat berharap suatu saat mereka punya cita-cita yang tinggi yang bisa mereka gapai. Semoga harapan- harapan baik adik-adik semua terwujud yaa. Amiin.
Pohon Harapan

Berlanjut kegiatannya selanjutnya adalah pembagian donasi , memang tidak seberapa dibandingkan kebutuhan sekolah ini yang memerlukan bantuan yang lebih, terutama pemulihan ruang kelas  agar belajar mengajar lebih kondusif,  namun rasanya kami sangat berterima kasih terhadap para donatur, dan panitia @1000_gurujogja yang setulus hati mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik.
Betapa bahagianya melihat keceriaan anak-anak ini yang sibuk membuka tas baru mereka  dengan penuh semangat yang berisikan buku dan alat tulis baru. Bagi kita mungkin hal itu sangat sederhana, namun bagi mereka yang sangat membutuhkan hal sederhana itu bisa menjadi sangat berharga. Saya kembali belajar bahwa kebahagian bisa menjadi cukup se- sederhana itu.





Kegiatan belajar ini ditutup dengan kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Setiap kelas mengadakan perlombaan masing-masing, kami dari kelas 3 mengadakan lomba estafet sedotan, maze runner dan puzzle. Semua anak sangat antusias mengikuti perlombaan yang kami adakan, bahkan terkadang ada kelas lain yang tiba-tiba masuk dan ingin ikut bermain di kelas kami yang membuat suasana kelas kelas tiba-tiba menjadi gaduh.
Adik-adik kelas 3 cukup aktif sekali dalam segala hal bahkan  terkadang mereka terlalu berinisiatif untuk melakukan semuanya sendiri. Seperti saat kami bermain puzzle kelompok untuk menyusun kata-kata O-R-G-A-N-I-K dan mencari gambar sampah-sampah organik, ada anak yang selalu ingin menempelkan gambar dan tidak memberikan kesempatan kepada yang lain untuk menempel gambar, disinilah kami harus memberikan pengertian untuk saling bekerja sama satu sama lain. Memang tidak mudah menghadapi semua perilaku adik-adik ini. Namun dengan bimbingan yang baik, kami yakin kelak adik-adik kita akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Amiin.
Ada sebuah kenangan manis yang tidak akan kami lupakan hari itu, saat kita pamit ada seorang anak yang meminta kita untuk besok mengajar lagi esok hari dan seterusnya dan meminta kita untuk membantu mengerjakan PR mereka dirumah, kami begitu tersentuh dengan ucapan adik-adik itu yang membuat kita merasa sangat diterima di hati mereka, bukan sebagai volunteer, tapi sebagai kakak yang diharapkan selalu ada untuk membantu mereka :')
Terimakasih adik-adik untuk kenangan luar biasa ini.


Disini justru saya yang belajar kepada adik-adik yang dengan penuh rasa semangat masih mau belajar walaupun dengan penuh keterbatasan ruang kelas yang minim fasilitas. Belajar bagaimana bisa lebih menghargai kehidupan lebih baik lagi. Belajar menerima kehidupan dengan banyak keterbatasan.
Terimakasih kepada @1000_gurujogja & @dcabid.jogja dan semua Volunteer traveling & Teaching ke 15 untuk perjalanan luar biasa ini. Serta warga Desa Bruno yang dengan hangat menyambut kami semua. Bahagia bisa berada di sekitar orang-orang baik yang punya tujuan yang sama. Semoga bisa bertemu dikesempatan berikutnya.




credit photo by : @1000_gurujogja

Wednesday, August 15, 2018

Too good to be true

Back Sound : can't help falling in love with you - Joseph Vincent


Iya, sampai pada perasaan bahwa aku Jatuh Cinta.
Jatuh cinta dengan sedikit kenangan yang pernah ada
Karena denganmu, aku tidak pernah sempat membuat banyak kenangan indah.
Sepenggal memori kisah  yang ada hanya sedikit sapa dan senyum bahagia.
Sedikit cerita yang tidak pernah tersampaikan hingga selesai
Sebuah dialog yang kadang hanya searah.
Jika kamu sebuah buku ribuan halaman, hanya paragraph pertama lah yang sempat aku baca.

Lalu aku jatuh cinta, pada buku yang akan aku baca berulang karena mu.
Pada kata-kata yang muncul dan membuatku teringat lagi tentangmu.
Kepada puisi yang kita berdua suka,yang aku tau .
Dan tentang bagaimana aku kembali menemukan lagi sebuah arti perjalanan hidup dari sebuah buku.

Aku jatuh cinta pada lagu yang aku temukan karenamu.
Lagu yang sama, yang membuat aku tau betapa semua kesamaan ini  membuatku tak bisa pungkiri hati .
Sedikit kenangan yang ada membuatku butuh waktu menata hati dan perasaan untuk sekedar melupa.

Hingga sampai pada perasaan bahwa aku jatuh cinta pada kehadiran mu yang tidak aku tahu dimana.


Saturday, July 28, 2018

Living with L.O.F (Lot's of Flower) - Green Cafee in Jakarta

Sebuah kafe di daerah Jakarta Selatan ini bisa dibilang tempat yang sangat unik untuk dijadikan tempat bersantai untuk sekedar makan, minum teh atau kopi ataupun untuk kamu yang tertarik dengan dekorasi tanaman.
Kafe ini memiliki beragam jenis tanaman hidup yang sebenarnya menjadi daya tarik tersendiri untuk tempat ini. Hampir seluruh sudut ruangan dihiasi beragam tanaman hias yang sangat terlihat cantik, membuatmu ingin menjelajahi setiap sudut ruangan .

Saat masuk kedalam kafe ini, mata kita akan disuguhi warna hijau cantik dari puluhan tanaman-tanaman hias yang membuat kita ingin berlama-lama disini dan yang unik adalah semua hiasan ditempat ini bisa kamu beli jika kamu menyukainya, ada label harga yang tertempel disetiap hiasan yang ditaruh disemua sudut ruangan, bahkan hiasan di meja tempat kamu makan dan minum ternyata juga bisa kamu beli.








Disini kamu akan menemukan tanaman hias unik yang rasanya cukup sulit ditemukan ditempat lain.

Tanaman-tanaman ini dikemas secara kreatif oleh pemiliknya , yang membuatnya menjadi tidak biasa, lihat saja seperti tanaman disamping ini yang dikemas seperti buah nanas.

Dan untuk kamu yang ingin berkreasi sendiri juga jangan khawatir, karena ditempat ini juga menjual aneka pot-pot cantik yang bisa kamu beli dan kamu kreasi kan sendiri dengan tanaman favorit kamu .









Untuk kamu yang sekedar ingin bersantai atau ngobrol dengan teman, tempat ini juga menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Bagi pecinta kopi dan teh ada berbagai macam pilihan menu yang bisa kamu pilih, untuk menghabiskan waktu disini.
Untuk makanan juga tidak perlu khawatir, pilihan menu ringan dari mulai salad, pasta , hingga nasi goreng juga ada.
Untuk harga, menurut saya masih dalam kisaran normal berkisar Rp. 25.000 - Rp. 40.000  and its worth it.

Jadi buat kamu yang ingin mencari suasana baru di Jakarta , tidak ada salahnya kamu mencoba tempat ini sebagai referensi untuk makan siang atau sekedar hangout dengan teman-teman , semoga bermaafaat ^^







Sunday, July 8, 2018

My point of view - Titik Nol

Saya mendapat sebuah rekomendasi buku, dari seorang yang cukup saya sukai untuk tulisan-tulisanya.
Menurut saya membaca dan menulis adalah suatu keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan, seseorang yang suka membaca pasti menyukai tulisan, ataupun menulis, setidaknya itu yang saya rasakan dan saya lihat dibeberapa orang yang saya tau.
Dan ada sebuah ketertarikan yang sama antara apa yang seseorang tulis dan apa yang suka ia baca.
Karena boleh jadi tulisan- tulisan dari seorang penulis sedikit banyak terisnpirasi dari buku-buka yang ia baca.
Asumsi saya pribadi, seseorang yang menulis kata-kata dengan baik, indah pasti bacaan buku nya sama menariknya dengan apa yang ia baca.
Jadi kalo anda ingin sebuah rekomendasi buku, ambil lah dari orang-orang yang yang anda tau tulisannya anda sukai, karena bisa jadi, apa yang ia baca juga akan menjadi kesukaan anda juga.

Dan inilah sebuah rekomendasi buku yang saya dapat dari penulis favorit saya dan ternyata asumsi saya benar adanya. I love this book as much as he did.

Buku ini menceritakan sebuah perjalanan kisah nyata seseorang yang memutuskan untuk mengambil sebuah langkah luar biasa besar dalam hidupnya. Meninggalkan segala hal yang ia punya, gelar , tempat tinggal, bahkan keluarga. Semua ini dilakukannya untuk menggapai mimpi dan cita-citanya pergi keliling dunia. Tujuan akhir perjalanan sudah ia tetapkan, negara-negara telah dipilih untuk disinggahi.
Namun dalam perjalanannya ia menemukan sebuah makna perjalanan yang sesunguhnya. Menemukan arti kehidupan yang hanya bisa ditemukan dalam sebuah perjalanan.
Tidak banyak orang yang mau mengambil resiko kehilangan segalannya demi sebuah perjalanan yang bahkan tidak pernah diketahui akan berhasil atau tidak, tidak tahu apa yang akan dihadapinya di depan sana. Namun ia berani mengambil sebuah langkah perjalanan besar yang dimulai dari sebuah Titik Nol.

"Dari Titik Nol kita berangkat, kepada ke Titik Nol kita kembali. Tiada kisah cinta yang tak berbubuh noktah, tiada pesta yang tanpa bubar, tiada pertemuan yang tanpa perpisahan, tiada perjalanan yang tanpa pulang"  - Titik Nol (Agustinus Wibowo)



Sunday, July 1, 2018

Tergantikan Sudah


Sebelum dia pasti ada kamu, lalu sebelumya ada aku.

Ada kegembiraan luar biasa yang muncul entah bagaimana saat rasa sakit hati telah digantikan sebuah rasa damai.

Yaa. Ada hal dalam hidup ini yang tidak bisa dipaksakan, tidak bisa dipaksakan untuk lapar, dipaksa untuk sedih, dipaksakan untuk bilang, dipaksakan untuk suka atau dipaksakan untuk jatuh cinta.

Ada beberapa orang tersakiti karenanya, karena rasa cinta yang tidak berbalas, karena kenyataan pahit bertepuk sebelah tangan, karena diam diam suka. Tapi semua ini perjalanan .

Nyatanya hati melambat laun sembuh.
Yang biasanya salah tingkah, hilang arah, gemetar tak karuan, kehilangan kata saat berjumpa.
Kini biasa saja..

Ada kedamaian saat mengetahui sebuah kebenaran yang menyakitkan.

Semua sudah di takdirkan, semua telah memiliki jalan-nya masing, buat apa meronta-ronta kehausan di tengah gurun pasir yang sudah kita tahu tidak ada air? bukankah itu sia-sia? lalu mengasihani diri sendiri, untuk sedikit diberi. Padahal hanya lupa kalau sudah bawa  bekal air . Ahhh sudahlahh~~

Nyatanya yang lalu akan berlalu, digantikan yang baru, esok kan masih ada, kalau memang yang harus kembali pasti akan kembali, kalau memang harus pergi yaa akan pergi dan pasti akan terganti.

Sepintas "Hai"....


Ada yang ditunggu setelah terlalu lama mengasingkan diri masing-masing di pertapaan paling nyaman, dimana kebebasan tidak melakukan apapun bisa ditemukan , sebagian menyebutnya adalah "Rumah"
Seperti semua pulang yang  telah dijadualkan untuk kembali. Aku, kamu, kita semua kembali.
Kembali pada rutinitas yang menghidupkan kita semua, menghidupkan perekonomian , menghidupkan setiap tujuan.

Hari berselang sepertinya terlihat ada yang hilang, tidak ada tanda-tanda keberadaan, tidak ada senyum sapa yang ditunggu akan datang. Hilang sudah.

Namun semesta punya rencana untuk pertemuan manis antara dua insan yang diandai-andaikan  dapat bersama.
Entah bagaimana tersusun sebuah rencana mempertemukan dua anak manusia itu dalam sebuah pertemuan singkat di waktu yang sangat tepat. Mereka bertemu, keduanya menatap , mengucap "Hai" dengan senyum paling manis yang pernah ada.
Tidak ada satu menit pertemuan itu, hanya sepintas lalu untuk melanjutkan rutinitas masing-masing.
Karena tidak pernah ada yang tahu, betapa berharganya beberapa detik keramahan seseorang bisa membuat orang lain sangat bahagia.

Itu cukup. Gumamnya dalam hati. Kita masih punya esok kan untuk bertemu?

Wednesday, June 27, 2018

Saya Bercerita

Menulis menjadi bagian dari saya.
Sebagai seorang yang tidak suka bercerita macam-macam kepada siapapun (bahkan ke orang tua) 
menulis menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan pemikiran yang tidak sempat diutarakan.
Tentunya setiap penulis punya inspirasi nya sendiri-sendiri.

Salah satu penulis favorite saya adalah Dee - Dewi Lestari.
Saya jatuh hati dengan sebuah karya Album Musik Dee yang berjudul Rectoverso.
Setiap kata benar-benar dikemas secara puitis, namun tidak terlalu terkesan menye-menye.
Banyak makna tersirat di dalamnya, namun semua pesannya ter sampaikan dengan indah, halus dan romantis yang membawa saya berada pada perasaan bahagia dan haru disaat yang sama.
Bisa dibilang saya sangat terinspirasi oleh Dee.

Kemudian, belum lama ini saya tau  kalau ternyata, Fiersa Besari adalah seorang penulis.
Sebelumnya saya tau ia adalah seorang musisi, namun  belakangan saya tahu ternyata tulisan nya telah membuat saya kembali jatuh hati.

Kemudian saya mulai membaca karya nya yang bertajuk "Garis Waktu" 
Saya tidak berhenti tersenyum-senyum sendiri saat membacanya, saya suka bagaimana Bung (panggilan akrab Fiersa) mengemas rangkaian cerita terpisah yang memiliki benang merah.
Dan kalimat yang digunakan nya buat saya cukup puitis, romantis dan terdengar indah, dan yang paling penting, selalu ada pesan moril dibalik semua cerita Bung, selalu ada pesan yang ter-sampaikan , selalu ada kata-kata yang membuat kita akan ingat, membuat kita ingin mendengar nya lagi dan lagi agar tidak melupa.

Tidak hanya tulisan, Bung juga punya berbagai project yang berhubungan dengan sastra.
Seperti komunitas pecandu buku dan Suar Aksara.
Yang cukup menarik ada Suar Aksara, dimana Bung beserta kawan nya Wira membacakan sebuah puisi di alam bebas. Buat saya itu sebuah karya yang sangat indah.  

...
Dan ...
Rasanya aku jatuh hati lagi. Kepada literasi dan puisi.
Kepada kamu yang menyukai dingin dan angin .
Yang menatap langit untuk waktu yang lama tanpa berpaling.
Yang melangkah jauh menuju satu puncak tertinggi.
Untuk sekedar bernapas lega dan sedikit hilang dari keramaian ini.

Dan..
Dengan cahaya yang tidak begitu terik
Gelap yang tetap membuatku melihat
Harum vanilla dan buah lemon
Serta secangkir teh dingin.
Ijin kan aku menulis tentang hidup, cinta, dunia, atau apa saja yang ada.
Dan tentang kamu. 
Yang mungkin suatu saat akan melupa dan berganti cerita, atau tetap disana dan kita bisa menulis bersama menyambung cerita.




Counter