Lalu aku ingat, betapa aku mengagumi mu dalam begitu banyak hal untuk apapun yang ada.
Sampai aku sadar.
Aku hanya bersama mu sesekali saat kita sempat.
Kita juga tak berbincang setiap saat.
Rasanya cukup jauh untuk aku menyimpulkan,
kalau aku mengenali mu dengan sangat.
Bisa jadi yang ingin kamu tunjukkan hanya sisi terbaik mu saja.
Karena setiap orang pasti punya cara,
bagaimana kita ingin dilihat.
Karena setiap orang pasti punya cara,
bagaimana kita ingin dilihat.
Bicara mu sangat sopan.
Lalu aku sadar kamu telah melatih nya dalam kurun waktu cukup lama.
Gaya bicara mu bertutur kata, tatap-mu melihat mata,
semua seperti sudah kamu perhitungkan.
Kamu tahu apa yang harus dilakukan dalam setiap langkah .
Tau harus kemana, merencanakan apa.
Semua hal nampaknya sudah kamu pikirkan dengan matang.
Itu mengapa kamu terlihat sempurna.
Tapi bukan berarti kamu tak luput dari salah,
bukan berarti kamu tak punya kekurangan.
Karena setiap manusia pasti punya cerita yang tak sama.
Tak perlu jadi sempurna, cukup jadi apa yang memang sesungguhnya kita.
Gaya bicara mu bertutur kata, tatap-mu melihat mata,
semua seperti sudah kamu perhitungkan.
Kamu tahu apa yang harus dilakukan dalam setiap langkah .
Tau harus kemana, merencanakan apa.
Semua hal nampaknya sudah kamu pikirkan dengan matang.
Itu mengapa kamu terlihat sempurna.
Tapi bukan berarti kamu tak luput dari salah,
bukan berarti kamu tak punya kekurangan.
Karena setiap manusia pasti punya cerita yang tak sama.
Tak perlu jadi sempurna, cukup jadi apa yang memang sesungguhnya kita.
-Aku dengan segala ketidak-sempurnaanku.
.
No comments:
Post a Comment