Gelap yang tak ingin terlelap dan lagi-lagi pikiranku kembali ke tempat yang sama.
Padamu yang kini telah berjarak.
Nada-nada mu masih ada di kepala, lupa yang belum tentu akan.
Dan siang ini, aku kembali mendengarkan.
Lantunan nada yang pernah kamu buat tahunan silam dan selalu aku suka.
Aku ingin sekali lupa,
derap langkah kakimu saat melangkah,
warna baju apa yang kamu pakai,
tempatmu berada pagi hingga petang,
waktu-waktu saat kamu mulai bergerak.
Nyatanya semua hal masih aku ingat jelas.
Mungkin butuh lebih banyak lagi waktu,
yang ternyata tidak secepat harap.
Ijinkan aku disini sebentar,
menikmati alunan nada yang kau mainkan,
mengaggumi karyamu tanpa perlu diutarakan lagi.
Tidak akan lama,
nanti aku akan kembali pada masa
dimana tangisku tak lagi ada,
sedihku akan sirna
dan hari-hariku akan berlalu indah.
Saat semua itu tiba,
akan ku katakan padamu satu hal.
Tepat dihadapanmu saat ku menyapa,
Sekali lagi ku katakan.
Terimakasih kamu,
yang tidak memilihku.
No comments:
Post a Comment