Wednesday, June 21, 2023

Serangan Panik Pertama

Lantai tiga, tempat yang tak biasanya berada.

Kali pertama menerima jarum suntik terlama, sakit yang sebenarnya.

Bertanya-tanya mengapa.

Semua hasil diagnosa  masih terlihat baik saja.

Lalu semua ini apa?

Apa benar masih karena dia.

Manusia yang telah membuat hati ini berantakan di awal tahun pertama.

Proses kehilangan yang tidak mudah .

Hari demi hari bertahan melawan rasa yang berharap akan sirna dengan sendirinya,

nyatanya tak semudah meski sadar sudah tak bisa.

Dan proses kehilangan ini rasanya berat, karena dia tepat ada di depan mata setiap harinya.

Pergi dan menghindar selamanya belum jadi pilihan utama,

Apa iya rela melepas semua yang ada hanya untuk menghindarinya.

Rasanya semua itu tak sepadan.

 

Jika benar semua ini karenanya.

Terima kasih telah membuat hidupku cukup berantakan

Tapi aku masih bisa bertahan :)


20 Juni 2023 - 

Kamar 313 RS. Mitra Keluarga.

Friday, June 9, 2023

Dear kamu,

Hai kamu, 
Entah sudah hari keberapa semenjak patah hatiku karenamu
rasanya hari-hari tidak semudah dulu, 
melihatmu di setiap hariku rasanya seberat itu.
Tapi tidak ada pilihan selain bertahan melewati waktu
lalu aku tersadar, sejauh ini aku bertahan.

Setiap hari rasanya tidak sama,
kadang ada begitu banyak rindu yang ingin kusampaikan 
kadang amarah mengisi hari mengingat luka yang kau buat
kadang ingin aku kembali di saat kita masih bisa bersama.
Namun bertahan dalam diam adalah sebuah pilihan.

Menghindarimu jadi keahlianku sekarang, 
namun kemarin aku sengaja menunggumu sejenak, 
berjalan lebih lambat dari biasanya,
memastikanmu ada melihatku disana
berdiam sejenak agar aku bisa menyapamu dengan singkat.
Hanya dalam hitungan detik,
melihatmu dari kaca setengah terbuka, 
isyarat lambaian tangan yang menandakan ku untuk menyapa.

Kamu disana, 
berjalan ke arah yang sama tempat kita dulu terbiasa bersama, 
yang kini sudah berbeda, 
Kamu tersenyum parau dengan membalas lambaian tanganku singkat.
Tak ada kalimat apapun yang terucap.
Dari dua orang yang tadinya saling,
kini kita terasa asing, 

Untuk sampai di tahap berdamai, 
selalu ada proses berduka yang memang tidak akan mudah 
tidak ada pilihan lain selain melewatinya.
Dan disinilah aku.
Setia pada proses bertumbuh, terluka dan kelak akan sembuh.

Terimakasih padamu, 
yang tidak memilihku :)



Counter