Monday, December 31, 2018

2018 Made My Day

Tahun ini benar-benar luar biasa
Banyak hal terjadi yang tak pernah ku duga.
Memang semesta selalu punya rencana indah
Maka dari itu, jangan pernah berhenti percaya rencana-Nya.

___________________

Diawali dengan awal tahun yang bisa dibilang cukup berat. Ahh, tapi jangan bilang berat, jauh sebelum ini perjuangan untuk sampai disini jauh sangat berat, but we did it :)
Kisah patah hati? ahhh, sudah banyak ku tulis cerita, sepenggal kisah dan penyembuhnya. No need to describe, time heal and now, I am more than fine :)

Hidup ga melulu soal cinta, banyak kisah yang terjadi walau akhirnya berujung jatuh cinta atau sekedar suka. Hahaha.

__________________

Awal perjalanan dimulai dengan pertemuanku dengan 1000 Guru.
Jogja menjadi pilihan pertama yang utama, jangan tanya kenapa rasanya ada kekuatan magis yang membuatku jatuh cinta dengan Jogja, yang kemudian membuatku bermimpi bisa menetap disana. Oh yaaaa, tidak salah kan berharap :)

1000 Guru Jogja, mempertemukan ku dengan begitu banyak orang baik, orang-orang dengan tujuan yang sama, seketika aku menemukan frekuensi ku berada di sana. Terlalu bahagia menemukan kalian semua.
Setelahnya banyak kejutan-kejutan kecil terjadi, pertemuan-pertemuan yang tidak terduga yang menyisakan sebuah cerita, serangkaian paragraf, juga beragam tanda tanya. Tapi semua membawa pada satu bahagia, menyembuhkan luka yang pernah ada, mengisi jiwa yang tadinya hampa. Betapa dunia berubah menjadi penuh harapan.

1000 Guru mengajarkan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah ku duga.
Seketika pandangan hidup berubah.
I just found my self there. Finally.
I even never thought being a teacher. Never in my life, but 1000 Guru changed it.
Playing with kids and help each other it's really mean to me, a lot. Thank God you guide me to find this happiness feeling ever, in my life :')

__________________

Setelah Jogja, rasanya tidak ingin berhenti sampai disitu saja. Menjadi volunteer rasanya seperti menemukan rumah kedua, rasanya ingin kembali pulang, lagi dan lagi. Kalau dibilang kecanduan sepertinya tidak terlalu berlebihan :)

Selanjutnya bergabung dengan kawan-kawan 1000 Guru Tangsel menjadi pertemuan indah lainnya. Dekat dengan rumah yang sesungguhnya, menjadi  nilai tambah tersendiri.
Berbagi kebaikan ternyata menular, betapa menyenangkan kembali lagi merasakan bahagia bersama anak-anak pedalaman dan saling menginspirasi satu sama lain.

Pertemuan dan kisah kembali membawa bahagia, sepenggal cerita kembali ditorehkan.
Seperti kembali terulang pertemuan-pertemuan tak terduga kembali datang mengukir rangkaian cerita yang memerikan inspirasi.

Being volunteer is addicted, once you find a way to shared those happiness, you'll always find a way back to see more chance.
Looking for all those things again-again. You never wanna to stop. Cause it feed your soul, your heart with a full of love.
And surrounded by people who had same frequencies as yours made you fit it in.
at least , that's what I felt. How's your's ?

__________________

Tidak berhenti di 1000 Guru, nyatanya ada banyak kegiatan volunteer lain yang ditemukan setelahnya. Seperti semesta tau apa yang aku cari menuntun ku pada pertemuan manis dengan apa yang membuat ku mereasa bahagia.

Indonesian Care Project yang di inisiasi oleh mantan ketua 1000 Guru Tangsel  menjadi project selanjutnya.
Bersama orang-orang hebat lain nya dengan tujuan yang sama, kita melakukan kegiatan sosial untuk mengembangkan potensi Kampung Cijantur.
Lagi-lagi banyak cerita di dalam nya. Satu kejutan kecil semesta yang tidak terduga kembali lagi terulang. Ahhh, sudah banyak cerita tentang mu yang ku tulis, tak perlu ku bahas disini.
Hhhhmm, a bittersweet :')

Project ini masih akan berjalan 6 bulan kedepan dan aku masih menunggu kejutan apa yang akan kutemukan di dalamnya .

Let the universe guide you to the right path, to the place that makes you useful, to heart that belong to you.

Bersabarlah, semua akan sampai di waktu yang tepat atas kehendak-Nya.

_________________

Setiap tahun hanya kembali mengulang hari yang akan penuh misteri.
Kita hanya perlu berdiri menghadapinya dengan berani.
Percayalah Tuhan Maha Baik, lihat saja apa yang telah diberikan-Nya tahun ini.
Kejutan-kejutan indah yang tak hentinya membuat mu tersenyum :)
Kalaupun ada resah dan tangis, semuanya pasti akan diganti yang lebih baik.
Hidup kan soal pembelajaran yang tak pernah berakhir, tak apa jika ada sedikit getir.
Disitu lah kamu belajar menerima, bersyukur dengan apa yang ada, mengeluh boleh saja namun sejenak berpikir kembali logis sebelum mengambil keputusan .
Percayalah semua doamu akan terjawab di saat yang tepat.
Seperti doa yang telah terjawab sebelumnya, bukankah sudah terlihat jelas?
Lalu jika ada doamu yang masih belum terjawab, mungkin memang belum saatnya.

__________________

That was best part in my life is here.
I never thought before I will through all of this.
It's just happened.
I'm not planning to meet all of them, not even him. 
But it just did.

Feeling grateful surrounded by people who had same frequencies as mine was amazing things in this year. 
Meeting a new people, caring, sharing even loving was great.
Looking smile of rural student was the best view ever,
cause here, small thing's that we did it is really mean to them a lot.
And that's the point, how small thing's can make a big change for someone who exactly needed.
It's not about what you give or what you do, but in right way, it will become precious .

So, we just need to find it, when it founded, just giving your best.
Let's enjoy everyday with a new hope :)
I enjoyed mine, how's yours? hope you did.










Sunday, December 30, 2018

Maaf Untuk Perasaanku

Sebelumnya ijin kan aku meminta maaf terhadap perasaanku padamu.
Kalian berdua terlalu baik untuk membuatku merasa patah hati.
atau kah aku yang terlalu berlebihan dengan perasaanku sendiri?

Aku menyadari satu hal hari ini.
Kamu pernah menjadi bagian dari harapku, kala itu.
Aku terlalu mengagumi mu sampai aku merasa jatuh hati berkali-kali padamu.
Jauh sebelumnya, aku hanya bisa mengagumi dari jauh.

Semua berubah saat aku membuatmu bertemu dengan nya.
Mendadak gelagatmu berubah.
Dan aku tidak bodoh untuk tidak melihat itu semua
Aku yakin kamu pun demikian.
Perlahan aku menarik dari, walau kita memang masih harus bersama satu sama lain.
Entah kamu menyadari atau tidak, aku tak ingin tau terlalu jauh.

Harusnya kebersamaan ini menjadi hal yang aku tunggu-tunggu
Dan harusnya menjadi hal yang ingin kurajut.
Lagi-lagi semua itu terlihat semu.
Kamu jelas menaruh perhatianmu padanya lebih dari yang aku kira.

Baiklah, aku terima.
Toh, aku tak berhak apa-apa.
Perkenalan kita juga hanya sebatas sapa yang mendadak dekat.
Lalu jika kamu lebih memilih nya, itu hak mu sepenuhnya.

Sekali lagi, kalian berdua terlalu baik untuk membuatku patah hati.
Dan saat aku tulis penggalan cerita ini.
Ijin kan aku meminta maaf sekali lagi.
Aku juga tak ingin punya perasaan berlebih.
Perasaan ku saja yang tidak bisa ditebak.
Aku pun tak pernah ingin merasa sakit hati melihat mu dengan nya.
Berusaha tegar kadang memang sia-sia.
Tapi Aku berusaha merelakan rasa.
Sabarlah, aku berusaha melupa sekali lagi.

Aku harap kamu bahagia,
Dengan siapapun kelak.







Sunday, December 23, 2018

Apa Kamu Sadar?

Kalaupun akhirnya kalian bersama.
Setidaknya aku pernah punya peran penting dihidupmu.
Mempertemukan kalian berdua waktu itu.

.....
Sedikit bercerita.
Tadinya kukira itu aku, lalu sehari saja hatimu berubah.
Setelah kamu hadir saat aku telah bersusah payah melupa
Saat hidupku telah kembali normal
Saat aku hanya melihatmu dalam samar
Saat hatiku sembuh dari luka yang kau buat tanpa sadar.

Kamu kembali hadir seketika.
Memberi ku sedikit ruang untuk berharap.
Memberiku harap yang tak pernah ku sangka.
Mengajak aku untuk bertualang bersama.
Dunia terasa indah seketika, sebelum kamu menyeretku ke dalam jurang nestapa.

Saat itu juga aku membuat kamu bertemu dengan nya.
Seketika hatimu terasa pindah.
Gelagatmu jelas terlihat.
Kamu menaruh hati padanya.

Secepat itu juga kamu menaruh ku dalam abu-abu yang samar.
Tak masalah jika kau bersamanya.
Semua orang berhak bahagia, termasuk kamu.

Namun dengan bodoh nya kamu lantas berusaha  mengajakku dalam kisah cintamu.
Membuatku hanya sebagai latar belakang kisah.
Membuatku menjadi pengiring ceritamu dan dirinya.
Membuatku menjadi bayangan dibalik lampu pjiar.
Membuatku harus melihat kisahmu dengan nya? Apa kamu sudah gila?

Entah apa yang membuatmu tidak melihat, atau hanya mengabaikan rasa.
Setidaknya pahamilah.
Jika kamu ingin bersamanya.
Jangan membuat aku berada didalam nya.

Saturday, December 22, 2018

Doa mu terjawab sudah

Hari ini doamu terjawab sudah .
Seperti biasa, kalian kerap bertemu di linimasa sosial media.
Lagi lagi dia, pikirmu.
Untuk sebuah cerita kamu mulai berkomentar duluan.
Tak mengapa, toh ia selalu membalas pesanmu, tak jarang malah pembicaraan kalian berlanjut.
Tak ada yang salah dengan kata-kata mu.
Tak ada juga  yang kamu tunggu.
Tiba-tiba ia mulai berkelakar soal ajakan nya ke suatu tempat yang ia cinta dan yang kamu damba.
Seketika hatimu luruh kegirangan, tak peduli kemana asal bersamanya.
Lalu seketika juga hatimu hancur lebur berantakan saat tahu semua rencana nya bukan untukmu seorang.
Ia jelas mengajakmu diurutan terakhir .
Mengajakmu bergabung, hanya untuk meramaikan suasana saja.
Kamu bukan orang pertama yang diajaknya.
Ia sudah merencanakan perjalanan ini dengan yang lain.
Mengajakmu mungkin hanya basa basi karena waktu itu ia pernah berjanji.
Jelas sudah kamu hanya bagian abu-abu yang samar.
Bukan tujuan, hanya singgah untuk berubah pikiran.
Senyum mu berganti lirih,.
Kamu sama sekali tak berniat lagi dengan ajakannya kali ini.
Ikut bersamanya, hanya akan membuatmu sakit hati lebih parah lagi.
Seperti menceburkan diri sendiri di lautan karsinogenik.
Kamu hanya akan meracuni dirimu sendiri.
Jelas kamu lebih memilih menarik diri.

Belakangan kamu kerap berdoa
Jika memang ia jalan- Nya, semoga semua ini nyata.
Namun jika bukan tunjukkanlah segera
  
Seketika doa mu telah terjawab, ia yang kamu damba nyatanya memilih menjadikanmu bukan yang utama.
Lalu buat apa kamu menaruh harapan pada seseorang yang tak menjadikanmu satu-satunya pilihan.
Setidaknya kamu pernah mengambil peran di hidupnya. Kalau nyata nya mereka berdua akhirnya bersama,  itu karena kamu yang mempertemukan keduanya.
Tenang saja, semesta ini selalu punya cara mempertemukan dua orang manusia.
Namun kali ini, mungkin bukan waktu mu untuk bersamanya.

Thursday, December 20, 2018

Monolog

Hari itu semua nampak normal, bangun pagi hari dan kembali pada  aktivitas harian yang biasa dilakukan.
Ada sedikit kemalasan yang tercipta , karena libur panjang sudah di depan mata.
Perempuan itupun merasakan hal yang sama, walau nyatanya belum ada rencana tercipta ingin kemana. Berharap dia yang ditunggu jadi mengajak nya ke suatu tempat.
Canda tawa seperti biasa disela-sela aktivitas, berkeliling hanya untuk sekedar menyapa.
Semua nampak biasa saja. 

Lalu semua mendadak kelabu, temaram penuh amarah tanpa alasan.
Perempuan itu jelas tau, kenapa dirinya kesal.
Suatu beban yang telah lama ia hindari seperti datang kembali.
Bukan salah siapa-siapa jika seorang pergi, kemudian beban nya harus dilimpahkan kepada yang lain.
Tak ada yang salah dengan itu.
Meraka boleh pergi, mengejar apa yang dicari, meraih apa yang dimimpi.
Tapi seperti sebuah luka yang terulang kembali, lagi dan lagi.

Raut muka nya kian berubah, yang tadinya bercanda hilang sudah.
Tanyakan apapun pada perempuan itu, yang ada hanya akan dijawab dengan muka masam
Jangan coba-coba dekatinya saat ini. Jangan. 
Walau hanya diam, tak bergeming , amarahnya sedang memuncak .
Hatinya sedang tidak bersahabat.

Perempuan itu kemudian menarik nafas dalam.
Setelah mengerutkan wajah di sisa hari nya itu, ia berkata pada dirinya sendiri.
Seperti hal yang biasa dilakukanya, monolog hari itupun terjadi.

....................................

"Sebenarnya kamu kesel sama siapa? marah sama siapa, memangnya ada yang salah?"
"Ga ada yang salah disini, saya cuma kesel saja sama semuanya, saya udah berusaha menghindar susah payah, kenapa beban itu harus dikembalikan lagi ke saya?

"Kamu tau kan kalo kesal mu itu tak beralasan?"
"iya saya tau, saya tau ga seharusnya saya kesal, saya tau ga seharusnya saya begini"

"Lantas kenapa kamu masih kesal?"
"Saya kesal saja , kenapa harus saya yang dilimpahi beban itu lagi, kenapa bukan yang lain? saya dulu melepasnya karena saya ga suka, terus kenapa harus saya lagi sekarang?"

"Kamu tau kan kalo kamu ga bisa nolak itu semua?"
"iyaa tau , ga bisa"

"Kamu punya jalan keluar lain?"
"Ga ada" 

"Lantas kamu kesel -kesel sendiri ada gunanya?"
"Ga ada, itu  tadi cuma emosi"

...................................


Sebuah monolog yang terus berlanjut di dalam pikiran perempuan itu.
Sampai akhirnya, ia tersenyum sendiri, mendamaikan dirinya sendiri.
Mungkin memang ini yang harusnya terjadi.
Seperti yang sering dikutip. If it's meant to be, it will be.




Monday, December 10, 2018

Pesan untukmu

How could it be, that's exactly like what I feel.
Did you believe Coincidence?

Aku ingin percaya ini hanya euphoria sementara saja
Namun kamu selalu kembali muncul dengan beragam cara.
Lalu sore itu kamu muncul dengan sebuah pesan bebas di udara yang entah ingin kamu tujukan kepada siapa.
Pesan yang begitu indah, hingga aku ingin mendengarkan nya ribuan kali tanpa pernah bosan.
Kamu mengutipnya dari sebuah buku kesukaanku. Kamu jelas tau itu.
Aku seperti mendengarkan podcast radio yang aku tunggu-tunggu.
Berulang aku dengarkan, meresapi semua kalimat indah itu.
Sebuah pesan singkat tentang sebuah rasa, yang entah bagaimana bisa. Aku merasakan hal yang sama.

Tapi entah pesanmu untuk siapa, aku tak berani menebak .
Entah ini sebuah kebetulan sesaat
Atau ada pesan rahasia yang kau ungkap.
Aahhh. Aku tak berani menerka-nerka.
Kamu terlalu sulit ku tebak dan kitapun masih saja berjarak.

Ingin ku bilang, bagaimana bisa?
Semua hal tentang kamu rasanya terlalu aku damba.
Dan sekali lagi, jika kamu sebuah buku, jelas sudah buku itu akan jadi favorit ku.
Yang akan ku baca berulang kali tanpa pernah jenuh.
Yang akan kusimpan baik-baik agar tetap utuh.
Dan mungkin yang akan aku jadikan pedoman dalam hidupku.

Ku sampaikan pesan dalam literasi ini untukmu.
Yang aku tak pernah beharap kamu tahu.
Hanya saja menuliskanmu, lagi-lagi menjadi hal menyenangkan buatku.

Saturday, December 8, 2018

Teori Konspirasi


Kita saling mengirim pesan bebas ke angkasa
Berharap aku atau kamu tepat membacanya.
Lalu semua orang akan mulai menerka, termasuk aku dan kamu yang bertanya-tanya.
Apa ini bener nyata?
Apa perasaan kita memang sama?

Serangkaian ingatan-ingatan kecil mulai ku susun pelan-pelan.
Saat pertemuan kita pertama kali, hingga kejadian-kejadian  yang menuntun kita pada pertemuan kembali.

Kita pernah saling sapaa. Lalu kamu hilang.
Aku udah berusaha melupa. Kamu pun demikian.
Lalu sebuah "Hai" kembali menjadi saling.
Saling rindu satu sama lain.
Saling menebak rasa masing-masing.
Hingga saling berharap untuk memiliki.

Hai semesta!
Kalau ternyata dua insan saling jatuh cinta, kenapa harus kita berdua menunggu lama?
Kenapa harus terlalu banyak pesan rahasia di udara?
Bukan kah perasaan ini begitu indah?
Jika nyatanya kita berdua memang saling jatuh cinta.
Biarlah konspirasi alam semesta ini berakhir bahagia jika memang sudah.
Jangan buat ini terlalu lama.
Karena kita berdua sejatinya hanya ingin bahagia.

Entah ini benar atau tidak, tapi teori konspirasi ku inginkan berkata demikian.

Like I just found my self in you.
I hope it's true.

Thursday, December 6, 2018

Bicara sendu...

Masih tentang kamu..
Iyaaa kamuu, aku masih belum bosan dengan rasaku.
Dan lagi-lagi kamu bicara soal sendu.
Ingin ku bilang, kalau rindu kenapa kamu tak bilang saja.
Jangan buat aku atau siapapun menunggu.
Jika nanti cerita mu hanya akan jadi cerita saja, biarlah.
Karena menulis mu pada sebuah lembaran buku akan menjadikanya sebuah ingatan yang suatu saat akan aku kenang.
Bukan untuk disesali.
Hanya menjadikanya memori.

Lalu biarlah semua rasa ini mengudara jauh di angkasa
Hingga tiba pada sebuah masa dimana kita berdua akan bahagia.
Entah dengan cerita yang sama atau tidak.
Setidaknya kita pernah punya waktu bersama.

Tuesday, December 4, 2018

Sebagian Kisah

Menahun bertemu yang ada hanya sedikit senyum sapa.
Jika kamu adalah buku, perkenalan kita hanya sampai di bab pertama.
Setelahnya hilang tanpa pernah aku tau kemana. 
Kemudian aku belajar untuk melupa dengan susah payah.
Apa ini cuma kebetulan, jika tiba-tiba kamu kembali dalam sebuah rangkaian cerita berbeda? 
Yang entah bagaimana akhirnya.


Kala itu,
Katamu malam itu "bahagia kadang sederhana ya"
Iyaaaa, aku setuju dengan mu, seperti aku bahagia pernah bertemu denganmu.
Bahagia pernah mengenalmu walau hanya sebatas senyum .
Bahagia saat kamu membalas pesan ku.
Bahagia saat aku tau buku yang kamu baca sama denganku.
Bahagia walau bahagia ini sementara waktu. :)

Dan sebuah buku itu adalah salah satu cara untuk aku berbicara denganmu tanpa perlu aku menyapa atau bertatap muka . Terimakasih semesta. Telah memperkenalkan aku dengan nya.

Sunday, December 2, 2018

You.

Seiring berjalan waktu, kerap harapmu pun berubah
Berbagai pertemuan menyisakan cerita atau hilang sudah
Serangkaian kata membuatmu teringat pada sebuah masa
Sebuah kenangan yang akan tertinggal dalam asa.


Belakangan ceritamu kerap berubah, berbagai pertemuan singkat yang kadang menyisakan banyak kenangan .
Lalu kembali nya seseorang dari masa lampau seketika yang entah apa maksudnya.
Bukan, dia bukan masa lalu, kalian bahkan belum saling mengenal jauh.
Entah mengapa baru sekarang bisa bicara, padahal dulu kalian ditempat yang sama. 
Nyatanya jarak bukanlah ukuran kedekatan. 
Kamu percaya kebetulan? Tidak , kamu percaya semu ini rencana-Nya.


Hati kecilmu ingin berlabuh, sudah cukup lama rasanya menunggu.
Kamu hanya ingin dia yang menemani mu.


if it's you, I hope its true.

Benar nyata?

Berawal dari sebuah senyuman bisa membuat perasaan seseorang hanyut dalam rasa yang begitu dalam. Menahun sudah rasanya sampai ia pergi tanpa pernah bilang. Yaa mungkin karena keduanya hanya sebatas senyum sapa jadi tak perlu merasa kalau harus bilang apa-apa.
Sampai akhirnya ia menghilang dan merasa perlu melupakannya saja.
Sampai sebuah pesan tiba.
Menanyakan tentang sebuah kota yang ternyata sama-sama mereka suka. Sebelumnya perbincangan keduanya soal buku yang juga mereka baca dan terakhir tentang keinginannya ikut bersama dalam sebuah kegiatan.
Sejenak perasan itu biasa saja, toh sudah lama keduanya tak menyapa. Sudah berusaha juga untuk melupa karena jatuh cinta pada ketidak hadir-an rasanya cukup menyesakkan.
Jadi buat apa lagi di ingat-ingat.

Sampai pada waktu yang membawa keduanya pada aktivitas yang sama. Awalnya ada perasaan terlalu bersemangat, seminggu sebelumnya,  kali pertama mereka bertemu lagi setelah sekian lama hilang, ada perasaan bahagia karena akan menghabiskan waktu bersama, ada perasaan canggung saat bertemu untuk pertama kalinya di luar kebiasaan. Disana rasa yang dulu pernah ada rasanya ingin menyapa.

Lalu hari yang ditunggu-tunggu itu katanya datang, ada perasaan bahagia luar biasa, namun entah apa yang dirasa untuk dia yang telah lama menghilang tanpa pesan itu merasa.

Dan malam itu mereka berdua resmi bercerita. 
Pertemuan yang dinanti-nanti itu menyisakan banyak tanya, lalu setelah semua pertanyaan demi pertanyaan terjawab, mereka pun diam. 
Rasanya ada perasaan nostalgia masa lalu yang dirasa, duduk bersebelahan tanpa perlu berkata apa-apa yang membuat keduanya nyaman. Terselip doa malam itu untuk keduanya, jika ini baik untuk keduanya semoga semua ini jadi nyata.

Entah perasaan yang sama membuatnya kemudian membuat berjarak, atau alasan lain untuk sebuah pertemuan. Kalau perasaan keduanya sama, kenapa tidak buat semua ini jadi nyata?

Bukankah kehidupan ini penuh misteri? sampai pada saat yang dinanti terkadang berubah jadi tidak pasti.Yang tadinya ingin lebih mengenal satu sama lain, berubah jadi jarak yang membatasi . 
Ahhh , Semesta memang sedang bercanda, membolak-balikan rasa yang ada entah hanya sekedar pertanda, atau memang semua ini akan jadi nyata. Mungkin esok nanti cerita kita akan jadi berbeda.
Entah kejutan apa yang sedang disiapkan semesta .

 

 

Counter