Friday, December 27, 2019

Imperfect

Sebuah diskusi mengingatkan aku pada satu hal, tidak ada manusia yang sempurna.
Lalu aku ingat, betapa aku mengagumi mu dalam begitu banyak hal untuk apapun yang ada.

Sampai aku sadar.
Aku hanya bersama mu sesekali saat kita sempat.
Kita juga tak berbincang setiap saat.
Rasanya cukup jauh untuk aku menyimpulkan, 
kalau aku mengenali mu dengan sangat.
Bisa jadi yang ingin kamu tunjukkan hanya sisi terbaik mu saja.
Karena setiap orang pasti punya cara,
bagaimana kita ingin dilihat.

Bicara mu sangat sopan.
Lalu aku sadar kamu telah melatih nya dalam kurun waktu cukup lama.
Gaya bicara mu bertutur kata, tatap-mu melihat mata,
semua seperti sudah kamu perhitungkan.

Kamu tahu apa yang harus dilakukan dalam setiap langkah .
Tau harus kemana, merencanakan apa.
Semua hal nampaknya sudah kamu pikirkan dengan matang.

Itu mengapa kamu terlihat sempurna.
Tapi bukan berarti kamu tak luput dari salah,
bukan berarti kamu tak punya kekurangan.
Karena setiap manusia pasti punya cerita yang tak sama.

Tak perlu jadi sempurna, cukup jadi apa yang memang sesungguhnya kita.


-Aku dengan segala ketidak-sempurnaanku.
.






Sunday, December 15, 2019

Adaptasi Rasa

Bagaimana mungkin lagi aku bisa menghindar?
kamu telah menjadi bagian dari perjalanan yang kita butuhkan.

Aku sedang membiasakan rasa,
nyaman yang membuatku ingin tetap ada.
Lucu yaaa ini semua.
Aku tak menyangka pertemuan pertama kita ternyata akan memberi ruang berbeda.
Siap-siap saja patah hati pada saatnya tiba.
Karena rasanya, kamu terlalu berharga untuk aku yang terlalu biasa.

Berkali kamu bilang ingin mencari.
Tidak kah kamu sadar, ada aku disitu yang menanti.
iyaa, banyak hal menyadari ku untuk sedikit tahu diri.
Aku tak ingin dikasihani oleh rasa ku sendiri.
Perasaan ku tidak salah, hatiku hanya sedang ber-euphoria.

Tenang saja, ini bukan kali pertama aku jatuh cinta.
Ada saatnya semua itu akan ter-gantikan dengan yang lebih nyata.
Saat semua itu tiba, bukan lagi harap yang tak tau harus kemana,
tapi bahagia untuk sebuah jawaban tanpa perlu pertanyaan.


Thursday, November 7, 2019

Rindu tanpa alasan

Kemarin kamu memberi kabar baru
Tentang suatu hal yang telah lama kamu tunggu
Tentang hal yang kamu sedang perjuangkan dari dulu
Mungkin juga, ini tentang harap yang kamu mau.
Aku bahagia mendengarnya.
Bahagiamu telah menjadi bagian bahagia ku tanpa perlu kamu tau
Doa yang ku-selipkan untukmu terjawab sudah.
Aku bahagia menjadi orang yang tau kabar ini langsung darimu.

Lalu, seketika juga harimu akan berubah
Kamu akan lebih sibuk dari biasanya
Dan saat itu juga aku mulai rindu tanpa alasan yang jelas.

Aku pernah hampir menyerah, ingin menghilang darimu saja,
terlalu lelah menyimpan rasa.
Tapi semesta tak izinkan.
Tanpa rencana, ada saja hal yang membuat kita malah dekat.
Aku bahagia sekaligus tak tau harus apa.
Berserah jadi pilihan paling rasional, saat tak bisa lagi menghindar dari rasa.
Menghilang sekarang akan terlihat sangat tidak masuk akal.
Mencoba beradaptasi dengan rasa adalah hal paling logis yang bisa kulakukan.
Bagaimana mungkin aku bisa disini jika tidak untuk sebuah alasan.
Bukankah Tuhan telah mengatur semua rencana?

Namun izinkan aku untuk boleh berkata.
Jika suatu saat nanti ini benar jadi nyata,
aku harap ini bukan hanya perasaan searah.
Bukan juga karena kamu tak ada lagi pilihan.
Melainkan rasa yang memang kamu sadari dengan keyakinan,
kalau kamu telah menemukan orang yang tepat.




Thursday, October 31, 2019

Berserah

Sampai pada titik dimana aku berserah pada harap. 
Kamu tepat berada di depanku tanpa perlu aku bertanya apa-apa.
Nyaman yang membuat kita satu sama lain kerap ingin selalu dekat.
Tenang yang membuat kita tak ragu untuk saling bertatap.
Canda yang kerap kali mengisi hari kita tanpa pernah lelah.

Sebuah insiden  acak tak terduga merubah kita untuk selamanya.
Terimakasih semesta, cara-Mu selalu penuh dengan kejutan rahasia.

Ku kira aku hanya bisa sesekali bertegur sapa denganmu jika ada waktu.
Seketika semua berubah, kapanpun aku mau, aku bisa menyapa mu tanpa malu.
Entah ingin bertukar cerita atau sekedar bertemu. 
Kita akan bicara tanpa ragu.
Saling bertukar pemikiran, pengalaman, cerita, kisah, gelisah, bahkan hingga cinta.
Se-nyaman itu kita bisa saling bercerita, jujur tanpa ada dusta.

Lalu aku ingat pertemuan pertama yang juga terjadi tanpa rencana.
Sejak itu aku tau, kalau ada sesuatu darimu yang aku suka.
Benar saja.
Semua tentang mu terlalu ku damba.

Lalu sekarang bagaimana?
Kita sudah menjadi bagian satu sama lain.
Di sebuah lingkaran kecil kita.
Dengan frekuensi yang sama, yang kerap akan saling bertukar cerita.
Sampai kapan?
Sampai dari kita menemukan satu sama lain, hingga semua punya akhir cerita bahagia.




Lalu ada aku dan hati kecilku disana yang menyerahkan semua harap pada semesta.

Tuesday, October 8, 2019

If~

We found each other and decided to stick around
and If it's mean to be, it will be.
If it's not, I know, we'll found someone else :)

Begitu yang aku yakini.

Kita menemukan "kita" di antara satu sama lain.
Tak mengapa jika saat ini kamu masih ragu
Tak mengapa jika kini kamu tak tau dengan pilihanmu
Tetap seperti ini saja dulu
Aku nyaman denganmu, 
kamu nyaman denganku.

Kelak jika memang tidak bisa bersatu, 
aku setidaknya tau, memang ini jalan ku.

Tuesday, October 1, 2019

Jangan Bercanda

Kemarin bilang ingin berjarak, lalu sekarang saat kita berjarak ternyata yang ada hanya sendu tanpa rencana.
Kalimat mu yang katanya bercanda, seketika membuatku patah.
Entah aku yang terbawa rasa atau memang harusnya biasa saja.
Tapi seketika suasana berubah menjadi tak biasa.
Aku yang biasanya bisa bercanda mendadak muram tanpa ingin berkata-kata.

Sepertinya aku sudah mulai terbawa rasa yang cukup hebat.
Ingin ku hindari tapi tak bisa.
Ingin ku pendam tapi menyiksa.
ingin ku kata tapi tak akan.

Kali ini aku jatuh hati pada seseorang yang terlampau sempurna.
Berharap tapi tak berani juga berharap.

Ingin tetap menyapa mu tanpa punya perasaan mendalam, 
karena di dekatmu hatiku lemah tak berdaya.

Friday, August 30, 2019

Menunggu Waktu

Semesta baik, ada saja hal yang membuatku lagi-lagi harus berhadapan denganmu.
Mungkin untuk sekedar menyadarkanku, kalau kita memang harus saling menatap tanpa perlu ada rasa.
Menghindarimu adalah hal yang tidak mungkin.
Satu-satunya cara menghadapi rasa ku adalah dengan terbiasa.
Terbiasa melihat mu dengan yang lain, 
Terbiasa denganmu tanpa pernah ingin memiliki.
Rasa-rasanya memang cukup sulit, tapi hanya itu satu-satunya cara agar aku bertahan.
Bertahan dari rasa yang ada sejak awal.
Bertahan dengan semua rasa dan tetap bahagia.
Bertahan dengan semua alasan baik yang aku punya tentang mu.
Bertahan agar kita tetap seperti ini, tanpa pernah saling menyakiti.


Ada alasan dari sebuah pertemuan.
Iyaa, selalu ada.
Bertemu denganmu jadi bagian paling menarik buatku.
Pertemuan yang tak pernah aku sadari merubah sebagian hidupku.
Pertemuan penuh pembelajaran yang tak pernah ingin aku akhiri.
Kamu mengajarkan ku banyak hal tanpa kamu sadari.

Tak ada kata yang sanggup gambarkan betapa aku ingin berterima kasih.
Aku yakin, Tuhan akan membalas mu dengan berjuta kebaikan yang akan tiba dihidup-mu, kini dan nanti.

Bahagia lah dimanapun kamu berada, dengan pilihan-pilihan hidup yang menuntun mu pada kebaikan.
Dan bahagia lah selamanya dengan seseorang yang kamu pilih untuk menemani mu sampai akhir cerita hidupmu kelak.

Tuesday, August 6, 2019

Tampak Sempurna

Bagaimana mungkin aku tidak mendamba jika sosok-mu nampak begitu sempurna.
Ini bukan kali pertama aku menyanjung-mu tanpa alasan.
Terlalu banyak hal baik tentangmu, terlalu mudah hatiku luluh karenamu.
Andai saja kamu tahu.

Jalan hidupmu terlalu menarik buatku.
Seperti yang pernah kamu bilang kala itu.
Hidup yang ku jalani kini mengingatkan-mu akan kamu yang dulu.
Aku senang mendengarnya, aku merasa punya semangat yang sama denganmu.
Punya sebagian kisah yang mungkin sama saat kamu juga memulai ini semua.

Lalu jika sekarang kamu sudah berhasil menggapai beberapa mimpi-mu.
Mungkin saja nanti akupun begitu.
Walau masih terlihat jauh, masih belajar terus darimu.
Masih mencoba banyak hal baru.
Tapi aku yakin, suatu saat kita pasti akan bertemu.

Kamu salah satu orang yang merubah cara pandang ku tentang hidup.
Yang membuat aku melihat sisi lain kehidupan dengan takjub.
Yang membuatku merasa bersyukur untuk jalan hidup yang membawa ku.

Ijin kan aku mengingat-ingat lagi tentang mu.
Waktu itu, entah bagaimana semesta dan waktu seperti ikut membantu.
Membuat kita punya waktu berdua saja untuk saling bertukar cerita.
Kamu bercerita banyak , aku mendengarkan mu dengan seksama.
Tapi entah apa kamu ingat tau tidak.

Dan mulai pada detik pertama kamu memperkenalkan nama.
Aku sudah merasa, ada sesuatu darimu yang aku damba.
Benar saja, kamu terlalu sempurna.

Monday, July 29, 2019

From Yesterday

Rasanya hari kemarin tak ingin aku akhiri,
Betapa bahagianya aku menghabiskan waktuku denganmu, setengah hari .

Aku ingin cukup percaya diri, kalau lagu itu kamu sengaja bagi untuk ku.
Tak apa jika bukan, aku sudah cukup bahagia hari itu bersama-mu.
Selalu ada hal yang bisa aku pelajari, 
Selalu ada cerita yang bisa kita bagi, 
Dan selalu ada tawa mewarnai.

Aku terlalu nyaman berada di-dekatmu.
Berdiskusi hal-hal kecil denganmu menjadi terlalu menyenangkan.
Tertawa bersamamu membuat aku tetap menjadi aku.
Dan hari itu, aku banyak sekali berada disampingmu.
Rasanya tak ingin hari berlalu,
ingin ku menetap utuh, tanpa perlu pergi menjauh.

Sepertinya semesta sedang kasmaran, 
mempertemukan aku denganmu lagi di waktu yang sangat tepat.




So, is it me who bring's you a little joy?


Thursday, July 4, 2019

Semoga lekas

Hahahaa. Aku ingin tertawa setiap kamu mulai menyapa, entah untuk apa.
Semua pembicaraanmu bercandaan saja, tapi ke arah sana.
Kamu membuatku kian berharap.
Tapi nyalimu belum juga nampak.
Lama-lama aku lelah juga.

Kamu bicara soal mendoakan.
Dalam diam, aku rasa kita sudah saling mendoakan.
Berharap segera dipertemukan dengan tujuan yang jelas, dalam waktu yang tepat.
Jika harapku dan harapmu kian sama,
kenapa kita tak kunjung berdua saja?
Saling mengikat dalam sebuah doa.

Doa dan harapku untuk kaku disana,
Semoga lekas. Amiin.

Tuesday, July 2, 2019

lagu favoritku?

Ini bukan kali pertama, kamu  seakan menyiratkan sesuatu entah pada siapa.
Sebelumnya kamu membacakan penggalan puisi dari buku favorit ku kala itu.
Aku ingin bilang rasanya "itu buat aku ya?"
Tapi tidak, rasanya terlalu percaya diri jika aku merasa semua hal tentang aku, 
yang aku tau, kemu memang begitu.
Entah denganku atau yang lain.

Lalu kali ini diambil dari sebuah lagu favorit ku.
Tentang  sebuah keinginan memulai dengan seseorang yang baru. 
Apakah itu aku? batinku.
Tidak, pikiran-ku hanya bercanda, hatiku yang berharap. 
Aku diam, menahan rasa, bermain logika.
Lagi-lagi kamu begitu, mungkin saja bukan hanya aku yang merasa.
Mungkin dia juga atau dirinya, mana aku tau berapa banyak hati yang kamu buat menunggu bahkan pilu.

Tapi aku percaya pertemuan dengan mu punya makna lebih dari sekadar itu.
Ada sebuah frekuensi yang sama menarikmu di lingkaran kehidupan ku.
Aku bahkan tak menyangka bisa mengenalmu sejauh ini,
semoga seterusnya yaa, sampai nanti. Amiin.

Monday, July 1, 2019

Becanda?

Semua bercandaanmu ku amin-kan, siapa tau kelak semua itu jadi nyata.

......
Kamu senang sekali memancing pembicaraan kita ke arah sana.
Dalam benak aku berkata, 
kenapa tak kamu utarakan saja rasa, toh yang aku rasa juga sama.
Kamu tidak bodoh untuk tidak melihatnya.
Atau ini hanya perasaanku saja? yang seolah kamu membawa kita pada suatu suasana.
Atau mungkin lagi ini hobi-mu? membuat rasa yang tadinya sudah hilang, 
menjadikanya harap yang tak kunjung sudah. Ahhh, segeralah jika memang sudah.
Jangan terlalu banyak bercanda. 
Nanti saja kalau kita sudah berdua~







Thursday, June 27, 2019

Langit Tak Selalu Kelabu

Awalnya ku kira sudah.

Kita pernah saling tatap lalu kamu hilang,
aku berusaha melupa dengan susah payah.
Berhasil, tapi tak bertahan lama.
Kamu kembali membawa sejuta tanya,
aku bertanya dalam benak, untuk apa?

Tak ada yang salah dengan rasa,
waktu aku tahu kemudian, kamu dekat dengan nya.
Lagi-lagi aku harus terbiasa melihatmu bersama nya
hingga akhirnya perasaan ku bilang, biasa saja.

Dan tiba pada suatu masa,
saat kamu muncul lagi di setiap kesempatan.
Entah sekedar ingin bertegur sapa,
atau memang ingin benar-benar menyapa.
ahh, kamu terlalu banyak bercanda.

Dalam diam,
lagi-lagi aku mendoakanmu baik-baik saja.
berharap pesan yang ku sampaikan lewat doa,
tepat menuju padamu yang aku harap akan benar nyata.

Aku percaya ada alasan kenapa kita harus dipertemukan,
entah sebagai pembelajaran kehidupan,
atau sebuah jalan yang memang telah ditentukan.

Semoga kali benar adanya.

_________________________
Langit tak selalu kelabu,
jika benar adanya ku harap itu kamu.


Monday, May 13, 2019

Untuk Apa?

Pertemuan kita cukup membuatku ingat satu hal, kita senada.
Adalah malam ditempat yang paling menyenangkan bersama kawan,
yang membuat kita enggan terpejam.
Nada demi nada dimainkan, lalu seketika aku merasa frekuensi kita sama.
Waktu rasa nya cepat berlalu, berganti hari yang tak membuat kita lekas tidur.
Terjaga malam itu adalah pilihan terbaik yang aku tahu.

Adalah jarak yang setelahnya memisahkan engkau dan aku.
Bukan karena ingin menjauh,
tapi memang tempatmu disana dan aku disini kembali ke kota-ku.
Setelahnya frekuensi juga yang membawa mu bisa menyapaku.
ahhh, kupikir ini hanya angin lalu, biar saja pikirku.
Tak mengapa saling bertukar kisah, 
karena pembelajaran hidup kadang bisa saja lewat jalan cerita yang berbeda.
Entah ceritamu yang kerap berubah, atau aku yang kian harap akan perubahan.

Lalu entah bagaimana, kamu muncul lagi setelah lama tak menyapa.
Ku kira kamu sudah lupa.
Terakhir aku kembali ke kota mu yang penuh cerita, 
kita hanya saling sapa tanpa sempat bertatap muka.
Tiba-tiba kamu bilang ada dikota ku untuk waktu yang cukup lama
detik itu juga aku bertanya dalam benak. 
Untuk apa?



Saturday, May 11, 2019

Tentang Kemudian

Adalah waktu yang membawaku sampai disini
Tempat- tempat yang sebelumnya tak pernah aku kunjungi,
Teman-teman yang tak pernah lelah untuk saling berbagi
Lalu keindahan dan keramahan yang menyapa di pagi hari
Aku tak pernah  tahu, kalau ternyata aku menikmati perjalanan ini
Bagaimana sebuah cerita baru bisa hadir tanpa ku pungkiri
Tuhan Maha Baik.
Kecewa ku yang dulu pernah singgah dihati,
kini berbalik dengan ucap syukur yang tiada henti
hari ku kini jauhh membaik.

Tapi masih ada harap untuk esok yang kutunggu
Tak ingin aku terburu-buru
Tak ingin juga hanya sebatas angin lalu
Kecewa ku sudah cukup yang telah berlalu, jangan lagi .
Aku tau semesta pasti akan menuntunku
Ke tempat yang memang seharusnya untukku
Kepada yang paling ku tunggu
Yang masih dirahasiakan oleh waktu.
Kamu.

Tuesday, April 2, 2019

Shared

Aku tidak menyangka hari itu berubah indah lebih dari yang kuduga.
Sebelumnya kita berjanji akan berbagi cerita, atau lebih tepat nya kamu akan berbagi pegalaman dan  kisah.
Aku tidak berencana akan mengikuti jejak mu, namun semesta seperti menuntun-ku.
Lucu pikirku, tak pernah terpikir olehku sebelumnya,
tapi aku sangat senang menjalaninya.
Banyak hal dari mu yang bisa ku pelajari, jika ku rangkai disini rasanya tak akan habis diriku akan memuji.
Jadwal kita sulit bertemu, tapi hari itu tiba-tiba kamu muncul.
Aku senang akhirnya bisa bertemu, ber-kolaborasi denganmu rasanya sebuah  kebanggaan untukku.
Lalu seperti janji mu waktu itu, kamu sedikit banyak mengajari-ku.
Kamu tak pernah mau dibilang guru, walaupun kamu jelas dulu lebih tau dibanding aku.
Kita semua tau kemampuan-mu, tapi kamu tak pernah merasa lebih unggul dan itu semua membuat kita semua kagum.
Cerita demi cerita kita bagi, waktu rasanya ingin ku henti disini.
Ingin rasanya ku terus berdiskusi, tentang apapun yang kita berdua mengerti.
Kamu jelas berbeda dari yang lain.
Jika saja boleh ku minta lagi.
Mungkin banyak hal yang bisa kita bagi.

Thursday, March 7, 2019

Hanya

Kamu ingin percaya waktu yang tepat akan tiba, iya akan tiba.

Namanya akan muncul menjadi yang pertama di linimasa, jelas sudah karena ia menjadi bagian nama favorit yang selalu kamu ingin ketahui.
Namun hari itu semua berubah, dia yang kamu damba resmi bersamanya.
Ini bukan kali pertama kamu kecewa, hanya saja terjadi lagi.
ahh tapi biasa saja, tidak terlalu patah, karena dari awal hanya berandai biasa saja.
Hanya saja tak ingin lagi melihat.

Lagi pula, kamu sedang terlalu asik dengan dunia barumu, ada banyak rencana yang sedang kamu dan mereka susun semua untuk tujuan baik.
Sedang tidak terlalu jatuh cinta, juga tidak terlalu patah hati.
Pekerjaan yang cukup melelahkan pun jadi biasa saja. Lelah memang, tapi ketika ada sesuatu yang ditunggu untuk membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain rasanya semua ini sepadan.
Semoga lekas dipertemukan.

Friday, February 1, 2019

Jabat Tangan

Ada sedikit haru saat hari ini kamu menjabat tanganku.
Lucu yaaa. Kita bahkan belum pernah berjabat tangan pada perkenalan sebelumnya.
Tadi adalah yang pertama.
Sayang nya untuk menyampaikan selamat tinggal.
Perkenalan kita diawali senyum sapa yang kemudian berstatus kenal.
Tidak lebih.

Memang jika bukan jalan nya tidak bisa dipaksakan.
Bahkan doa ku untuk kita bersama nyatanya menurut Tuhan belum sekarang.
Aku percaya Tuhan punya rencana.
Terlalu banyak kejutan yang di buat-Nya.
Rasanya tidak adil jika aku harus bilang kecewa.

Untuk yang pergi. Semoga kamu selaalu baik-baik
Untuk yang kelak, semoga lekas datang menetap.

Thursday, January 31, 2019

Pergi

...

Hari ini kudengar kabar tentangmu.
Esok adalah hari terakhirmu disini.
Walaupun aku tau, kamu telah bersamanya, nyatanya tak membuatku ingin menjauh.
Aku hanya ingin kita mengenal lebih jauh.
Tak terbatas tempat dan waktu.

Mengenalmu bukan berarti ingin memilikimu.
Belasan kisah membuatku belajar tentang pertemuan dan waktu.
Yang kemudian membuatku sadar semua kemungkinan untuk setiap kesempatan kisah yang baru.
Nyatanya kisah yang aku kira selesai setelah perpisahan tanpa sayonara justru kembali dipertemukan dengan cara yang tidak biasa di sebuah pelosok desa.
Lantas pertemuan kita setiap pagi hingga hari ini hanya sebataas ini.
Ternyata semua tokoh punya cerita yang beda.

Dan aku tak ingin menebak-nebak pertemuan kita selanjutnya.
Yang aku tau, kamu akan pergi.
Esok tak lagi kulihat kamu setiap pagi.
Tak ada lagi.

Tapi bukan kah sebuah pertemuan selalu mempunyai arti?
Berpisah itu hanya soal lokasi.
Aku disana. Kamu disini .
Kita masih bertukar udara yang sama, bedanya kalau dulu kamu dekat sekarang kamu tak bisa kulihat.

Semoga esok harimu menyenangkan.
Bahagia dengan semua langkah yang kamu ambil kelak.
Doaku menyertaimu melangkah menuju masa depan yang semua orang nantikan.
Baik-baik disana.
Dimanapun kamu akan menetap nantinya.

Monday, January 21, 2019

Kagum.

Entah udara yang terlalu sejuk atau hati yang telampau luruh , hingga membuatku merasa terlalu mengagumi mu saat ini.
Tapi tidak, setiap gambar, cerita dan perbincangan singkat dengamu selalu membuatku kagum. 
Bukan tanpa alasan, atau sekedar hati yang bicara.
Semua orang jelas mengakuinya .
Jadi rasanya salah besar jika apa yang aku bilang terasa berlebihan.
Karena memang. Kamu terlalu mengagumkan.
Tapi tidak sampai disitu.

Ceritamu kerap membuatku berpikir tentang hidup.
Tentang bagaimana menyikapi kehidupan yang terus berlanjut.
Atau sekedar mensyukuri nikmat Tuhan yang tak pernah redup.
Mengambil sebuah resiko tinggi  dalam hidup.
Melangkah kecil kedepan dengan berani tanpa takut.
Kamu lagi-lagi kembali membuatku tertegun.

Kita saling mendoakan satu sama lain dalam setiap kesempatan.
Saling memberikan harap untuk sebuah masa depan yang kita inginkan.
Berterimakasih satu sama lain untuk sebuah apresiasi.
Saling memberikan semangat agar dapat terus mengisnpirasi.

Aku selalu menunggu karya-karyamu tanpa jenuh.
Karena selalu ada hal baru yang dapat aku pelajari darimu.

Terima kasih untuk perjumpaan yang ternyata memberikan ruang untuk selalu percaya kalau ternyata banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia untuk menjadi lebih bermakna.
Aku belajar banyak darimu dari perjumpaan pertama kita kala itu.

Saturday, January 5, 2019

Pengalaman Berharga di Cijantur

Ternyata ini rasanya menemukan apa yang dicari.
Bahagia ketika ada sesuatu hal berguna yang bisa kita lakukan untuk orang lain.

Setelah menemukan kebahagian dalam perjalanan 1000 Guru, sepertinya semesta tak ingin saya berhenti disitu. Tuhan membuka banyak pintu, menciptakan pintu-pintu baru yang menuntun saya dengan pertemuan-pertemuan manis lain nya.

Kali ini besama @indonesiancareproject & @berbuatbaik.id saya kembali di pertemukan dengan serangkaian kebaikan lain nya. Kampung Cijantur , Bogor, menjadi tempat yang kerap akan kami datangi sebulan sekali selama 6 bulan ini.

Berada di pedalaman ternyata cukup menyenangkan, tidak ada sinyal yang mengganggu mu dengan segala macam kesibukan sendiri-sendiri. Tidak ada yang namanya bolak-balik liat instastory . Kita bisa fokus dengan sekitar, mengamati adik-adik yang bermain tanpa beban, melihat kegiatan warga tanpa internet atau TV ternyata cukup menarik.

Yang membuat bahagia, sambutan mereka yang begitu hangat. Adik-adik disana selalu mengikuti kemana kita berada, mungkin bagi mereka, kami semua orang asing yang bisa jadi tontonan menarik, maklum saja akses untuk masuk ke kampung Cijantur cukup sulit dan butuh supir dengan skill khusus untuk mengendarai truck dan mobil pick up atau kalau nekat mungkin kalian bisa jalan kaki (tapi tidak disarankan).

Kembali kesana lagi rasanya kebahagian tersendiri, disana saya merasa menjadi pribadi yang berguna, dibutuhkan dan di apresiasi. Terkadang hal kecil yang kita lakukan bisa menjadi hal berharga buat orang lain. Saya telah melihatnya sendiri.

Kunjungan kedua kami kesana ternyata sudah ada kemajuan, sekolah yang atap nya rusak kini sudah lebih baik. Semua ini berkat kalian semua, dengan donasi kalian , kita bisa membantu adik-adik disini untuk mempunyai sekolah yang lebih baik. Yang menarik, kita disuguhi duren yang di petik langsung, ahhh betapa senangnya hari itu. Bertemu warga dan adik-adik yang kerap menyambut kedatangan kami membuat saya merasa, saya memilih hidup dijalan ini.

Maasih ada 6 bulan perjalanan yang akan menanti, tak sabar ingin kembali .

Counter