Belum lewat tengah malam, tapi pikiran ku sudah kemana-mana.
Aku bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan kamu akan terus ada dalam pikiran?
Iyaa, itu masalahku sendiri dan aku menerimanya.
Ingin rasanya kembali berbincang, soal apa saja.
Sekedar memberitahu kita sedang apa.
Atau menuliskan pikiran dalam benak saat itu juga.
Tapi semua sudah tak bisa.
Kita saling berjarak agar tidak perlu ada yang terluka.
Lalu aku berandai, jika semua ini punya akhir yang berbeda.
Entahlah, dalam benak ini masih hanya ada satu nama yang terselip dalam doa.
Waktu terkadang membuatku bertanya-tanya.
Apa jadinya nanti kita?
Aku selalu butuh waktu lama untuk melupa.
Salahku yang terlalu jauh menjatuhkan perasaan.
Tapi aku tak punya pilihan lain.
Hatiku tidak memilih, ia tahu apa yang dia cari.
Hanya saja, kita belum menemukannya satu sama lain.
Mungkin tidak saat ini.
Aku tak percaya kebetulan,
Aku percaya semua hal kecil bahkan sudah dituliskan.
Seperti saat ini, saat aku kembali teringat lagi tentangmu.
Jangan tertawa jika aku bilang hampir setiap hari aku masih mengingatmu.
Berusaha melupa hanya terus membuatku ingat.
Berusaha menerima perasaan yang ada, tak semudah kata-kata.
Tapi aku bertahan.
Untuk terus melangkah kedepan.
Entah dengan cerita yang berbeda, atau apapun yang mungkin ada.
Hatiku masih sama.
Dan malam ini seperti biasa ada sedikit rindu untukmu
Yang mungkin tak akan pernah kamu tahu,
kalau pesan ini kusampaikan untukmu.
No comments:
Post a Comment