Semenjak rutinitas pagi yang telah berubah saat dia memutuskan untuk tidak lagi muncul di tempat yang sama. Hari mu resmi berubah. Tidak ada lagi senyum sapa yang kamu harapkan ada, karena peluang bertemu dengannya hampir pasti. Kemudian ia memutuskan untuk tidak muncul lagi disana, bukan salah mu jika kamu mulai tidak suka dengan keadaan ini, saat berharap menjadi hal yang paling sia-sia untuk dilakukan. Dan saat itu, kamu memutuskan untuk lupa.
Hari rasanya berjalan biasa, perlahan kamu mulai terbiasa dengan tidak munculnya dia disana, hari mu kembali normal.
Hingga entah apa yang membuatnya muncul di hari itu, ia sebelumnya bahkan tidak pernah ada di sebuah pertemuan yang rutin kamu adakan ini., bahkan namanya tidak pernah ada di daftar nama-nama orang yang harusnya hadir. Kamu tidak pernah siap untuk melihatnya di pertemuan itu. Lalu seketika kenapa ia muncul?
Seketika jantung mu kembali berdegup tidak normal, jari-jarimu mulai gemetar, kamu berusaha tenang namun rasanya itu sulit, diluar kontrol mu terhadap tubuh ini, rasa nya ada adrenalin yang sedang di pacu tanpa henti, kamu jelas tidak suka hal ini. Kamu tidak siap untuk melihatnya hadir. Hingga pertemuan itu berakhir, kamu berusaha tenang berbicara dalam kondisi tidak normal itu, jantung mu tidak berhenti berdetak kencang, jelas kamu bertanya pada diri. Apa yang terjadi kini?
Sepanjang pertemuan itu, kamu berusaha tenang, kamu bicara hanya saat diperlukan, rasanya semua kata-kata yang ingin kamu sampaikan hilang, kamu berusaha untuk tidak menatapnya, padahal ingin sekali kamu bicara dengannya, bertegur sapa atau menghabiskan waktu lagi bersamanya.
Jelas kamu berusaha untuk tidak berharap padanya, namun seketika ia muncul dihadap mu, jantung mu mulai berdetak tidak normal seperti orang yang sedang jatuh cinta. Tidak, kamu tidak ingin jatuh cinta hanya sendirian, kamu tidak ingin terlalu jatuh hingga tak bisa lagi merasakan cinta. Kalaupun iya, kamu ingin hanya ingin kita saling jatuh cinta.
No comments:
Post a Comment