Friday, June 9, 2023

Dear kamu,

Hai kamu, 
Entah sudah hari keberapa semenjak patah hatiku karenamu
rasanya hari-hari tidak semudah dulu, 
melihatmu di setiap hariku rasanya seberat itu.
Tapi tidak ada pilihan selain bertahan melewati waktu
lalu aku tersadar, sejauh ini aku bertahan.

Setiap hari rasanya tidak sama,
kadang ada begitu banyak rindu yang ingin kusampaikan 
kadang amarah mengisi hari mengingat luka yang kau buat
kadang ingin aku kembali di saat kita masih bisa bersama.
Namun bertahan dalam diam adalah sebuah pilihan.

Menghindarimu jadi keahlianku sekarang, 
namun kemarin aku sengaja menunggumu sejenak, 
berjalan lebih lambat dari biasanya,
memastikanmu ada melihatku disana
berdiam sejenak agar aku bisa menyapamu dengan singkat.
Hanya dalam hitungan detik,
melihatmu dari kaca setengah terbuka, 
isyarat lambaian tangan yang menandakan ku untuk menyapa.

Kamu disana, 
berjalan ke arah yang sama tempat kita dulu terbiasa bersama, 
yang kini sudah berbeda, 
Kamu tersenyum parau dengan membalas lambaian tanganku singkat.
Tak ada kalimat apapun yang terucap.
Dari dua orang yang tadinya saling,
kini kita terasa asing, 

Untuk sampai di tahap berdamai, 
selalu ada proses berduka yang memang tidak akan mudah 
tidak ada pilihan lain selain melewatinya.
Dan disinilah aku.
Setia pada proses bertumbuh, terluka dan kelak akan sembuh.

Terimakasih padamu, 
yang tidak memilihku :)



No comments:

Post a Comment

Counter