Mungkin untuk sekedar menyadarkanku, kalau kita memang harus saling menatap tanpa perlu ada rasa.
Menghindarimu adalah hal yang tidak mungkin.
Satu-satunya cara menghadapi rasa ku adalah dengan terbiasa.
Terbiasa melihat mu dengan yang lain,
Terbiasa denganmu tanpa pernah ingin memiliki.
Rasa-rasanya memang cukup sulit, tapi hanya itu satu-satunya cara agar aku bertahan.
Bertahan dari rasa yang ada sejak awal.
Bertahan dengan semua rasa dan tetap bahagia.
Bertahan dengan semua alasan baik yang aku punya tentang mu.
Bertahan agar kita tetap seperti ini, tanpa pernah saling menyakiti.
Bertahan dengan semua rasa dan tetap bahagia.
Bertahan dengan semua alasan baik yang aku punya tentang mu.
Bertahan agar kita tetap seperti ini, tanpa pernah saling menyakiti.
Ada alasan dari sebuah pertemuan.
Iyaa, selalu ada.
Bertemu denganmu jadi bagian paling menarik buatku.
Pertemuan yang tak pernah aku sadari merubah sebagian hidupku.
Pertemuan penuh pembelajaran yang tak pernah ingin aku akhiri.
Kamu mengajarkan ku banyak hal tanpa kamu sadari.
Tak ada kata yang sanggup gambarkan betapa aku ingin berterima kasih.
Aku yakin, Tuhan akan membalas mu dengan berjuta kebaikan yang akan tiba dihidup-mu, kini dan nanti.
Bahagia lah dimanapun kamu berada, dengan pilihan-pilihan hidup yang menuntun mu pada kebaikan.
Dan bahagia lah selamanya dengan seseorang yang kamu pilih untuk menemani mu sampai akhir cerita hidupmu kelak.
Bertemu denganmu jadi bagian paling menarik buatku.
Pertemuan yang tak pernah aku sadari merubah sebagian hidupku.
Pertemuan penuh pembelajaran yang tak pernah ingin aku akhiri.
Kamu mengajarkan ku banyak hal tanpa kamu sadari.
Tak ada kata yang sanggup gambarkan betapa aku ingin berterima kasih.
Aku yakin, Tuhan akan membalas mu dengan berjuta kebaikan yang akan tiba dihidup-mu, kini dan nanti.
Bahagia lah dimanapun kamu berada, dengan pilihan-pilihan hidup yang menuntun mu pada kebaikan.
Dan bahagia lah selamanya dengan seseorang yang kamu pilih untuk menemani mu sampai akhir cerita hidupmu kelak.