Monday, May 4, 2020

Sebuah risiko bertahan

Tidak sedang baik-baik saja. Tidak
.....
Sampai kapan kamu sadar, kalau terkadang kamu menyakiti perasaan.
Seperti sore itu, seperti biasa kamu akan bercerita soal apa saja.
Aku senang mendengarnya. 
Kalau boleh, aku ingin mendengar kamu seharian bercerita .
Tentu aku tak akan merasa bosan.
Lalu seketika, cerita darimu membuatku berhenti sejenak.
Raut muka ku mendadak berubah.
Jantungku berdetak tidak normal.
Tubuhku lemas seketika.
Lagi-lagi kamu membuatku hancur seketika.
Kamu hanya membuat sebuah pernyataan klarifikasi.
Seolah tak ada yang perlu dirahasiakan.
Sejujurnya aku tak butuh klarifikasi apapun antara kamu dan dirinya.
Kendatipun memang ada yang terjalin antara kalian, tidak ada yang salah.
Aku yang memilih bertahan disini.
Aku paham resiko yang kuhadapai.
Hanya saja aku tak bisa menghindari kalau rasa sakit ini kerap saja terjadi.
Tak  akan aku pungkiri. Ternyata rasa itu perih.

No comments:

Post a Comment

Counter