Sunday, April 29, 2018

Bitter Sweet

Hari itu nampaknya sama seperti hari-hari kebanyakan. Aktivitas harian yang bisa kamu lakukan, satu yang penting, kamu memutuskan untuk menghilangkan dia dari benakmu.
Semenjak rutinitas pagi yang telah berubah saat dia memutuskan untuk tidak lagi muncul di tempat yang sama. Hari mu resmi berubah. Tidak ada lagi senyum sapa yang kamu harapkan ada, karena peluang bertemu dengannya hampir pasti. Kemudian ia memutuskan untuk tidak muncul lagi disana, bukan salah mu jika kamu mulai tidak suka dengan keadaan ini, saat berharap menjadi hal yang paling sia-sia untuk dilakukan. Dan saat itu, kamu memutuskan untuk lupa.

Hari rasanya berjalan biasa, perlahan kamu mulai terbiasa dengan tidak munculnya dia disana, hari mu kembali normal.

Hingga entah apa yang membuatnya muncul di hari itu, ia sebelumnya bahkan tidak pernah ada di sebuah pertemuan yang rutin kamu adakan ini., bahkan namanya tidak pernah ada di daftar nama-nama orang yang harusnya hadir. Kamu tidak pernah siap untuk melihatnya di pertemuan itu. Lalu seketika kenapa ia muncul?

Seketika jantung mu kembali berdegup tidak normal, jari-jarimu mulai gemetar, kamu berusaha tenang namun rasanya itu sulit, diluar kontrol mu terhadap tubuh ini, rasa nya ada adrenalin yang sedang di pacu tanpa henti, kamu jelas tidak suka hal ini. Kamu tidak siap untuk melihatnya hadir. Hingga pertemuan itu berakhir, kamu berusaha tenang berbicara dalam kondisi tidak normal itu, jantung mu tidak berhenti berdetak kencang, jelas kamu bertanya pada diri. Apa yang terjadi kini?
Sepanjang pertemuan itu, kamu berusaha tenang, kamu bicara hanya saat diperlukan, rasanya semua kata-kata yang ingin kamu sampaikan hilang, kamu berusaha untuk tidak menatapnya, padahal ingin sekali kamu bicara dengannya, bertegur sapa atau menghabiskan waktu lagi bersamanya.

Jelas kamu berusaha untuk tidak berharap padanya, namun seketika ia muncul dihadap mu, jantung mu mulai berdetak tidak normal seperti orang yang sedang jatuh cinta. Tidak, kamu tidak ingin jatuh cinta hanya sendirian, kamu tidak ingin terlalu jatuh hingga tak bisa lagi merasakan cinta. Kalaupun iya, kamu ingin hanya ingin kita saling jatuh cinta. 

Friday, April 13, 2018

I saw you

This is not a first time I saw you ...

From far away, I can noticed it was you.
But, when it get closed. I'll be pretending no seeing you at all.
I'am to afraid facing you! I can't!

This is not a first time I saw you...

I'm seeing you .
But I even can't touch you or feel you inside.
Its only difference a few second for us to get  accidentally meet each other.
I miss a second to face you, for at least smiling at you or saying "hi". But it didn't happened.

I keep my distance to make me safe. 
I'm afraid this feeling wont be going well. 
There's a barrier's between us and you need more than a breakthrough to make it real. 
And I even not seeing you'll get through of this. 
I don't seeing anything will through .At least from now. I thought. 
you don't even move. 

Are you alive? 


Wednesday, April 11, 2018

Langit Merah Muda


"Entah kelabu atau jingga. 
Aku tak lagi bisa membedakan warna yang kurasa.
Semua terasa sama saat aku tau mentari pagi dan senja yang aku mau, ternyata tanpa kamu.
Lalu bagaimana aku bisa katakan pada malam penutup hari yang terkesan sendu. 
Aku lelah. Izinkan aku menepi. Izinkan aku berlabuh"

Nyanyian mu pada malam tak kunjung usai.
sampai sore ini senja terlihat terlalu merona merah seakan tersenyum padamu.
Mungkin ia terlalu lama melihat mu merindu.
Dan seperti ingin memeluk mu dari jauh. 
Senja kirimkan berjuta warna indah untukmu. Merah muda. Warna favoritmu.
Kamu tersenyum bahagia.

Seakan langit senja bicara "Hai tersenyum lah "
Tak hentinya kamu menatapnya, mengatakan kalau kamu baik-baik saja. 
waktu seperti berlalu cepat, saat senja mulai berjalan menapaki belahan bumi tempat kamu berada.
tiada pilihan lain buat mu selain merasa. 

Tersenyum lah kamu.
kamu yang sedang menanti. 
Tak perlu bersedih , karena matahari esok menyambutmu dengan pagi.
dan katakanlah pada semua mimpi-mimpi . Aku disini.

Tuesday, April 10, 2018

With or Without Reason

"Thanks for being comfortable sitting beside me, with doing nothing"

I whisper it gently to the air, when you beside me without sound. Well, of course its like I talked to my self , no one listen. Just me and my universe.

I do believe "Everything's happened for Reason" .
Why we're here.
Why we're meet? or why we haven't met yet.
Why we have this feeling.
Why my heart beat abnormal when I'm with you.
or Whatever that happened in our life.

Everything has a reason.

We just not knowing for sure , at least for now, but someday we will.
Some of happened in my life and I just found out now, why is it happened in the past.
So, anything happens right now, should be a reason for sure in the future. I believe that.

as simple as you choose sit beside's me more than once. I just want to say thank you for being comfortable beside me without feeling awkward . With or without reason.

Monday, April 9, 2018

Is it normal?

Hari itu kali kedua kamu bertemu dengannya . 
Dia yang membuat jantung mu berdetak tidak normal.
Dia yang membuat kamu peduli apa rambutmu berantakan.
Dia yang membuat tidak nyaman karena kamu harus punya rasa.


Kamu tidak berharap dia ada, tidak.
Kamu hanya ingin hari mu tenang, tanpa kamu harus perlu berfikir tentangnya.
Karena buat mu , dunia sudah membuat mu lelah dengan tanya.
Dan kamu tidak butuh lagi resah. Kamu butuh sebuah jawaban untuk menetap.


This  is not your first day seeing each other
but it looks like you're both feel strange.
Why?
Did you have same feeling?
So why you just kept silent in a word?

you both already spent a whole night dinner like a couple in one day.
is it not enough to make you make a move first?
I think so.
and even when it's only Hi.... its mean a lot.



Saturday, April 7, 2018

Story about My First Cold Brew Tea

Kalau kamu  baru tau sekarang ternyata  teh bisa di seduh pakai air dingin, no need to worry, we're same.
Jadi ceritanya dimulai dari sebuah pertemuan manis dengan se-teko peppermint tea yang sejujurnya tidak sengaja ter-pesan di sebuah cafe di Kelapa Gading bernama Sensory Lab. Saya suka sekali dengan teh, tidak  ada satu hari pun tanpa segelas teh dingin,. Minum teh sudah menjadi sebagian rutinitas hari yang tidak akan ter-lewatkan buat saya.
Dan hari itu saya tidak sengaja memesan "Whole Peppermint Tea", bayangan saya menu ini akan disajikan dengan gelas penuh es batu dingin, ternyata yang datang, satu teko bening daun peppermint yang di seduh dengan air panas dengan begitu cantik nya.
Awalnya saya merasa agak ragu dengan rasa yang akan saya dapatkan, karena saya penyuka black tea dengan rasa yang ringan, lembut dan aroma yang khas. Salah satu teh favorit lokal sejauh ini yang saya temukan yaitu "Teh Prendjak" (terakhir saya beli online di Lazada, karena agak sulit mencarinya di Alfamart tempat saya tinggal)



Back to the peppermint tea. First impression yang saya dapatkan dari tampilan penyajian peppermint tea ini  cukup menarik, dengan teko bening &  cangkir putih yang membuat daun pepper mint tea terlihat begitu cantik. Kemudian saya menuangkannya ke sebuah cangkir kecil yang telah di siapkan dan saya merasa jatuh hati saat meminumnya untuk pertama kali. Love at the first sight? feels like falling in love? Yes !
Rasa nya sangat ringan, lembut dan aroma peppermint-nya sangat menenangkan dan benar-benar membuat kecanduan!
"Whole Peppermint Tea"

Sampai keesokan harinya saya memesan lagi menu yang sama "Whole Peppermint  Tea" kali ini dua teko! it's really  refreshing, soft and gently calming down.
Buat beberapa orang mungkin rasanya hanya terasa hambar, tapi untuk mereka yang menyukai teh aroma , peppermint tea menjadi sebuah alternatif  teh yang sangat menyegarkan.
Dan saking jatuh cinta-nya, saya pergi ke sebuah supermarket yang menjual berbagai macan jenis teh untuk mencari peppermint tea dalam bentuk teh kemasan.
Harganya ternyata cukup lumayan mahal berkisar antara 50 - 100 ribu untuk satu pack teh kemasan berisi 20-25 tea bags, karena hampir semua teh yang saya temukan di toko ini berasal dari luar negeri.
Agak sedikit gambling, saya membeli satu pack tea bermerek "Ahmad Tea London" dengan varian Peppermint & Lemon. Sejujur nya saya sangat berharap rasa dan aromanya akan  menjadi kombinasi yang sangat menyenangkan. Tapi saat saya menyeduhnya untuk pertama kali, saya kurang suka dengan aroma-nya yang buat saya lebih seperti ramuan teh herbal rempah . This not my favorite.

Keesokan harinya karena masih penasaran, saya kembali mencari alternatif peppermint tea dalam kemasan. Kali ini saya memilih pure peppermint tea dari "Twining's of London" sejujur  nya saya cukup yakin saat membelinya, karena brand ini cukup terkenal bagi pecinta teh. Namun bagi saya ternyata aroma daun-nya cukup kuat, saya suka aroma peppermint-nya tapi terkalahkan dengan aroma daun (saya menyebutnya langu) yang sangat kentara saat diseduh air panas.




Di sela-sela terhadap pencarian peppermint tea leaves dengan aroma dan rasa yang ringan ini. Saya menemukan beberapa artikel tentang Cold Brew Tea.
Sebagai pencinta minuman dingin, teknik penyeduhan teh ini cukup menarik buat saya.
Cara-nya sangat mudah, kita hanya perlu menyeduh teh favorit dengan air dingin dan didiamkan semalaman di kulkas.
Dan ternyata saya baru tau kalau menyeduh teh tidak harus pakai air panas.  Memang butuh waktu yang cukup lama, tapi buat saya, aroma nya menjadi lebih kuat dan menyenangkan.
Percobaan pertama  untuk Cold Brew Tea ini menggunakan black tea favorit saya dengan aroma yang unik dan saya sangat menyukai hasilnya.
If you're tea lover, you must try!

Credit picture : Pinterest







Counter