Thursday, June 23, 2016

Unfinished Story - Edisi Ulang Tahun

Its been a while when I'm almost not yet writing anymore... And I really miss it.
I found this stuff, a paragraph of story that I wrote before....


Story begin...

5 hari yang lalu adalah hari ulang tahun mu, aku bukan lupa dengan hari itu, tidak, tidak pernah lupa. Aku hanya diam dan sengaja tidak mengucapkannya lagi.

Bertahun tahun tepat tanggal itu , aku pasti akan bilang padamu "Selamat ulang tahun" kemudian seperti kebanyakan orang, aku memberikan doa-doa yang aku tahu terkadang berbeda dari yang lain, yaa jelas sudah pasti , hari kita memang tidak lagi sama, semenjak kamu resmi mengundurkan diri dari pertemanan kita.

Setiap tahun berulang dan tanpa pernah aku lupa atau terlewatkan satu saja hari itu, aku pasti mengucapakannya... Alasanku  sama , hari itu aku punya satu alasan untuk menghubungimu, hari itu aku punya alasan menyapamu, hari itu aku punya alasan untuk bicara padamu, tidak banyak memang yang bisa aku katakan, sekedar sapaan dan doa yang biasa orang lain ucapkan mungkin terdengar biasa, tapi bagiku bagimu, kita punya banyak cerita, kita punya kenangan absurd yang menarik untuk di perbincangkan dan rasanya pembicaraan apapun yang kita mulai akan memberikan tanda tanya, atau justru nostalgia kebersamaan kita dahulu.

Tapi tahun ini..
Aku berhenti mengucapkan itu, Selamat ulang Tahun. Aku sengaja, bukan aku lupa, aku tak pernah lupa, tidak. Aku ingat, aku tau. Hanya aku ingin berhenti untuk bilang kalo aku ingat, aku tidak ingin kamu tau lagi kalo aku masih ingat, kalo aku tak akan lupa. Kamu tau itu kan?

Dan hari ini ada pesan dari mu yang tiba-tiba datang.... entah bagaimana kamu bisa..

Frekuensi pembicaraan kita tidak sering, kamu akan menghubungi ku entah dalam rangka apa, yang jelas, kamu akan mulai curhat panjang lebar tentang hubungan percintaanmu yang selalu saja seru buatku, sejujurnya  perbincangan kita akan selalu seru apapun itu topik yang kita bawa. Ceritamu dimulai, dalam pembicaraan itu aku merasa lepas, aku merasa bebas tertawa sesuka yang aku mau, aku bisa melepaskan semua beban dengan tertawa bersamamu dan kamu.

Di sela-sela perbincangan kita, kamu pun membahas hari ulang tahun mu. " Kok kemarin gue ulang tahun lo ga ngucapin ? , gue kan nunggu-nunggu, biasanya setiap ulang tahun, pasti lo ngucapin" . Begitu kira-kira percakpan kita. Aku hanya tertawa mendengarnya yang selanjutanya aku jawab dengan tidak jelas apa yang aku katakan, karena aku sendiri tidak tau harus bilang apa. Aku berteriak dalam hati ,"HAIIII AKU INGATTTT" aku tidak lupa, tidak sekalipun. Aku senang aku senang aku sekali lagi senang, kamu menunguuku, kamu menuggu aku memberikan selamat padamu. Aku bahagia mendengarnya .

Dan kemudian kita berdua tau kalo persahabatan yang ada akan selalu ada. Dimanapun kita berada.



No comments:

Post a Comment

Counter