Terkahir kali jatuh cinta, hidupmu seakan kacau berantakan,
kemudian cobaan lagi lagi datang.
Dan ia yang kamu kira pelipur lara yang akan ada, tidak pernah hadir sedetik saja.
Lalu kamu menyadari banyak hal,
sebelumnya kamu tak punya alasan untuk tidak melihat sosok sempurna,
seiring waktu berjalan menyadarkan mu hal-hal yang selama ini tak terlihat.
Sudah cukup.
Kamu telah baik baik saja.
Tersenyum menyapa pagi untuk menyambut mentari.
Berdandan rapi untuk dirimu sendiri.
Memasang aroma terapi di malam hari yang dingin.
Semua hal itu semanta-mata untuk mu.
Untuk kamu yang telah berjuang melewati banyak hal dalam hidup.
Pelipur lara mu ada adalah hijau yang menenangkan hati.
Lagu-lagu yang senantiasa menemani hari
Harapan yang kamu yakini tanpa pernah henti.
Dan aku yang tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri.
No comments:
Post a Comment