Tuesday, January 16, 2018

Belajar Mendengar

Pernahkah kamu merasa hidupmu terlalu sulit untuk dilewati?
Atau kamu merasa insecure dengan hidupmu sendiri yang kamu tidak akan tau akan seperti apa nantinya. Yes, I feel the same.  But life is a mystery,  isn’ it ?

Hari ini aku bertemu dan berbincang dengan  beberapa orang yang masing-masing memiliki permasalahanya sendiri, satu persatu mereka mulai bercerita, meraka akan mulai dengan bercerita apa saja yang sedang ada dibenak mereka, masalah hidup yang seakan tak pernah usai, mereka akan mulai mengeluh tentang hidupnya sendiri, bercerita tentang penyesalan-penyesalan yang terjadi, berbicara jika saja mereka tidak melakukan hal ini, itu, atau lainya.  Aku? Saat itu aku hanya  jadi pendengar yang tidak akan bertindak sebagai penasihat atau bahkan memberikan solusi.
Aku akan mendengarkan semua cerita mereka yang sepertinya terlihat sangat pelik. Bukan berarti aku tidak punya masalah hidup yang  aku hadapi, tapi aku hanya memilih untuk menjadi pendengar kali ini.

Aku belajar mendengar. Aku belajar memahami kalau hidup punya ceritanya masing-masing . Aku belajar melihat kehidupan dari sisi yang lain. Ketika aku sendiri melihat kalau kehidupan tak selalu sperti yang aku inginkan, ketika aku akan merasa marah dengan hidup ini. Mendengar menjadi hal yang cukup membuatku berfikir kehidupan akan menemukan jalannya sendiri untuk aku kamu dan kita .

Aku mulai mencoba mendengar sekitar, melihat bagaimana kehidupan membuat kita merasa lebih baik. Belakangan aku mulai memilih hal-hal yang perlu aku dengar atau tidak, perlu aku lihat atau  tidak,karena kita punya hak memilih apa yang ingin kita dengar. Begitupun dengan komentar-komentar orang lain yang terkadang entah bagaimana bisa terucap tanpa terfikir . Beberapa kali aku mendapat penilaian yang tidak menyenangkan dari orang lain, menyakitkan . Dalam hati aku begitu sangat marah, tapi aku tidak menunjukannya, bukan berarti aku merasa kalah, atau menerima. Tapi aku memilih untuk mendengar, mengingatnya dan menaruhnya dalam sebuah doa dan harapan.




No comments:

Post a Comment

Counter