Monday, May 13, 2019

Untuk Apa?

Pertemuan kita cukup membuatku ingat satu hal, kita senada.
Adalah malam ditempat yang paling menyenangkan bersama kawan,
yang membuat kita enggan terpejam.
Nada demi nada dimainkan, lalu seketika aku merasa frekuensi kita sama.
Waktu rasa nya cepat berlalu, berganti hari yang tak membuat kita lekas tidur.
Terjaga malam itu adalah pilihan terbaik yang aku tahu.

Adalah jarak yang setelahnya memisahkan engkau dan aku.
Bukan karena ingin menjauh,
tapi memang tempatmu disana dan aku disini kembali ke kota-ku.
Setelahnya frekuensi juga yang membawa mu bisa menyapaku.
ahhh, kupikir ini hanya angin lalu, biar saja pikirku.
Tak mengapa saling bertukar kisah, 
karena pembelajaran hidup kadang bisa saja lewat jalan cerita yang berbeda.
Entah ceritamu yang kerap berubah, atau aku yang kian harap akan perubahan.

Lalu entah bagaimana, kamu muncul lagi setelah lama tak menyapa.
Ku kira kamu sudah lupa.
Terakhir aku kembali ke kota mu yang penuh cerita, 
kita hanya saling sapa tanpa sempat bertatap muka.
Tiba-tiba kamu bilang ada dikota ku untuk waktu yang cukup lama
detik itu juga aku bertanya dalam benak. 
Untuk apa?



No comments:

Post a Comment

Counter