Bagaimana mungkin aku tidak mendamba jika sosok-mu nampak begitu sempurna.
Ini bukan kali pertama aku menyanjung-mu tanpa alasan.
Terlalu banyak hal baik tentangmu, terlalu mudah hatiku luluh karenamu.
Andai saja kamu tahu.
Jalan hidupmu terlalu menarik buatku.
Seperti yang pernah kamu bilang kala itu.
Hidup yang ku jalani kini mengingatkan-mu akan kamu yang dulu.
Aku senang mendengarnya, aku merasa punya semangat yang sama denganmu.
Punya sebagian kisah yang mungkin sama saat kamu juga memulai ini semua.
Lalu jika sekarang kamu sudah berhasil menggapai beberapa mimpi-mu.
Mungkin saja nanti akupun begitu.
Walau masih terlihat jauh, masih belajar terus darimu.
Masih mencoba banyak hal baru.
Tapi aku yakin, suatu saat kita pasti akan bertemu.
Kamu salah satu orang yang merubah cara pandang ku tentang hidup.
Yang membuat aku melihat sisi lain kehidupan dengan takjub.
Yang membuatku merasa bersyukur untuk jalan hidup yang membawa ku.
Ijin kan aku mengingat-ingat lagi tentang mu.
Waktu itu, entah bagaimana semesta dan waktu seperti ikut membantu.
Membuat kita punya waktu berdua saja untuk saling bertukar cerita.
Kamu bercerita banyak , aku mendengarkan mu dengan seksama.
Tapi entah apa kamu ingat tau tidak.
Dan mulai pada detik pertama kamu memperkenalkan nama.
Aku sudah merasa, ada sesuatu darimu yang aku damba.
Benar saja, kamu terlalu sempurna.
No comments:
Post a Comment