Friday, August 30, 2019

Menunggu Waktu

Semesta baik, ada saja hal yang membuatku lagi-lagi harus berhadapan denganmu.
Mungkin untuk sekedar menyadarkanku, kalau kita memang harus saling menatap tanpa perlu ada rasa.
Menghindarimu adalah hal yang tidak mungkin.
Satu-satunya cara menghadapi rasa ku adalah dengan terbiasa.
Terbiasa melihat mu dengan yang lain, 
Terbiasa denganmu tanpa pernah ingin memiliki.
Rasa-rasanya memang cukup sulit, tapi hanya itu satu-satunya cara agar aku bertahan.
Bertahan dari rasa yang ada sejak awal.
Bertahan dengan semua rasa dan tetap bahagia.
Bertahan dengan semua alasan baik yang aku punya tentang mu.
Bertahan agar kita tetap seperti ini, tanpa pernah saling menyakiti.


Ada alasan dari sebuah pertemuan.
Iyaa, selalu ada.
Bertemu denganmu jadi bagian paling menarik buatku.
Pertemuan yang tak pernah aku sadari merubah sebagian hidupku.
Pertemuan penuh pembelajaran yang tak pernah ingin aku akhiri.
Kamu mengajarkan ku banyak hal tanpa kamu sadari.

Tak ada kata yang sanggup gambarkan betapa aku ingin berterima kasih.
Aku yakin, Tuhan akan membalas mu dengan berjuta kebaikan yang akan tiba dihidup-mu, kini dan nanti.

Bahagia lah dimanapun kamu berada, dengan pilihan-pilihan hidup yang menuntun mu pada kebaikan.
Dan bahagia lah selamanya dengan seseorang yang kamu pilih untuk menemani mu sampai akhir cerita hidupmu kelak.

Tuesday, August 6, 2019

Tampak Sempurna

Bagaimana mungkin aku tidak mendamba jika sosok-mu nampak begitu sempurna.
Ini bukan kali pertama aku menyanjung-mu tanpa alasan.
Terlalu banyak hal baik tentangmu, terlalu mudah hatiku luluh karenamu.
Andai saja kamu tahu.

Jalan hidupmu terlalu menarik buatku.
Seperti yang pernah kamu bilang kala itu.
Hidup yang ku jalani kini mengingatkan-mu akan kamu yang dulu.
Aku senang mendengarnya, aku merasa punya semangat yang sama denganmu.
Punya sebagian kisah yang mungkin sama saat kamu juga memulai ini semua.

Lalu jika sekarang kamu sudah berhasil menggapai beberapa mimpi-mu.
Mungkin saja nanti akupun begitu.
Walau masih terlihat jauh, masih belajar terus darimu.
Masih mencoba banyak hal baru.
Tapi aku yakin, suatu saat kita pasti akan bertemu.

Kamu salah satu orang yang merubah cara pandang ku tentang hidup.
Yang membuat aku melihat sisi lain kehidupan dengan takjub.
Yang membuatku merasa bersyukur untuk jalan hidup yang membawa ku.

Ijin kan aku mengingat-ingat lagi tentang mu.
Waktu itu, entah bagaimana semesta dan waktu seperti ikut membantu.
Membuat kita punya waktu berdua saja untuk saling bertukar cerita.
Kamu bercerita banyak , aku mendengarkan mu dengan seksama.
Tapi entah apa kamu ingat tau tidak.

Dan mulai pada detik pertama kamu memperkenalkan nama.
Aku sudah merasa, ada sesuatu darimu yang aku damba.
Benar saja, kamu terlalu sempurna.

Counter