Aku masih berproses, masih terluka, masih memiliki trauma untuk semua hal tentangmu.
Yang menurutmu mungkin sederhana dan bisa ditertawakan, bagiku tidak.
Bertahan hari demi hari masih kulalui,
dalam patah hati ini aku tetap berjalan pelan,
perlahan mimpi-mimpiku menghampiriku satu persatu,
tetap dengan perasan patah hati ini, hidup berjalan sebagaimana mestinya.
Hari-hari beratku, perlahan meringankan langkahnya sendiri,
sering aku bergumam pada diriku sendiri,
seandainya tidak perlu aku melihatmu setiap hari, apakah akan lebih mudah?