Thursday, August 2, 2012

Kejamnya Dunia bagi Kuskus

Dalam perjalanan saya melihat, yaaa, mamalia lucu yang lambat tapi buat saya sangat lucu. Tapi kenapa saat melewatinya air mata ini menetes, tiba-tiba.....


Harusnya mereka tidak disana, harusnya mereka hidup bebas di hutan , walau dengan pergerakan lambat dan cengkraman yang kuat, yaaa itu hidup mereka disana, bukan dalam tekanan peradaban manusia, debu jalanan, mereka itu nocturnal, tapi dipaksa menerima sorot terik matahari yang menyengat. Itu penyiksaan. Lihat saja bola matanya yang seperti kelereng menatap, tapi tatapnya kosong, hampa. Sepertinya itu mengisyaratkan apa yang mereka rasa. Dunia ini kejam bagi mereka.

No comments:

Post a Comment

Counter