How could it be, that's exactly like what I feel.
Did you believe Coincidence?
Aku ingin percaya ini hanya euphoria sementara saja
Namun kamu selalu kembali muncul dengan beragam cara.
Lalu sore itu kamu muncul dengan sebuah pesan bebas di udara yang entah ingin kamu tujukan kepada siapa.
Pesan yang begitu indah, hingga aku ingin mendengarkan nya ribuan kali tanpa pernah bosan.
Kamu mengutipnya dari sebuah buku kesukaanku. Kamu jelas tau itu.
Aku seperti mendengarkan podcast radio yang aku tunggu-tunggu.
Berulang aku dengarkan, meresapi semua kalimat indah itu.
Sebuah pesan singkat tentang sebuah rasa, yang entah bagaimana bisa. Aku merasakan hal yang sama.
Tapi entah pesanmu untuk siapa, aku tak berani menebak .
Entah ini sebuah kebetulan sesaat
Atau ada pesan rahasia yang kau ungkap.
Aahhh. Aku tak berani menerka-nerka.
Kamu terlalu sulit ku tebak dan kitapun masih saja berjarak.
Ingin ku bilang, bagaimana bisa?
Semua hal tentang kamu rasanya terlalu aku damba.
Dan sekali lagi, jika kamu sebuah buku, jelas sudah buku itu akan jadi favorit ku.
Yang akan ku baca berulang kali tanpa pernah jenuh.
Yang akan kusimpan baik-baik agar tetap utuh.
Dan mungkin yang akan aku jadikan pedoman dalam hidupku.
Ku sampaikan pesan dalam literasi ini untukmu.
Yang aku tak pernah beharap kamu tahu.
Hanya saja menuliskanmu, lagi-lagi menjadi hal menyenangkan buatku.
No comments:
Post a Comment