Saturday, November 18, 2023

Tentang Kata Maaf

Rasanya kata maaf menjadi sebuah kata yang mudah diucapkan oleh sebagian orang. 
Beberapa dari kita mungkin menganggap kata maaf jadi sebuah solusi untuk sebuah permasalahan. 
Tapi aku merasa ada lebih dari sekedar kata untuk benar-benar meminta maaf ataupun benar-benar memaafkan.
Semua orang bisa dengan mudah mengucapkan kata maaf, apalagi menuliskannya.
Tapi apa iya perasaan bersalah itu benar-benar ada?
Apa iya memang setulus itu ingin meminta maaf?
Kadang mungkin kita lupa, semudah itu kita menyakiti perasaan orang lain tanpa disadari. 
Kita lupa bagaimana tindakan kita bisa meninggalkan trauma dihidup orang lain.
Kita lupa untuk punya empati.

Lalu tentang memaafkan, tidak perlu terburu-buru untuk perlu memaafkan.
Memaafkan yang sesungguhnya adalah sebuah proses panjang.
Tidak ada yang salah untuk merasa terluka, kita hanya manusia. 
Tidak semua hal harus disama-ratakan.
Bisa jadi yang dianggap sederhana bagi orang lain, menjadi hal yang sangat berarti untuk kita.
Bisa jadi yang dianggap lucu, justru menjadi sebuah luka.

Hidup akan selalu membawa kita pada sebuah perjalanan dan pertanyaan.
Kadang kita tergesa-gesa untuk tahu jawabannya sekarang.
Padahal semesta punya cara-Nya sendiri, yang kadang di luar nalar manusia.

Terima kasih kehidupan,
yang terus memberikanku banyak pelajaran. 



Wednesday, November 15, 2023

Tentang kehilangan

Seperti biasa hidup kadang penuh dengan kejutan-kejutan di dalamnya, 
dalam hitungan detik saja dunia mu bisa berubah,
yang tak disangka sebelumnya terjadi tanpa cerita pembuka.
Seketika harimu berantakan, hidupmu rasanya tak kau inginkan. 
Berusaha mencerna untuk bisa bertahan dalam hening sesaat.
Kadang ingin menghilang atau lari tanpa arah dan tujuan.
Tapi ada kesadaran disana untuk menerima, 
tidak mudah karena setiap orang berbeda, 
tidak perlu juga merasa baik-baik saja,
tidak salah untuk merasa terluka, 
dan tidak perlu mendengarkan mereka yang hanya bisa tertawa.
Dan untuk sebuah harapan baik, 
bertahan hari demi hari sudah cukup untuk dirimu sendiri.
tidak harus segera sembuh, jika memang itu yang kamu perlu.
Perasaanmu terlalu halus untuk disakiti, 
hatimu terlalu berharga untuk dia yang tak mengerti.


Thursday, September 14, 2023

Ternyata belum

Disana kamu, 
tak ingin rasanya ku melihatmu, 
tapi tak mungkin

ku lihat kamu, 
kembali semua memori terulang, 
kembali rasa sakit itu muncul.
Ingin ku hindari tapi tak bisa.

berulang lagi sakit yang kurasa, 
entah sampai kapan.

Pergilah segera, 
aku ingin hatiku damai.

Friday, August 4, 2023

Mulai Berdamai

Ada yang tidak biasa hari ini, 
kembali aku membuka diri.
Padamu yang masih melukai hati.
Entah sebuah kebodohan lagi 
atau usaha melepas rasa untuk pergi.

Seperti rutinitas pagi, 
aku akan berjalan kearah yang sama untuk secangkir teh.
Kehadiranku akan mudah terlihat.
Tentu kamu bisa memilih diam ditempatmu, 
Lalu kamu datang, pertanda tidak menghindariku.

Sudah lama tidak kudengar suaramu.
Rasanya rindu.
Lalu kamu mulai bertanya tentang sebuah rencana, 
tentu ini semua karena aku telah duluan membuka cerita.

Cerita yang entah mengapa bisa sama,
semesta mungkin yang telah mengaturnya. 
Agar aku bisa mulai lagi punya bahan bicara.
Karena tidak mungkin lagi aku bertanya tentang hari-harimu.
Kita harus punya bahan diskusi.
Semesta sungguh maha baik.

Dan rasanya ada sebuah kelegaan tersendiri, 
seperti kita yang dulu, walau tak akan pernah sama lagi.

Tentu semua sudah berbeda, 
lama tak saling bicara, 
berjarak untuk membuat batasan.

Rasanya rindu ingin bicara, 
lalu saat aku bisa bicara tanpa ada sebuah rasa.
Hari-hari ini lah yang aku damba.

Entah hanya sementara, 
atau ini sebuah permulaan.
Tapi rasanya aku suka.
Tentu harapku padamu masih sama.
Berdamai dengan rasa.

Semoga saja iya sebuah awal mula :)



Wednesday, August 2, 2023

Jendela kaca tempatku menatap 
sedikit waktu untuk ku tinggal lebih lama, 
Disinilah aku dengan penuh harap,
menuliskan harapan yang semoga akan tiba perlahan,
Masih ada kamu didalamnya, 
harapan untuk bisa segera berdamai.

Berdamai dengan perasaanku sendiri agar lekas terima.
Perlahan aku mulai menapaki langkah lebih ringan.
Alasan-alasan mulai ku terima.
Namun perasaanya masih ada sejenak, 
tak lantas menghilang begitu saja.
Masih ingin ku bersama walau sesaat, 
masih mencari saat kamu sedikit hilang,
masih teringat semua hal yang tak perlu lagi ada.

Semua masih butuh jeda untuk bertahap melepas.
Alasan demi alasan ku buat untuk bisa kembali berbincang, 
Harapku untuk bisa meleburkan rasa agar tak lagi membuat jarak.
Harapku yang entah  menjadi harapmu apa bukan, 
tapi bukankah semua hal patut dicoba?

Tak ada lagi yang ku khawatirkan untuk hilang, 
aku sudah kehilanganmu sejak lama.
Semua hal akan ku coba untuk tetap ada.
Jika harus kehilangan lagi tak apa.
Aku mungkin sudah bisa terima.

Wednesday, July 19, 2023

Nada yang masih ada

Gelap yang tak ingin terlelap dan lagi-lagi pikiranku kembali ke tempat yang sama.

Padamu yang kini telah berjarak. 

Nada-nada mu masih ada di kepala, lupa yang belum tentu akan.

Dan siang ini, aku kembali mendengarkan.

Lantunan nada yang pernah kamu buat tahunan silam dan selalu aku suka. 


Aku ingin sekali lupa, 

derap langkah kakimu saat melangkah, 

warna baju apa yang kamu pakai, 

tempatmu berada pagi hingga petang, 

waktu-waktu saat kamu mulai bergerak.

Nyatanya semua hal masih aku ingat jelas.


Mungkin butuh lebih banyak lagi waktu, 

yang ternyata tidak secepat harap.

Ijinkan aku disini sebentar,

menikmati alunan nada yang kau mainkan, 

mengaggumi karyamu tanpa perlu diutarakan lagi.


Tidak akan lama, 

nanti aku akan kembali pada masa

dimana tangisku tak lagi ada, 

sedihku akan sirna

dan hari-hariku akan berlalu indah.


Saat semua itu tiba, 

akan ku katakan padamu satu hal.

Tepat dihadapanmu saat ku menyapa,

Sekali lagi ku katakan.

Terimakasih kamu, 

yang tidak memilihku.



Wednesday, June 21, 2023

Serangan Panik Pertama

Lantai tiga, tempat yang tak biasanya berada.

Kali pertama menerima jarum suntik terlama, sakit yang sebenarnya.

Bertanya-tanya mengapa.

Semua hasil diagnosa  masih terlihat baik saja.

Lalu semua ini apa?

Apa benar masih karena dia.

Manusia yang telah membuat hati ini berantakan di awal tahun pertama.

Proses kehilangan yang tidak mudah .

Hari demi hari bertahan melawan rasa yang berharap akan sirna dengan sendirinya,

nyatanya tak semudah meski sadar sudah tak bisa.

Dan proses kehilangan ini rasanya berat, karena dia tepat ada di depan mata setiap harinya.

Pergi dan menghindar selamanya belum jadi pilihan utama,

Apa iya rela melepas semua yang ada hanya untuk menghindarinya.

Rasanya semua itu tak sepadan.

 

Jika benar semua ini karenanya.

Terima kasih telah membuat hidupku cukup berantakan

Tapi aku masih bisa bertahan :)


20 Juni 2023 - 

Kamar 313 RS. Mitra Keluarga.

Friday, June 9, 2023

Dear kamu,

Hai kamu, 
Entah sudah hari keberapa semenjak patah hatiku karenamu
rasanya hari-hari tidak semudah dulu, 
melihatmu di setiap hariku rasanya seberat itu.
Tapi tidak ada pilihan selain bertahan melewati waktu
lalu aku tersadar, sejauh ini aku bertahan.

Setiap hari rasanya tidak sama,
kadang ada begitu banyak rindu yang ingin kusampaikan 
kadang amarah mengisi hari mengingat luka yang kau buat
kadang ingin aku kembali di saat kita masih bisa bersama.
Namun bertahan dalam diam adalah sebuah pilihan.

Menghindarimu jadi keahlianku sekarang, 
namun kemarin aku sengaja menunggumu sejenak, 
berjalan lebih lambat dari biasanya,
memastikanmu ada melihatku disana
berdiam sejenak agar aku bisa menyapamu dengan singkat.
Hanya dalam hitungan detik,
melihatmu dari kaca setengah terbuka, 
isyarat lambaian tangan yang menandakan ku untuk menyapa.

Kamu disana, 
berjalan ke arah yang sama tempat kita dulu terbiasa bersama, 
yang kini sudah berbeda, 
Kamu tersenyum parau dengan membalas lambaian tanganku singkat.
Tak ada kalimat apapun yang terucap.
Dari dua orang yang tadinya saling,
kini kita terasa asing, 

Untuk sampai di tahap berdamai, 
selalu ada proses berduka yang memang tidak akan mudah 
tidak ada pilihan lain selain melewatinya.
Dan disinilah aku.
Setia pada proses bertumbuh, terluka dan kelak akan sembuh.

Terimakasih padamu, 
yang tidak memilihku :)



Tuesday, May 9, 2023

Rasanya ingin sekali bertatap lagi
Mendengar cerita perjalananmu, hari harimu.
Rasanya ingin lagi duduk disampingmu
Menjalani rutinitas sepuluh menit yang sangat berarti bagiku.
Perasaan ini masih ada walau waktu telah berselang,
nyatanya tidak cukup lama untuk bisa terbiasa.
Aku punya lebih dari tiga ratus enam puluh lima hari memori yang tersimpan.
Yang kemudian akan menjadi bagian kenangan yang saat ini masih menjadi angan.
Kata-kata andai saja terkadang masih muncul dalam benak.
Bagaimana jika, 
Apakah mungkin ada, 
Kalau saja, 
dan semua penyangkalan untuk sebauh nyata yang ada di depan mata.








Tuesday, April 18, 2023

Sebelum berjeda

Esok adalah kesempatan terakhir kita bertemu
Sebelum kita berjeda untuk beberapa waktu
Ada terlalu banyak rindu yang tak sempat tersampaikan
Harap yang seketika hilang begitu saja
Tawa yang tertahan karena kamu disana
Semua hal yang tidak lagi bisa sama.

Disinilah aku.
Mencoba melepas rasa yang sedari dulu ada.
Menanti harap yang ternyata semu belaka.

Masih bisa ku bayangkan rasa getirnya
Melihat dirimu yang kini bersamanya
Bukan aku tak ingin kau bahagia
Tapi rasanya masih tak bisa.

Tuesday, January 24, 2023

Crystal Clear

Hari ini akhirnya tiba
Jawaban untuk sebuah tanya yang kerap menghantui sejak lama
Rasanya tiga ratus enam puluh lima hari lebih cukup aku menunggu
aku tak butuh waktu lebih lama lagi.
sebuah plot twist kehidupan terjadi
walau sudah masuk skenario kehidupan yang biasa aku pelajari,
tetap saja jantungku sedetik berhenti saat itu terjadi.

Sebuah konfirmasi dan semua jelas kini.
Tidak mungkin lagi aku ada di harimu 
Tidak mungkin lagi aku akan mencarimu
Tidak, tidak akan lagi waktu bersama.
Tidak mungkin aku berpura-pura lagi seperti yang lalu, 
berusaha bahagia padahal hancur. 

Dan minggu lalu rasanya menjadi hadiah terakhir darimu
Aku bahagia saat itu
tidak ada resah, gundah, hanya ada nyaman didekatmu.
tidak terpikir akan berakhir begitu saja.
lima belas detik yang membuat hatiku hancur berantakan (lagi)

Terimakasih untuk semua bahagia yang pernah ada.
Aku akan membuat ini mudah bagimu.
Aku pergi :)

Sunday, January 8, 2023

Refleksi

Rasanya sudah lama sejak entah kapan terakhir bercerita.
Duniaku masih sama.
Kamu ternyata masih ada.

Rasanya tahun ini begitu banyak cerita,
tidak semua bahagia tapi rasanya bersyukur dengan semua yang ada.
Seperti baru kemarin, tapi ternyata setahun berlalu.
Jurnal harianku hampir mencapai dua buku, 
mungkin kelak akan membacanya lagi lalu tersenyum dengan apa yang telah terjadi.

Seperti tahun-tahun berlalu.
Harap yang selalu datang namun tak kunjung menentu.
Jiwa yang berusaha untuk tetap utuh.
Angan yang mencoba perlahan menembus daya dan upaya.
Nyatanya jika Tuhan belum tetapkan, berserah adalah jawaban.

Dan sementara,
ada hati yang perlahan sembuh dengan perasaan baru.
Lalu seiring waktu mempertanyakan lagi sebuah cerita, 
yang entah bagaimana bisa, tapi terjadi begitu saja.
Asumsi lagi-lagi datang,
menyita waktu dengan berbagai pemikiran.
Terkadang melelahkan.
Tapi satu hal, kamu membuatku nyaman.

Oh Tuhan, kali ini aku tidak mau merusaknya. 

Counter