Monday, June 15, 2020

Tatap Muka.

Setiap hari kita saling menyapa lewat udara.
Aku lupa kapan terakhir kita bertatap muka, rasanya sudah lama.
Tapi entah mengapa aku merasa kian dekat.
Dan kemarin, setelah sekian lama, kita mencoba hadir.
Jiwa dan raga.

Perasaan itu kembali muncul, ragu yang kian lama terlihat semu.
Hati yang entah kapan akan luruh.
Perasaan yang mencoba untuk pasrah.
Aku sadar semua ini tidak akan mudah.
Menjadi seseorang yang harus terus berpura-pura mati rasa.
Aku yang terlalu pintar menyembunyikannya.
Atau kamu yang terlalu biasa dengan begitu banyak perasaan untuk diabaikan.
Kamu tidak salah.
Aku yang harusnya pergi selagi bisa.
Sekarang rasanya terlambat sudah.
Pergi sekarang, berarti rahasia ini harus terucap.
Hilang tanpa alasan, jelas bukan cara kita bersikap dewasa.
Aku merasa perlu menyiapkan diri untuk terluka.
Lagi-lagi hanyaa itu yang aku bisa
Sejujurnya ingin pergi tapi entah mengapa, hati ini punya cara untuk kembali.



No comments:

Post a Comment

Counter