Saturday, August 8, 2020

Tidak baik-baik saja

Entah kegilaan macam apa yang merasuki ku malam itu.
Mungkin aku terlalu lelah dengan semua ini.
Detik itu kuputuskan untuk mengatakan semua.
Semua yang telah lama kupendam sekian tahun lamanya.
Yang ku sembunyikan dibalik senyum tawa bahagia.
Ternyata aku pandai sekali berpura-pura.
Bahkan kamu tak pernah sadar.
Dibalik semua tawa yang aku tunjukkan,
ada hati yang diam-diam terluka dalam.
Sedari awal aku sudah tahu kalau aku bukan pilihan. 
Kehadiranku hanya pelengkap, untuk hidupmu yang punya beragam cerita.

Aku sudah mengambil keputusan, 
untuk jujur dan berterus terang.
Entah ini benar atau salah. 
Hatiku hanya tak ingin lagi terluka.
Rasanya terlalu melelahkan, hingga lambungku meronta-ronta kesakitan.

Sehari berselang, mendadak hatiku sendu.
Rindu menyapa dirimu seperti dahulu.
Ada sedikit harapan kecil dihatiku.
Apa mungkin kamu akan mencariku?
Harap yang hanya sekedar harap.
Aku tahu kamu pasti lebih memilih memberiku ruang .
Membiarkanku sendiri mungkin jadi pilihan yang tepat.

Aku mungkin hanya butuh waktu untuk terbiasa.
Butuh ruang untuk sedikit bisa bernapas.
Butuh jeda untuk bisa merasa.
Mengakui kalau keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Tidak perlu merasa selalu kuat.
Hidup kan tak hanya soal dirimu saja.
Aku terima sakit ini  sebagai bagian dari pelajaran kehidupan.


No comments:

Post a Comment

Counter