Saturday, April 7, 2018

Story about My First Cold Brew Tea

Kalau kamu  baru tau sekarang ternyata  teh bisa di seduh pakai air dingin, no need to worry, we're same.
Jadi ceritanya dimulai dari sebuah pertemuan manis dengan se-teko peppermint tea yang sejujurnya tidak sengaja ter-pesan di sebuah cafe di Kelapa Gading bernama Sensory Lab. Saya suka sekali dengan teh, tidak  ada satu hari pun tanpa segelas teh dingin,. Minum teh sudah menjadi sebagian rutinitas hari yang tidak akan ter-lewatkan buat saya.
Dan hari itu saya tidak sengaja memesan "Whole Peppermint Tea", bayangan saya menu ini akan disajikan dengan gelas penuh es batu dingin, ternyata yang datang, satu teko bening daun peppermint yang di seduh dengan air panas dengan begitu cantik nya.
Awalnya saya merasa agak ragu dengan rasa yang akan saya dapatkan, karena saya penyuka black tea dengan rasa yang ringan, lembut dan aroma yang khas. Salah satu teh favorit lokal sejauh ini yang saya temukan yaitu "Teh Prendjak" (terakhir saya beli online di Lazada, karena agak sulit mencarinya di Alfamart tempat saya tinggal)



Back to the peppermint tea. First impression yang saya dapatkan dari tampilan penyajian peppermint tea ini  cukup menarik, dengan teko bening &  cangkir putih yang membuat daun pepper mint tea terlihat begitu cantik. Kemudian saya menuangkannya ke sebuah cangkir kecil yang telah di siapkan dan saya merasa jatuh hati saat meminumnya untuk pertama kali. Love at the first sight? feels like falling in love? Yes !
Rasa nya sangat ringan, lembut dan aroma peppermint-nya sangat menenangkan dan benar-benar membuat kecanduan!
"Whole Peppermint Tea"

Sampai keesokan harinya saya memesan lagi menu yang sama "Whole Peppermint  Tea" kali ini dua teko! it's really  refreshing, soft and gently calming down.
Buat beberapa orang mungkin rasanya hanya terasa hambar, tapi untuk mereka yang menyukai teh aroma , peppermint tea menjadi sebuah alternatif  teh yang sangat menyegarkan.
Dan saking jatuh cinta-nya, saya pergi ke sebuah supermarket yang menjual berbagai macan jenis teh untuk mencari peppermint tea dalam bentuk teh kemasan.
Harganya ternyata cukup lumayan mahal berkisar antara 50 - 100 ribu untuk satu pack teh kemasan berisi 20-25 tea bags, karena hampir semua teh yang saya temukan di toko ini berasal dari luar negeri.
Agak sedikit gambling, saya membeli satu pack tea bermerek "Ahmad Tea London" dengan varian Peppermint & Lemon. Sejujur nya saya sangat berharap rasa dan aromanya akan  menjadi kombinasi yang sangat menyenangkan. Tapi saat saya menyeduhnya untuk pertama kali, saya kurang suka dengan aroma-nya yang buat saya lebih seperti ramuan teh herbal rempah . This not my favorite.

Keesokan harinya karena masih penasaran, saya kembali mencari alternatif peppermint tea dalam kemasan. Kali ini saya memilih pure peppermint tea dari "Twining's of London" sejujur  nya saya cukup yakin saat membelinya, karena brand ini cukup terkenal bagi pecinta teh. Namun bagi saya ternyata aroma daun-nya cukup kuat, saya suka aroma peppermint-nya tapi terkalahkan dengan aroma daun (saya menyebutnya langu) yang sangat kentara saat diseduh air panas.




Di sela-sela terhadap pencarian peppermint tea leaves dengan aroma dan rasa yang ringan ini. Saya menemukan beberapa artikel tentang Cold Brew Tea.
Sebagai pencinta minuman dingin, teknik penyeduhan teh ini cukup menarik buat saya.
Cara-nya sangat mudah, kita hanya perlu menyeduh teh favorit dengan air dingin dan didiamkan semalaman di kulkas.
Dan ternyata saya baru tau kalau menyeduh teh tidak harus pakai air panas.  Memang butuh waktu yang cukup lama, tapi buat saya, aroma nya menjadi lebih kuat dan menyenangkan.
Percobaan pertama  untuk Cold Brew Tea ini menggunakan black tea favorit saya dengan aroma yang unik dan saya sangat menyukai hasilnya.
If you're tea lover, you must try!

Credit picture : Pinterest







No comments:

Post a Comment

Counter