Saturday, December 22, 2018

Doa mu terjawab sudah

Hari ini doamu terjawab sudah .
Seperti biasa, kalian kerap bertemu di linimasa sosial media.
Lagi lagi dia, pikirmu.
Untuk sebuah cerita kamu mulai berkomentar duluan.
Tak mengapa, toh ia selalu membalas pesanmu, tak jarang malah pembicaraan kalian berlanjut.
Tak ada yang salah dengan kata-kata mu.
Tak ada juga  yang kamu tunggu.
Tiba-tiba ia mulai berkelakar soal ajakan nya ke suatu tempat yang ia cinta dan yang kamu damba.
Seketika hatimu luruh kegirangan, tak peduli kemana asal bersamanya.
Lalu seketika juga hatimu hancur lebur berantakan saat tahu semua rencana nya bukan untukmu seorang.
Ia jelas mengajakmu diurutan terakhir .
Mengajakmu bergabung, hanya untuk meramaikan suasana saja.
Kamu bukan orang pertama yang diajaknya.
Ia sudah merencanakan perjalanan ini dengan yang lain.
Mengajakmu mungkin hanya basa basi karena waktu itu ia pernah berjanji.
Jelas sudah kamu hanya bagian abu-abu yang samar.
Bukan tujuan, hanya singgah untuk berubah pikiran.
Senyum mu berganti lirih,.
Kamu sama sekali tak berniat lagi dengan ajakannya kali ini.
Ikut bersamanya, hanya akan membuatmu sakit hati lebih parah lagi.
Seperti menceburkan diri sendiri di lautan karsinogenik.
Kamu hanya akan meracuni dirimu sendiri.
Jelas kamu lebih memilih menarik diri.

Belakangan kamu kerap berdoa
Jika memang ia jalan- Nya, semoga semua ini nyata.
Namun jika bukan tunjukkanlah segera
  
Seketika doa mu telah terjawab, ia yang kamu damba nyatanya memilih menjadikanmu bukan yang utama.
Lalu buat apa kamu menaruh harapan pada seseorang yang tak menjadikanmu satu-satunya pilihan.
Setidaknya kamu pernah mengambil peran di hidupnya. Kalau nyata nya mereka berdua akhirnya bersama,  itu karena kamu yang mempertemukan keduanya.
Tenang saja, semesta ini selalu punya cara mempertemukan dua orang manusia.
Namun kali ini, mungkin bukan waktu mu untuk bersamanya.

No comments:

Post a Comment

Counter