I found this stuff, a paragraph of story that I wrote before....
Story begin...
Bertahun tahun tepat tanggal itu , aku pasti akan
bilang padamu "Selamat ulang tahun" kemudian seperti kebanyakan
orang, aku memberikan doa-doa yang aku tahu terkadang berbeda dari yang lain,
yaa jelas sudah pasti , hari kita memang tidak lagi sama, semenjak kamu resmi
mengundurkan diri dari pertemanan kita.
Setiap tahun berulang dan tanpa pernah aku lupa atau
terlewatkan satu saja hari itu, aku pasti mengucapakannya... Alasanku sama , hari itu aku punya satu alasan untuk
menghubungimu, hari itu aku punya alasan menyapamu, hari itu aku punya alasan
untuk bicara padamu, tidak banyak memang yang bisa aku katakan, sekedar sapaan
dan doa yang biasa orang lain ucapkan mungkin terdengar biasa, tapi bagiku
bagimu, kita punya banyak cerita, kita punya kenangan absurd yang menarik untuk
di perbincangkan dan rasanya pembicaraan apapun yang kita mulai akan memberikan
tanda tanya, atau justru nostalgia kebersamaan kita dahulu.
Tapi tahun ini..
Aku berhenti mengucapkan itu, Selamat ulang Tahun. Aku
sengaja, bukan aku lupa, aku tak pernah lupa, tidak. Aku ingat, aku tau. Hanya
aku ingin berhenti untuk bilang kalo aku ingat, aku tidak ingin kamu tau lagi
kalo aku masih ingat, kalo aku tak akan lupa. Kamu tau itu kan?
Dan hari ini ada pesan dari mu yang tiba-tiba datang.... entah bagaimana kamu
bisa..
Frekuensi pembicaraan kita tidak sering, kamu akan
menghubungi ku entah dalam rangka apa, yang jelas, kamu akan mulai curhat
panjang lebar tentang hubungan percintaanmu yang selalu saja seru buatku,
sejujurnya perbincangan kita akan selalu
seru apapun itu topik yang kita bawa. Ceritamu dimulai, dalam pembicaraan itu
aku merasa lepas, aku merasa bebas tertawa sesuka yang aku mau, aku bisa
melepaskan semua beban dengan tertawa bersamamu dan kamu.
Di sela-sela perbincangan kita, kamu pun membahas hari ulang
tahun mu. " Kok kemarin gue ulang tahun lo ga ngucapin ? , gue kan nunggu-nunggu,
biasanya setiap ulang tahun, pasti lo ngucapin" . Begitu kira-kira
percakpan kita. Aku hanya tertawa mendengarnya yang selanjutanya aku jawab
dengan tidak jelas apa yang aku katakan, karena aku sendiri tidak tau harus
bilang apa. Aku berteriak dalam hati ,"HAIIII AKU INGATTTT" aku tidak
lupa, tidak sekalipun. Aku senang aku senang aku sekali lagi senang, kamu
menunguuku, kamu menuggu aku memberikan selamat padamu. Aku bahagia mendengarnya
.
Dan kemudian kita berdua tau kalo persahabatan yang ada akan selalu ada. Dimanapun kita berada.
No comments:
Post a Comment