Friday, August 4, 2023

Mulai Berdamai

Ada yang tidak biasa hari ini, 
kembali aku membuka diri.
Padamu yang masih melukai hati.
Entah sebuah kebodohan lagi 
atau usaha melepas rasa untuk pergi.

Seperti rutinitas pagi, 
aku akan berjalan kearah yang sama untuk secangkir teh.
Kehadiranku akan mudah terlihat.
Tentu kamu bisa memilih diam ditempatmu, 
Lalu kamu datang, pertanda tidak menghindariku.

Sudah lama tidak kudengar suaramu.
Rasanya rindu.
Lalu kamu mulai bertanya tentang sebuah rencana, 
tentu ini semua karena aku telah duluan membuka cerita.

Cerita yang entah mengapa bisa sama,
semesta mungkin yang telah mengaturnya. 
Agar aku bisa mulai lagi punya bahan bicara.
Karena tidak mungkin lagi aku bertanya tentang hari-harimu.
Kita harus punya bahan diskusi.
Semesta sungguh maha baik.

Dan rasanya ada sebuah kelegaan tersendiri, 
seperti kita yang dulu, walau tak akan pernah sama lagi.

Tentu semua sudah berbeda, 
lama tak saling bicara, 
berjarak untuk membuat batasan.

Rasanya rindu ingin bicara, 
lalu saat aku bisa bicara tanpa ada sebuah rasa.
Hari-hari ini lah yang aku damba.

Entah hanya sementara, 
atau ini sebuah permulaan.
Tapi rasanya aku suka.
Tentu harapku padamu masih sama.
Berdamai dengan rasa.

Semoga saja iya sebuah awal mula :)



Wednesday, August 2, 2023

Jendela kaca tempatku menatap 
sedikit waktu untuk ku tinggal lebih lama, 
Disinilah aku dengan penuh harap,
menuliskan harapan yang semoga akan tiba perlahan,
Masih ada kamu didalamnya, 
harapan untuk bisa segera berdamai.

Berdamai dengan perasaanku sendiri agar lekas terima.
Perlahan aku mulai menapaki langkah lebih ringan.
Alasan-alasan mulai ku terima.
Namun perasaanya masih ada sejenak, 
tak lantas menghilang begitu saja.
Masih ingin ku bersama walau sesaat, 
masih mencari saat kamu sedikit hilang,
masih teringat semua hal yang tak perlu lagi ada.

Semua masih butuh jeda untuk bertahap melepas.
Alasan demi alasan ku buat untuk bisa kembali berbincang, 
Harapku untuk bisa meleburkan rasa agar tak lagi membuat jarak.
Harapku yang entah  menjadi harapmu apa bukan, 
tapi bukankah semua hal patut dicoba?

Tak ada lagi yang ku khawatirkan untuk hilang, 
aku sudah kehilanganmu sejak lama.
Semua hal akan ku coba untuk tetap ada.
Jika harus kehilangan lagi tak apa.
Aku mungkin sudah bisa terima.

Counter