....
Bersamamu jadi bagian yang paling kutunggu saat ini. Walau aku tahu, kapanpun aku bisa jatuh dan terluka karenamu. Sering aku bertanya, apa aku sudah siap jatuh lebih jauh, terluka lebih dalam dan menangis lebih kencang.
Atau memilih pergi menghilang tanpa alasan, aaahhh semoga saja tidak, kamu terlalu berharga untuk ditinggalkan, lebih baik aku yang memendam rasa, kalian layak berbahagia.
Kehilanganmu jadi hal yaang paling menakutkan untuk aku bayangkan. Semoga saja tidak.
Kenyataannya aku masih disini, bertahan.
Bertahan dalam perasaanku yang ternyata belum juga hilang.
Entahlah, seperti masih ada harap yang tersisa,
walau kadang aku berusaha sadar kalau aku mungkin bukan pilihan.
walau kadang aku berusaha sadar kalau aku mungkin bukan pilihan.
Kali ini kita punya waktu bersama lagi lebih lama.
Seperti yang kubilang sebelumnya, semesta punya cara membuat kita bersama entah bagaimana.
Seperti yang kubilang sebelumnya, semesta punya cara membuat kita bersama entah bagaimana.
Seperti biasa, kita memang nampak dekat, tapi aku bukan satu-satunya manusia yang dekat denganmu.
Kamu selalu punya cara membuat semua orang menyukaimu.
Tapi aku tak perlu itu. Aku bahkan sudah tau sejak pertemuan pertama kali kita bertemu.
Tapi aku tak perlu itu. Aku bahkan sudah tau sejak pertemuan pertama kali kita bertemu.
Kamu akan mulai bercerita tentang hal yang ingin kamu bagi, tentang apapun yang muncul dipikiranmu saat itu.
Sudah banyak hal yang aku tahu, namun tak menutup kemungkinan banyak hal juga yang belum aku tahu.
Aku senang saat kamu akan cerita hal apa saja tentangmu, bahkan aroma tubuhmu.
Rasanya aku seperti menjadi bagian dari kehidupanmu saat itu.
Sudah banyak hal yang aku tahu, namun tak menutup kemungkinan banyak hal juga yang belum aku tahu.
Aku senang saat kamu akan cerita hal apa saja tentangmu, bahkan aroma tubuhmu.
Rasanya aku seperti menjadi bagian dari kehidupanmu saat itu.
Sore itu hujan lebat, kamu tepat berada disamping ku, sibuk dengan urusanmu.
Aku yang lebih suka menyendiri ini memilih mendengarkan musik.
Lalu seketika kamu membagikan sebuah lagu.
Kalau boleh jujur, aku pernah ingin membagikan lagu itu untukmu agar kamu tahu sedikit perasaanku, tapi ku urungkan niatku karena aku terlalu takut.
Lalu sore itu lagu itu resmi kudengarkan lagi darimu.
Entah apa maksudnya aku tak ingin mengambil kesimpulan apapun, karena setelahnya kita hanya membahas soal musik yang sama-sama kita dengarkan.
Entah ada maksudnya atau tidak, hanya semesta yang tahu.
Aku yang lebih suka menyendiri ini memilih mendengarkan musik.
Lalu seketika kamu membagikan sebuah lagu.
Kalau boleh jujur, aku pernah ingin membagikan lagu itu untukmu agar kamu tahu sedikit perasaanku, tapi ku urungkan niatku karena aku terlalu takut.
Lalu sore itu lagu itu resmi kudengarkan lagi darimu.
Entah apa maksudnya aku tak ingin mengambil kesimpulan apapun, karena setelahnya kita hanya membahas soal musik yang sama-sama kita dengarkan.
Entah ada maksudnya atau tidak, hanya semesta yang tahu.
Sampai akhirnya berlanjut dengan kamu mendengarkan keluh kesahku soal hidup.
Bagiku saat itu dunia sudah cukup bagiku.
Hujan. Musik favorit . Kamu.
Ingin rasanya ku hentikan waktu.
Bagiku saat itu dunia sudah cukup bagiku.
Hujan. Musik favorit . Kamu.
Ingin rasanya ku hentikan waktu.
Lalu kamu bilang aku marah? Tidak, aku tak pernah marah.
Aku hanya kecewa, sedih dan terluka disaat yang sama kamu membuatku bahagia.
Terkadang kenyataan dan cerita mu terlalu menyakitkan perasaan untuk aku tahu.
Jadi saat aku memilih menepi, bukan berarti aku ingin pergi.
Aku hanya kecewa, sedih dan terluka disaat yang sama kamu membuatku bahagia.
Terkadang kenyataan dan cerita mu terlalu menyakitkan perasaan untuk aku tahu.
Jadi saat aku memilih menepi, bukan berarti aku ingin pergi.
Jika aku kesal dan emosi, bukan berarti aku tak ingin kamu ada.
Aku hanya terlalu kesal dengan perasaan ku yang kadang tak bisa diajak kompromi.
Aku hanya terlalu kesal dengan perasaan ku yang kadang tak bisa diajak kompromi.
Aku hanya butuh waktu menyadari, butuh ruang mengobati.
Saat itulah aku butuh ruang sendiri.
Tidak ada yang salah tentang ini, tentang perasaanku yang belum juga ingin pergi atau kamu yang tak henti-hentinya selalu mencari.
Kalian layak berbahagia lebih dari siapapun didunia.
No comments:
Post a Comment