Pernahkah kamu merasa
hidupmu terlalu sulit untuk dilewati?
Atau kamu merasa
insecure dengan hidupmu sendiri yang kamu tidak akan tau akan seperti apa nantinya.
Yes, I feel the same. But life is a mystery, isn’ it ?
Hari ini aku bertemu dan berbincang dengan beberapa orang yang masing-masing memiliki
permasalahanya sendiri, satu persatu mereka mulai bercerita, meraka akan mulai
dengan bercerita apa saja yang sedang ada dibenak mereka, masalah hidup yang
seakan tak pernah usai, mereka akan mulai mengeluh tentang hidupnya sendiri, bercerita tentang
penyesalan-penyesalan yang terjadi, berbicara jika saja mereka tidak melakukan
hal ini, itu, atau lainya. Aku? Saat itu aku hanya jadi pendengar yang tidak akan bertindak
sebagai penasihat atau bahkan memberikan solusi.
Aku
akan mendengarkan semua cerita mereka yang sepertinya terlihat sangat pelik.
Bukan berarti aku tidak punya masalah hidup yang aku hadapi, tapi aku hanya memilih untuk
menjadi pendengar kali ini.
Aku
belajar mendengar. Aku belajar memahami kalau hidup punya ceritanya
masing-masing . Aku belajar melihat kehidupan dari sisi yang lain. Ketika aku
sendiri melihat kalau kehidupan tak selalu sperti yang aku inginkan, ketika aku
akan merasa marah dengan hidup ini. Mendengar menjadi hal yang cukup membuatku
berfikir kehidupan akan menemukan jalannya sendiri untuk aku kamu dan kita .
Aku mulai
mencoba mendengar sekitar, melihat bagaimana kehidupan membuat kita merasa lebih
baik. Belakangan aku mulai memilih hal-hal yang perlu aku dengar atau tidak,
perlu aku lihat atau tidak,karena kita
punya hak memilih apa yang ingin kita dengar. Begitupun dengan komentar-komentar
orang lain yang terkadang entah bagaimana bisa terucap tanpa terfikir .
Beberapa kali aku mendapat penilaian yang tidak menyenangkan dari orang lain,
menyakitkan . Dalam hati aku begitu sangat marah, tapi aku tidak menunjukannya,
bukan berarti aku merasa kalah, atau menerima. Tapi aku memilih untuk
mendengar, mengingatnya dan menaruhnya dalam sebuah doa dan harapan.
No comments:
Post a Comment