Friday, May 1, 2026

KemBali

Lagi-lagi perasan ini muncul kemBali :) 
 
Nyaman, 
Sepertinya itu kata yang cukup menggambarkan perasaanku saat di dekatmu.
Sedikit sekali hal yang bisa ku tahu, kamu tidak seterbuka itu.
Tapi di dekatmu, rasanya nyaman cukup membuatku ingin berada disana, berdiam sejenak.
Kadang berharap, bolehkan sedikit lagi lebih lama lagi menetap? 
 
Seketika muncul sedikit angan, atau sekedar harap yang masih ku pertanyakan.
Akan kah ini jadi jawaban?
 
Terlalu banyak perbedaan yang ada.
Tapi kalau hati ini ingin berkata iya, aku bisa apa?
Kali ini aku hanya membiarkan perasaanku merasa.
Memberi ruang untuk hati kembali lagi tersenyum bahagia.
Tentu tidak mau lagi ada perasaan luka yang terulang.
 
Maka sejenak, aku menyadarkan diri, kalau semua harap ini mungkin tidak akan pernah terjadi.
Tapi kamu masih disini, 
Menjadi bagian hari-hari yang sering kali ku nanti, 
Entah sekedar melihatmu hadir dipagi hari, atau untuk secangkir kopi yang bisa kita nikmati.
 
Jangan terburu-buru untuk pergi, 
aku masih ingin mengenalmu lebih dari ini.
 
 
 
 

Sunday, September 28, 2025

Kamu Masih Ada

Jantungku berhenti sejenak
ada yang salah.
Perasaanku berkata. Itu kamu.

Entah perasaan apa itu, 
nyatanya tanpa melihat dengan utuh, aku tau itu kamu.
Kamu telah kembali.

Setelah perpisahan kita, 
rasanya baru kemarin aku jabat tanganmu untuk terakhir kali.
Setelahnya hidupku terasa membaik, 
perlahan tawa candaku kembali,
hari-hariku tak lagi sendu
tak ada lagi kamu di setiap hariku, membuat aku bisa bernapas lega.

Kamu yang selalu aku hindari, 
karena tak ingin aku tersakiti lagi.

Tapi ada saja hal-hal yang membuatku ingat kembali.
Seperti hari ini.
Walau hanya muncul dalam sebuah gambar dua dimensi, 
rasanya bagiku begitu nyata untuk aku akui, 
hati ini masih menyimpan emosi.
Entah marah, kesal, kecewa, atau mungkin rindu.
aku tidak tahu.
Yang pasti rasanya masih ada, di sana.
di bagian yang entah di mana hatiku menyimpannya.
Kamu masih ada. 

Apa Kabar Kamu? 



Wednesday, January 22, 2025

Kembali Tertawa

Siang itu canda tawanya lepas,
dunia rasanya hanya berputar untuknya
sudah lama ia tak merasa seperti itu.
Langkah yang perlahan mulai ringan
Senyum yang kian hari merekah.
Semua terasa lebih mudah.

iyaaa. 
saat seorang manusia yang mematahkan hati kecilnya pergi dari tempat ia berada.
Kini Bahagia nya hadir pelan-pelan menyapa.
Mungkin masih butuh waktu untuk benar-benar rela.
Tapi kini, amarah sudah mulai meredam. 
Hati mulai meluruh dengan sendirinya.
Ingatan masih selalu ada, muncul berselang seperti ingin menyapa.
Tapi hatinya sudah cukup tenang. 
Ia tau persis semesta punya rencana baik untuknya.

Dan patah hatinya kali ini, membuat banyak pelajaran yang tak boleh terulang.
Berjalan pulang, hinga sampai
lalu mendekap dengan dengan nyaman.
semua rasanya cukup untuk sekarang.
Harapan yang akan selalu ada, 
hati yang akan selalu terbuka.
Disana ada masa depan cerah yang menunggunya untuk sebuah jawaban iya.

Sunday, May 5, 2024

Aku masih berproses, masih terluka, masih memiliki trauma untuk semua hal tentangmu.
Yang menurutmu mungkin sederhana dan bisa ditertawakan, bagiku tidak.
Bertahan hari demi hari masih kulalui, 
dalam patah hati ini aku tetap berjalan pelan, 
perlahan mimpi-mimpiku menghampiriku satu persatu, 
tetap dengan perasan patah hati ini, hidup berjalan sebagaimana mestinya.

Hari-hari beratku, perlahan meringankan langkahnya sendiri, 
sering aku bergumam pada diriku sendiri, 
seandainya tidak perlu aku melihatmu setiap hari, apakah akan lebih mudah?

Saturday, November 18, 2023

Tentang Kata Maaf

Rasanya kata maaf menjadi sebuah kata yang mudah diucapkan oleh sebagian orang. 
Beberapa dari kita mungkin menganggap kata maaf jadi sebuah solusi untuk sebuah permasalahan. 
Tapi aku merasa ada lebih dari sekedar kata untuk benar-benar meminta maaf ataupun benar-benar memaafkan.
Semua orang bisa dengan mudah mengucapkan kata maaf, apalagi menuliskannya.
Tapi apa iya perasaan bersalah itu benar-benar ada?
Apa iya memang setulus itu ingin meminta maaf?
Kadang mungkin kita lupa, semudah itu kita menyakiti perasaan orang lain tanpa disadari. 
Kita lupa bagaimana tindakan kita bisa meninggalkan trauma dihidup orang lain.
Kita lupa untuk punya empati.

Lalu tentang memaafkan, tidak perlu terburu-buru untuk perlu memaafkan.
Memaafkan yang sesungguhnya adalah sebuah proses panjang.
Tidak ada yang salah untuk merasa terluka, kita hanya manusia. 
Tidak semua hal harus disama-ratakan.
Bisa jadi yang dianggap sederhana bagi orang lain, menjadi hal yang sangat berarti untuk kita.
Bisa jadi yang dianggap lucu, justru menjadi sebuah luka.

Hidup akan selalu membawa kita pada sebuah perjalanan dan pertanyaan.
Kadang kita tergesa-gesa untuk tahu jawabannya sekarang.
Padahal semesta punya cara-Nya sendiri, yang kadang di luar nalar manusia.

Terima kasih kehidupan,
yang terus memberikanku banyak pelajaran. 



Wednesday, November 15, 2023

Tentang kehilangan

Seperti biasa hidup kadang penuh dengan kejutan-kejutan di dalamnya, 
dalam hitungan detik saja dunia mu bisa berubah,
yang tak disangka sebelumnya terjadi tanpa cerita pembuka.
Seketika harimu berantakan, hidupmu rasanya tak kau inginkan. 
Berusaha mencerna untuk bisa bertahan dalam hening sesaat.
Kadang ingin menghilang atau lari tanpa arah dan tujuan.
Tapi ada kesadaran disana untuk menerima, 
tidak mudah karena setiap orang berbeda, 
tidak perlu juga merasa baik-baik saja,
tidak salah untuk merasa terluka, 
dan tidak perlu mendengarkan mereka yang hanya bisa tertawa.
Dan untuk sebuah harapan baik, 
bertahan hari demi hari sudah cukup untuk dirimu sendiri.
tidak harus segera sembuh, jika memang itu yang kamu perlu.
Perasaanmu terlalu halus untuk disakiti, 
hatimu terlalu berharga untuk dia yang tak mengerti.


Thursday, September 14, 2023

Ternyata belum

Disana kamu, 
tak ingin rasanya ku melihatmu, 
tapi tak mungkin

ku lihat kamu, 
kembali semua memori terulang, 
kembali rasa sakit itu muncul.
Ingin ku hindari tapi tak bisa.

berulang lagi sakit yang kurasa, 
entah sampai kapan.

Pergilah segera, 
aku ingin hatiku damai.

Friday, August 4, 2023

Mulai Berdamai

Ada yang tidak biasa hari ini, 
kembali aku membuka diri.
Padamu yang masih melukai hati.
Entah sebuah kebodohan lagi 
atau usaha melepas rasa untuk pergi.

Seperti rutinitas pagi, 
aku akan berjalan kearah yang sama untuk secangkir teh.
Kehadiranku akan mudah terlihat.
Tentu kamu bisa memilih diam ditempatmu, 
Lalu kamu datang, pertanda tidak menghindariku.

Sudah lama tidak kudengar suaramu.
Rasanya rindu.
Lalu kamu mulai bertanya tentang sebuah rencana, 
tentu ini semua karena aku telah duluan membuka cerita.

Cerita yang entah mengapa bisa sama,
semesta mungkin yang telah mengaturnya. 
Agar aku bisa mulai lagi punya bahan bicara.
Karena tidak mungkin lagi aku bertanya tentang hari-harimu.
Kita harus punya bahan diskusi.
Semesta sungguh maha baik.

Dan rasanya ada sebuah kelegaan tersendiri, 
seperti kita yang dulu, walau tak akan pernah sama lagi.

Tentu semua sudah berbeda, 
lama tak saling bicara, 
berjarak untuk membuat batasan.

Rasanya rindu ingin bicara, 
lalu saat aku bisa bicara tanpa ada sebuah rasa.
Hari-hari ini lah yang aku damba.

Entah hanya sementara, 
atau ini sebuah permulaan.
Tapi rasanya aku suka.
Tentu harapku padamu masih sama.
Berdamai dengan rasa.

Semoga saja iya sebuah awal mula :)



Wednesday, August 2, 2023

Jendela kaca tempatku menatap 
sedikit waktu untuk ku tinggal lebih lama, 
Disinilah aku dengan penuh harap,
menuliskan harapan yang semoga akan tiba perlahan,
Masih ada kamu didalamnya, 
harapan untuk bisa segera berdamai.

Berdamai dengan perasaanku sendiri agar lekas terima.
Perlahan aku mulai menapaki langkah lebih ringan.
Alasan-alasan mulai ku terima.
Namun perasaanya masih ada sejenak, 
tak lantas menghilang begitu saja.
Masih ingin ku bersama walau sesaat, 
masih mencari saat kamu sedikit hilang,
masih teringat semua hal yang tak perlu lagi ada.

Semua masih butuh jeda untuk bertahap melepas.
Alasan demi alasan ku buat untuk bisa kembali berbincang, 
Harapku untuk bisa meleburkan rasa agar tak lagi membuat jarak.
Harapku yang entah  menjadi harapmu apa bukan, 
tapi bukankah semua hal patut dicoba?

Tak ada lagi yang ku khawatirkan untuk hilang, 
aku sudah kehilanganmu sejak lama.
Semua hal akan ku coba untuk tetap ada.
Jika harus kehilangan lagi tak apa.
Aku mungkin sudah bisa terima.

Wednesday, July 19, 2023

Nada yang masih ada

Gelap yang tak ingin terlelap dan lagi-lagi pikiranku kembali ke tempat yang sama.

Padamu yang kini telah berjarak. 

Nada-nada mu masih ada di kepala, lupa yang belum tentu akan.

Dan siang ini, aku kembali mendengarkan.

Lantunan nada yang pernah kamu buat tahunan silam dan selalu aku suka. 


Aku ingin sekali lupa, 

derap langkah kakimu saat melangkah, 

warna baju apa yang kamu pakai, 

tempatmu berada pagi hingga petang, 

waktu-waktu saat kamu mulai bergerak.

Nyatanya semua hal masih aku ingat jelas.


Mungkin butuh lebih banyak lagi waktu, 

yang ternyata tidak secepat harap.

Ijinkan aku disini sebentar,

menikmati alunan nada yang kau mainkan, 

mengaggumi karyamu tanpa perlu diutarakan lagi.


Tidak akan lama, 

nanti aku akan kembali pada masa

dimana tangisku tak lagi ada, 

sedihku akan sirna

dan hari-hariku akan berlalu indah.


Saat semua itu tiba, 

akan ku katakan padamu satu hal.

Tepat dihadapanmu saat ku menyapa,

Sekali lagi ku katakan.

Terimakasih kamu, 

yang tidak memilihku.



Counter