Saturday, August 11, 2012

BUKAN DONGENG KLASIK


Dirinya adalah Tuan Putri bagi Pangerannya…..

Pertemuan mereka bukanlah seperti film Cinderella yang meninggalkan sepatu kaca sebagai bukti mereka dipertemukan dan bersama selamanya bahagiaaa. Bukan!! Bukan !! ini bukan cerita dongeng klasik yang selalu diceritakan oleh para orang tua kepada anaknya, atau guru-guru mereka kepada muridnya atau para sahabat kepada teman kecilnya. Tapi tetap saja ini cerita mereka, Tuan Putri dan Pangeran yang diharapkan selalu Happy Ending.. yaaa itu yang mereka harapkan sepertinya.

Mereka diharuskan bertemu karena memang itu sudah ditakdirkan, lalu pertanyaan selanjutnya apa mereka juga ditakdirkan untuk bersama? Itu pertanyaan baru yang masih dipertanyakan sampai sekarang.
Mereka tidak tinggal di kerajaan dengan penuh pelayan yang siap melayani mereka layaknya Tuan Putri dan Pangeran kerajaan. Tidak, itu hanya di dongeng, mereka tinggal di dunia biasa yang kita lihat setiap harinya. Penuh dengan kesibukan dan kebutuhan dan masih banyak lagii.

Tapi sebentar…..
Mereka baru saja dipertemukan, kalaupun bersama belum  dalam kebersamaan yang bahagia selamanya, seperti akhir dari setiap dongeng yang pernah ada, ternyata untuk bersama tidak semudah yang dipikirkan.
Pertemuan pertama mereka adalah hal biasa, mereka tidak lantas bertemu hanya berdua, namun beramai-ramai, jadi kalau dibilang biasa saja sepertinya cukup pantas. Jangan kira dipertemuan pertama keduanya langsung mendadak jatuh hati dan langsung memutuskan untuk bersama menjadi pasangan kerajaan seperti dongeng. Lagi-lagi itu hanya terjadi di dalam dongeng klasik. Tidak, tidak semudah itu, bahkan sang Tuan Putri beranggapan dia bukanlah Pangeran impiannya, tapi ada seseuatu disana yang mereka tidak tahu, ada sesuatu yang menarik mereka bersama dalam sebuah lingkaran pertemanan luar biasa hebat yang membuat keduanya nyaman bersama. Disanalah keduanya mulai berfikir soal mereka.
Entah sejak kapan, tapi sebuah perjalanan akan mereka lalui bersama yang akan meninggalkan kesan mendalam untuk keduannya, kisah yang tidak akan terlupa, cerita yang entah apa bisa kembali terulang lagi, kenangan yang akan selamanya ada dalam benak. Dalam perjalanan mereka nanti hanya alam yang menjadi saksi kebersamaan mereka yang takkan terlupa. Batu yang mereka duduki bersama, angin yang menemani mereka saat bicara, dingin yang menyapu saat mereka terdiam, tebing yang jelas dihadapan mereka, daun yang melambai seakan ingin menyapa keduanya, dan kedua memori mereka yang merekam semuanya.  Saat itu mereka seakan tidak butuh apa-apa lagi kecuali bersama, mungkin rasanya ingin hentikan waktu agar mereka tetap disitu….

Perjalanan, kenangan, kita…
Mana mungkin Pangeran membiarkan Tuan Putri sendiri, sedikitpun ia tak ingin Tuan Putri terluka, mana mungkin pula ia akan mengijinkan Tuan Putri melompati pagar untuk menemukan jalan pulang, yang ia tahu ia akan menjaganya selama ia bisa dalam perjalanan ini.
Mereka berdua berjalan bersama, saling menggenggam erat seakan tak ingin terpisah, tapi dengan begitu keduanya merasa nyaman. Yang mereka tahu perjalanan ini ada ujungnya, dan disanalah apa yang mereka nanti itu ada, disanalah tempat yang akan merubah semuanya.

Bukan sebuah perjalanan kalau bukan tanpa lelah, bukan juga sebuah penantian jika tanpa hasil, bukan juga sebuah akhir kalau itu tidak bahagia. Tapi ini adalah sebuah perjalanan, penantian dan akhir. 

Tiba mereka disana, sebuah tempat yang mengubah semua, perasaan mereka, pandangan satu sama lain dan semuanya indah.
Mereka berdua duduk ditepi tebing dengan hamparan langit luas dan pepohonan hijau ridang tepat dihadapan mereka. Keduanya cukup diam menikmati itu semua adalah sebuah bahagia, kemudian Pangeran hanya akan berdecak kagum mendengarkan Tuan Putri yang berbicara panjang lebar soal kehidupan, soal mimpi-mimpinya yang begitu besar, yang entah mengapa dengan mudah terucap begitu saja, belum pernah ia bicara soal mimpi-mimpinya itu tapi saat ini perasaan bagitu luar biasa nyaman ada disamping sang Pangeran yang membuatnya merasa ini adalah sebuah tujuan.
Dan saat itulah Pangeran mulai berfikir bahwa selama ini orang yang ada disampingnya, yang selalu bersama dengannya adalah dia yang paling didamba. Tuan Putri yang kelak akan mendampingi dirinya memimpin kerajaannya kelak. Itulah keyakinan pasti saang Pangeran yang tidak akan berubah sampai kapanpun.

To be continued…

No comments:

Post a Comment

Counter