Saturday, March 31, 2012

apa ini jelaskan padaku?

Harapannya jelas, pertnyaannya apakah ia bagian dari harapannya itu, pernah tersirat untuk tidak berharap jauh, namun semua jelas sudah terlihat, mereka yang bahkan tak tahu menahu pun bicara soal ada. Ada yang harusnya mungkin tidak, lalu kemudian semua akan kembali membiasakan diri bahwa keduanya ada dan jelas sudah.

Mimpinya bukan sekedar harapan palsu yang kosong begitu saja, ada tujuan indah besar di depan sana ....menunggu, hanya saja semua ini butuh waktu. Kemudian munul saja harapan baru yang membuatnya bahagia, ini bukan soal keberadaan atau sedikit perhatian, namun sebuah kenyamanan luar biasa yang mengalahkan pemikiran sebelumnya, jiwanya seakan telah menemukan apa yang ia cari, harinya indah penuh warna setia saat. Harinya kini punya alasan, esok yang ia tunggu segera tiba denganya.

Mungkin ada kerasaahan soal harapannya yang terasa belum pasti, apa harus mengabaikan semua rasa yang takkan bisa dihilangkan begitu saja? bersamanya adalah kebahagian sekaligus keresahan luar biasa yang menjadikan setiap harinya penuh tanya, lantas sebenarnya apa ada tujuan akhr semua ini, harapnya begitu tulus untuk menjadinya terus bermakna. Kalo yang satunya sudah bisa jelas dipastikan, hatinya tidak akan mempermainkan perasaaan yang ada, tapi kalo yang satunya akan mecoba menjadikan ini kepalsuan belaka, mungkin ia akan menyesal menyakiti seorang yang tulus menjadikan ia alasan harinya esok tetap ada. sederhana. aku ingin esok cepat tiba dan semua cepat lupa, kemudian kita hanya perlu bahagia :)

"aku tidak perlu tahu satu dua alasanmu apa itu, yang aku tahu sekarang, hatimu tau seperti hatikupun tahu, jelas sudah saat ini satu alasannku itu kamu, silahkan mengabaikan jika mau hingga aku jenuh, selama rasa ini ada, hatiku tetap sama, biar saja waktu yang mejadikan ini nyata, aku akan terima meski tak bisa, jika memang ini jalanya biarkan kita bahagia dengan cara-Nya"


Tuesday, March 27, 2012

Seketika tiba-tiba rasanya ada yang ingin kusampaikan, entah kelelahan luar biasa ini membuatku merasa apa yang mungkin harusnya aku rasa lelah. Entah perasaan rindu sederhana yang aku rasa itu memang benar ada. Aku cuma butuh itu, yaa kalimat itu. Semangat'mu. dan semua itu cukup. 
semua jelas sudah, rasa yang hadir di kedua-nya harus hanya tersimpan begitu saja, entah apa atau bagaimana semuanya akan berjalan, tapi jelas saat ini semua harus tetap begini, ada perasaan luar biasa yang entah apa aku menyebutnya, yang aku rasa  ingin semua ini cepat berlalu, aku atau ia cepat lupa. Pertannyaanya tidak akan terjawab saat ini, tapi satu yang pasti semua ini akan berakhir baik kan? iya itu harus, aku  hidup untuk sebuah harapan baik penuh tujuan, biarlah semua menerka apapun itu tapi yang pasti aku tau semua ini.

Saturday, March 17, 2012

dari "rectoverso" grow day older

We both laugh and hang up after exchanging sweet nothing, like "take care" or "take it easy", or "have a great day". It was never my style, but he had unknowingly taught me this by just being himself - a naturally polite and thoughtful guy. His prince charming attitude had somehow infected me. We still have our bitter sides that we share from time to time, and that`s what I love the most about our connection. For me, a perfect chocolate bar should be bitter sweet, not all sweet and certainly not all bitter, for then you lose all the fun. We`re like that dark chocolate bar where you can have four at once whithout getting jittery. ~ For once, I strive to be blatantly honest about who I truly am. To him, I might be this creative genius, a spiritual enthusiast with whom he can spend hours discussing the illusion of self. To him, I might be a unique blend of lowbrow jokes and complicated quantum theories. To him, I might be the perfect friend. But deep down, I`am just in love.~

Ambigu part 1

Sebuah warna baru untuk kehidupan yang tidak benar-benar baru, hanya keadaan yang membuat smuanya terkesan berbeda. Kehadirannya bukan sekedar ada, namun sebuah warna, yang tidak pernah ada di deretan warna seperti yang mereka semua tahu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna yang dibicarakan itu tidak ada di daftar itu. Namun baru, tapi bisa dipastikan itu warna yang sangat indah. Kemudian mereka akan mulai menebak dan berasumsi macam-macam, memang terlihatnya seperti tebakan mereka, namun tidak smua benar, yang tahu pasti ya hanya mereka yang jadi object tebak-tebakan. Dunia yang berbeda hadir yang bisa jadi lebih menarik dari yang sudah ada, bukan karena tidak menyukai yang telah ada, namun yang ini berbeda dan sayang untuk diabaikan. Menariknya seakan ada mantra pelindung seperti sihir dalam kisah Harry Potter. Dunia itu tidak bisa dimasuki yang lain hanya mereka yang punya pemikiran cara mereka yang bisa mereka mengerti.

spontanitas hitungan menit

menyenangkan menulis banyak hal menarik, tapi belakangan tidak begitu banyak hal yang menarik perhatian untuk ditulis. Objectnya menghilang, terus salah siapa? 
"Setiap orang kan juga butuh bicara, butuh seseorang yg bisa diajak bicara!" - begitu pembelaanya. mungkin.
 Dan setelahnya ada kalimat yang seharusnya diketahui lebih awal: "some words are better left unsaid, and the truth inside better stays unknow". Kalo gitu lebih baik diam ya? Ini baru namanya pelajaran hidup. Masih banyak yang akan lebih menarik. Tapi kita tetap harus sebaik dulu, seperti sebelumnya, tidak sulit, trust it :)

Tidak perlu terlalu dimengerti

gelasnya bening cemerlang, sempat terisi tapi airnya brwarna pelangi. Dia bertanya "apa itu mungkin?"- pertanyaanya seakan butuh jutaan tahun cahaya untuk jawaban, tapi sbenarnya cuma butuh satu detik ucapan "ya" sama seperti "hujan warna-warni, kata orang tak mungkin kan?"- ini semua kan cuma masalah imajinasi- bisiknya dalam hati.

lalalaala~

Mereka tidak bertengkar, bukan juga saling bermusuhan, kemudian salah satunya bertanya, "ada penjelasan untuk smua ini dan mengapa?". Jawaban singkat yang tidak biasa "tidak". Baiklah sudah cukup banyak pertanyaanya, sudah jutaan maaf diterima, dan semua diam. Dunianya yg pernah sama, tidak lagi menjadi alasan. Dan ketika salah satu mereka pergi selalu saja ada yang hadir mengisi, senyumnya kembali, pemikirannya kini jauh dapat dipahami, "ada hal yang jauh lebih penting"- bisiknya dalam hati.

Bukan apa-apa

Ceritanya kerap berganti sejak ia memutuskan "hari jadi jatuh cinta-nya". Ceritanya selalu menarik untuk diperbincangkan lama sambil memilih soundtrack lagu yang sesuai untuk setiap cerita. Peran yang sangat penting dalam kehidupannya setahun terakhir adalah sahabat. tapi apa iya penting juga baginya. Tidak pernah ada maksud apa-apa selama ini, kenapa memprasangkai sahabatnya begitu besar dan merusak semua, "heyy kamu lihat bintang yg masih bersinar itu? Bumi kita masih berevolusi terhadap matahari, dunia masih hidup, kita masih ada di galaksi bimasakti, ilmu kedokteran bahkan masih berusaha menemukan penyembuh leukimia, perjalanan masih sangat panjang". Lalu kenapa ada kekhawatiran tentangnya, lucu kan? . Ohh, jangan tertawa dulu bukan saatnya, detik ini mungkin seperti sekarang, tapi tidak ada yang tahu esok kan, kenapa begitu angkuh?

lupakan soal melupakan

sebelumnya file itu tersimpan rapih, cukup baik trsimpan hingga hampir terlupa, jika saja tidak pernah ada kesalahan istilah abad ini yaitu "copy paste", mungkin akan terlupa. Niatnya 400 halaman mungkin akan tercipta, namun dalam semalam alur yg tadinya direncanakan berubah haluan. Sebenarnya hanya iseng belaka, tapi ketika mendapat sedikit pujian atas apa yg dibacanya, semua kembali teringat, mau tidak mau akhirnya yaa, ceritakan sajalah, satu hal yg paling tidak menyenangkan hanya bagian cengeng, yg terkesan menye-menye belaka, tapi demi apapun juga, semua itu reflex tingkat dewa yang tidak dapat dihindari. Niat menyelesaikan tulisan itu kembali, dan akan dilanjutkan hingga selesai, saat ini satu hal yang paling butuhkan, hanyalah..... bicara.

another part of Ambigu

Ia ingat setiap detiknya, karena jika itu jadi penting, ia akan melukiskanya dalam catatan warna-warni penuh suka cita, ia tidak melukis, hanya menulis.
"Kata-kata itu berwarna, tidakkah kau sadaari?". Belasan orang bertanya padanya- 
"bagaimana kabarnya dia sekarang? Dimana dia?" . Rasanya tertusuk dalam saat harus menyadari, sekarang tidaklah sama, lalu kenapa mereka bertanya padanya? butuh waktu lama untuk mulai terbiasa dgn keadaan ini, tp mereka smua tidak tau itu. Apa rasanya saat seseorang yang berusaha keras kamu lupakan, justru mereka tanyakan padamu, seakan kamulah yang tau segalanya?
"sakit, terhenyuh, terdiam dan kembali teringat ". ~aku berusaha mencoba untuk lupa, namun dunia seakan tak mengizinkanya. Mengapa? ~ ........

6 februari

"Terdiam aku , engkau dekat, dapat ku sentuh, rasa dan ku gapai, aku katakan semua yang aku bisa, aku rasakan semua yang harusnya tidak. Hatiku berpaling sekarang. Padamu"

Sederhana

"aku mencintaimu dengan sederhana, seperti matahari kepada siang, seperti bulan kepada malam... terus berulang tak lelah menjalin setia" (YW). 


Sederhana saja kan, Namun pertanyaan kini, kepada siapa? dirinya hanya diam, terpaku tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, ia membisu antara kebingungan yang mendadak datang atau kehampaan yang tak terjawab. Dirinya tau perasaan se-sederhana itu ada, bahkan pada detik ini juga, namun pertanyaan-nya kian tak terjawabn, dan itulah yang sesungguhnya.

Lantas kenapa?

Mereka hanya bisa bilang dengan nada tidak percaya "itu kan khayalan tingkat tinggi anak kecil saja". Lantas dimana letak masalahnya, jika hal yang menurut mereka cuma khayalan dan tidak mungkin itu justru menjadi keyakinan seseorang, padahal mereka tidak melakukan apa-apa, dan langsung memutuskan itu tidak mungkin. Apa iya harus mempercayai mereka yang bahkan untuk membayangkannya saja mereka enggan, namun sudah mendapatkan kesimpulan akhir semua itu tidak mungkin. Mereka tau tidak? Ada yang namanya kekuatan pikiran yang jauh melebihi kekuatan manapun diluar batas kesadaran bahkan logika. Lalu apa fungsinya berkeyakinan, beragama, dan ber Tuhan, jika masih tidak mempercayai ada kekuatan yang diluar batas logika rasional manusia. Disinilah fungsi keyakinan. Membuat semua yang tampakanya irasional bagi kita semua menjadi rasional. Diluar semua itu apakah mungkin atau tidak, tidak ada salahnya kan memiliki apa yang diyakini, selama tidak mengganggu keyakinan orang lain. Tuhan memang satu kita yang tak sama~

Harapan pertemuan kemudian

Keduanya pernah berjalan beriringan, bersama dalam banyak kesamaan dan sejalan dalam berbagai pemikiran, yang tak bisa dipungkiri hanya perasaan keduanya, entah apa jenisnya tidak pernah ada pembahasan yang menjawab pertanyaan salah satu diantaranya, yang lain hanya bisa mengabaikan, namun jutaan tanda tanya bagi dia yang menyimpan perasaan mendalam masih berlanjut sepertinya sampai ada penjelasan logis, sebenarnya apa? Hitungan pertemuan dimulai, akan berbeda rasanya karena anggapannya adalah perpisahan, berusaha saling mencoba untuk lupa yang tak pernah berhasil, sekiranya waktu adalah jawaban untuk suatu kesadaran memperbaiki keadaan, bukan malah menghilangkan kebersamaan yang sangat berarti dan sangat bermakna di waktu yg pernah ada, harapan pertemuanya cuma satu. Semua membaik.


Tidur

Jelas iya aku lihat walau dari balik celah itu, damai menatap matanya ketika ia lelah tertidur, tanpa perlu lagi ia berusaha membuat kami tertawa, atau sekedar bertidak gila yang akan membuatku tertawa riang. Tak ada yang melihat aku memperhatikaanya, memandang teduh wajahnya yang menyampaikan kelelahan saat iya tertidur, jiwanya mungkin sedang entah kemana, biarlah aku bisa lagi memandangnya tanpa perlu ia tahu.

masih 3 februari

Ada penuh harap bahagia, ia yang hadir dari dulu kini kusadar, kendati aku nyaman bersamanya bahkan saat ia dalam keadaan yang paling berantakan. Hatiku teduh seakan diselimuti embun , jiwaku penuh menuai rindu padanya. Namun entah apa yang bisa dan apa daya semua ini, ada kehadiran lain yang penuh perhatian yang tidak bisa diabaikan begitu saja, serta masa lalu yang masih saja membayangi sepi

seketika hatiku luruh runtuh mendamba dirinya, namun seakan semua ini menjadi sejuta pertnyaan, apa iyaa aku bisa??
entah canda apalagi yang keluar darinya namun itu membutaku berfikir semua tentang kita.

Harapku satu utuh bersama selalu dalam setiap waktu. Biar saja mereka semua tahu, biar kita menjadi bagian termanis indah ini, yang dapat aku kenang selalu, biar waktu yang menjadikan kita bersama dalam kebersamaan kecil bahagia. Aku - kamu dan kita semua akan bahagia nantinya.

etika

Hati jelas tahu, pasti, namun masih ada saja ragu, sebenarnya apa, ia pun masih bertanya. bukan hanya dirinya yang mempertnyakan tapi semua. Muncul kebingungan luar biasa ketika mereka semua mulai sibuk membuat spekulasi-spekulasi yang tentu saja membuatnya sedikit bahagia, karena dianggapnya spekulasi baik itu akan menjadi doa baginya, dan kegundahan luar biasa saat dirinyalah yang harusnya patut mempertanyakan.

"Diam" kemudian tersenyum manis menjadi hal termanis dari  subject yang menimbulkan jutaan spekulasi yang ada, bukan karena ia tak tahu tapi pasti semua berfikir, berfikir soal siapa saja yang secara tidak langsunng terlibat, soal etika, yang sebenernya disini bukan hanya soal "aku dan kamu" saja ada mereka, dia, kita, dan semua ini butuh pemikran panjang untuk sebuah keputusan.

Counter