Aku masih bertanya pada diriku sendiri.
Bagaimana caranya merelakan perasaan.
Jutaan teori rasanya sudah banyak aku baca.
Nasihat-nasihat bijak, rasanya sudah hafal di luar kepala.
Tapi kita semua tau satu hal.
Kenyataan ini tak semudah kata-kata.
Aku ingin sekali berdamai dengan perasaanku.
Menerima perasaan yang masih saja membuatku gelisah setiap waktu.
Ribuan kali aku berdiskusi dengan diriku sendiri,
Mencoba memahami, menyadari dan menerima apa yang benar-benar terjadi.
Tapi rasanya hati punya cara untuk bekerja.
Sekalipun aku menyuruhnya berhenti untuk merasa.
Tetap saja ia punya caranya sendiri untuk bicara.
Aku masih berusaha untuk belajar menerima.
Mencoba untuk bisa merelakan apa-apa yang memang tak seharusnya di genggam.
Menulis adalah sebuah cara aku berkomunikasi dengan diriku sendiri.
Dengan ini aku berharap, setidaknya aku tahu aku sedang berusaha.
Semua butuh proses yang tidak selalu sederhana.
Dan izinkan aku untuk perlahan mencerna semua yang ada.
Kadang mereka bilang, jangan terlalu cinta.
Bagaimana kamu bisa mencegah sesuatu yang bahkan tak bisa kamu lihat?
No comments:
Post a Comment