Monday, April 27, 2020

Satu sisi

Ada hal yang harus aku pahami
Tak semua harap yang tersimpan dihati,
harus menjadi nyata untukku sendiri.
Seperti menemukan cerminan diri
Dalam refleksi yang jauh lebih baik
Lantas apakah langsung berasumsi yang terbaik?

Tak semua yang aku kira sama
menjadi sama bagi orang lain.
Sudut pandang yang membuatnya terlihatnya nyata.
Tolong bantu aku sekali ini saja
Buatlah aku mengerti sejenak soal rasa.
Berasumsi dengan pikiran sendiri rasanya melelahkan.
Seperti pertarungan yang tak tak tahu berlawan siapa.
Tidak pernah menang, namun tak kunjung juga mendapatkan jawaban.
Begitulah yang selalu ada dalam benak.

Menyadari kapasitas diri menjadi hal yang bisa dilakukan.
Aku tak berani menguak lebih dalam 
mencari tanya yang selama ini tanpa jawab
atau merelai pertarungan tanpa lawan.





Sunday, April 26, 2020

Menjalani hari di kala pandemi

Saat ini dunia sedang tidak begitu ramah, pandemi Covid-19 membuat banyak hal yang tidak pernah kita duga terjadi.
Sebagian orang ada yang hanya dirumah saja, seperti anjuran pemerintah
Sebagian lagi masih harus tetap bekerja.
Sebagian pula kehilangan pekerjaannya.
Tapi ada juga yang menikmatinya karena  mendapat kesempatan rehat sejenak dari hiruk pikuk duni.

iyaaa, tidak semua orang punya dampak yang sama dalam menghadapi pandemi ini. 
Tapi kita semua sama-sama berjuang menghadapinya.
Walaupun perjuangan kita tidak sama. Tapi percayalah, semua ini pasti bisa kita lewati bersama.

Bagaimana dengan aku?
Masih harus bekerja dan terpaksa harus berjarak dengan rumah.
Tidak pulang  sementara waktu menjadi pilihan .

Tinggal sendiri dan jauh dari rumah menjadi suatu hal yang memang harus dijalani saat ini.
Terkadang merasa sendiri, tapi kali ini ada mereka yang selalu menemani dari jauh.
Aku ingin bilang terimakasih untuk tiga manusia yang saat ini hadir, yang membuat hariku tidak terlalu sepi.
Yang kadang membuatku tertawa juga menangis. HAHAAAHAA

Mereka yang tak perlu kusebut namanya.
Manusia yang setiap hari hadir tanpa pernah diminta hadir.
Kita hadir karena perasan yang sama ingin ada untuk satu sama lain.
Bukan sebuah basa-basi, bukan sekedar ada. Lebih dari itu semua.

Sudah banyak kenangan manis bersama mereka, 
walau baru dua tahun kebelakang ini bersama-sama, 
namun rasanya cukup banyak pembelajaran hidup yang bisa aku ambil dari mereka semua.

Rasa terimakasih tak pernah cukup untuk aku katakan. 
Doa yang terdalam setulus-tulusnya untuk kalian.
Dimanapun berada, sampai kapanpun. 
Kalian telah menjadi bagian perjalanan untuk aku tumbuh.

Harapku satu ingin melihat kalian bahagia suatu saat nanti, 
dengan semau mimpi dan harapan yang kalian miliki.
Lalu saat kita ingat akan hari ini. 
Kita semua bisa tersenyum pernah punya cerita yang kelak tersimpan dalam memori.

Terimakasih yang tidak akan pernah habis untuk kalian.
Bahagia terus yaaa sampai kapanpun!!

You guys know how much you really mean to me :")



Friday, April 24, 2020

Dua Puluh Tiga April

Hai Kamu!

iyaaaa kamu, aku sekarang ingin bicara dengan kamu.
kita satu tubuh yang sama dan saling mengisi, saling bicara jika ingin menyendiri.
iyaa cuma kamu yang paling mengerti.

Hari ini kamu mengulang hari. 
Sama seperti biasanya, hanya saja beberapa manusia di Bumi percaya kalau ada hal yang special hari ini.
Semacam ritual tak tertulis di Bumi yang sedari dulu dipercayai.
Lalu bagaimana denganmu?
Entahlah, ada hal yang membuatmu enggan merasa berbeda hari ini.
Selain kamu menua didunia, angka dalam biodata dirimu harus berubah.
iyaa abaikan saja soal angka, itu hanya membuatmu ingin lupa.

Lalu mengapa kamu berbeda? 
Mengapa kamu tak ingin ada perayaan?

Karena kamu tahu, semua masih sama.
Bumi tempatmu berpijak, 
udara yang tiap hari kamu hirup,
waktu yang tetap berjalan tanpa harus diberi perhatian.

Kamu bahkan berusaha sekuat tenaga merahasiakan dari dunia.
Supaya semua orang lupa , lalu melewati hari ini dengan biasa-biasa saja.

Tapi ada yang berbeda hari ini.
Pagi ini kamu tersenyum melihat sebuah pesan dan beberapa panggilan telpon masuk yang tidak sempat kamu angkat.
Ternyata usahamu menyembunyikan hari ini dari dunia gagal sudah.

Kamu tidur seperti biasa, tidak berharap menunggu apapun yang kamu kira akan tiba.
Entah pesan singkat sederhana, atau apa saja-lah yang biasa dilakukan kebanyakan orang.
Tidak ada yang kamu tunggu. Tidur tenang menjadi pilihanmu malam itu.

Ternyata kamu salah.
Mereka yang selama ini dekat ternyata mencoba mengingat.
Sederhana, tapi buatmu mereka lebih dari sekedar manusia yang hadir di dunia.

Kondisi dunia saat ini membuat kita hanya bisa bertemu secara virtual.
Dan tepat pergantian hari ini, mereka berusaha menggapaimu untuk memberikan doa dan harapan baik.

Dan hari ini, kamu tersenyum menyadari.
Tak ada yang perlu dihindari, bahkan harimu sendiri.
Dan betapa menyenangkan saat manusia-manusia penting dalam hidupmu memberikan doa untukmu.

Terimakasih kalian, telah menjadi bagian dari perjalanan .
Walaupun hadir belum juga lama, 
tapi terlalu banyak makna hidup yang bisa kita pelajari.
Tetaplah disini untuk saling menemani.


Monday, April 13, 2020

Tadi Malam

Ada sedikit kesadaran malam itu, saat aku bercerita tentang apa-apa yang sudah berlalu.
Selesai. Begitu aku menyebutnya.

Seperti yang biasa aku kita lakukan, disetiap kesempatan.
Saling mendoakan adalah sebuah ungkapan rasa yang paling dalam yang bisa kita lakukan.
Mendoakan mu baik-baik saja, semoga segera dipertemukan, begitupun dengan aku.
Kita cukup mengenal baik, satu sama lain. Rasanya cukup yaa untuk tidak berharap terlalu jauh dengan semu ini.
Kita tidak akan selama nya begini, pada saatnya nanti kita akan berada di jalan hidup kita masing-masing.
Cerita yang sampai saat ini masih misteri.

Aku sendiri bertanya-tanya, sampai kapan semua ini?
Selesai dengan cerita lalu dan belum juga membuka lembaran baru.
Sekali lagi, yang bisa menjawab hanya waktu.

Sunday, April 12, 2020

Sendiri

Sendiri membuatku banyak berpikir tentang banyak hal.
Tentang bagaimana begitu banyak darimu yang bisa aku pelajari.
Keinginanku untuk menghilang rasanya harus aku singkirkan jauh jauh.
Jika aku memilih bertahan disini dengan perasaan sakit karena memiliki rasa ini,
harusnya semua itu terbayar dengan begitu banyak pelajaran hidup yang aku dapati.
Apakah ini masih termasuk toleransi hati?

Bukankah tidak ada pengorbanan yang sia-sia?
jadi kalau ada perasaan yang harus sedikit dikorbankan tak apa, semua akan terbayar.
Selama kita saling menghargai satu sama lain,
saling mendukung yang tidak pernah henti,
saling berbagi untuk semua hal baik
dan saling hadir mengisi satu sama lain. Bukankah itu cukup?

Tapi ada waktu yang tak akan cukup untuk bertahan selamanya .
Ia berjalan layaknya aku, kamu dan kita semua.
Dan aku selalu yakin, selalu ada kejutan indah didalamnya.
Entah denganmu atau bukan, tapi hatiku pernah merasa.

Terimakasih.

Saturday, April 11, 2020

Salah?

Kenapa lagi-lagi soal kamu?
Setiap jeda waktu kosong dipikiranku yang hadir tengtangmu.
Aku bertanya pada diri ku sendiri, kenapa?
Kenapa aku terus berpikir tentangmu, sementara aku rasa kamu tidak begitu.

Ada yang salah denganku.

BIngung

Aku mulai bingung menanggapi semua hal yang masih terjadi dengan perasaanku sendiri.
Lagi-lagi kamu membuatku berpikir.
Menyakiti perasaanku sendiri apakah sebuah toleransi?
Tidak kamu tidak pernah berusaha sekalipun menyakitiku.
Sekalipun tidak. Ba
Tapi kamu memberi banyak dampak  positif dihidupku,
memberi banyak pelajaran untuk makna hidup yang baru.


Lantas siapa yang salah soal rasa?
Aku tak meminta rasa ini hadir.
Bertahan disini dengan semua kebaikan tentangmu rasanya menyakitkan.
Kadang aku ingin pergi.
Agar rasa ini tak lagi tumbuh bersemi.

Kamu yang bilang, kalau seseorang tidak melihat perjuaganmu untuk seseorang, lebih baik sudahi saja.
Lalu aku ini apa?

Counter