Kamu akan kembali, kisah hidupmu tidak dimulai disini.
kamu tak pernah menyangka pertemuan yang cukup singkat ini bisa membuatmu begitu kehilangan. Dia, adalah alasanmu bertahan disana, menetap tanpa perlu menatapnya, kamu hanya perlu tau dia ada, itu cukup.
Hari itu kamu dilanda kelelahan luar biasa, tidak ada yang bisa menggambarkan betapa lelahnya kamu, disaat mereka semua pergi meninggalkanmu sendiri dalam kemelut yang seakan tak terselesaikan, dia seolah menjadi penawar satu-satunya harimu. Dia bertahan untukmu saat yang lain tidak.
Sejak hari itu jatuh cintamu menjadi berlipat ganda, kalau sebelumnya hanya jatuh pada pandangan pertama, sekarang kamu ingin menjatuhkan hatimu sendiri padanya. Bagaimana tidak, dia satu-satunya manusia pertama yang menawarkan bantuan saat kamu lelah berputar dalam pusaran waktu yang ingin kamu tembus tanpa kamu peduli apa yang akan menabrakmu jatuh. Dia hadir disaat yang paling tepat untukmu.
Senyumnya tak akan pernah kamu lupa, dia seolah jadi bagian waktu yang ingin kamu tunggu setiap harinya. Dia adalah alasan kamu datang dan alasan kamu untuk tidak pergi.
Entah bagaimana kamu tiba-tiba lupa kalau kamu baru tidur 4 jam malam itu, lalu esok kamu bangun dengan penuh ceria tanpa ada perasaan lelah untuk hadir menemuinya disana. Aku bertanya pada diri, bagaimana mungkin kamu bisa mengabaikan satu hari kelelahan dan hanya 4 jam tidur, lalu kamu bangun dengan perasaan bahagia menuju kembali ke arahnya, tanpa sedikitpun kamu berkeluh kesah.
Dan aku tau jawabnya hanya satu. Dia.
esok
mungkin ia sudah pergi, tak ada lagi pagi yang kamu tunggu, siang, senja
hingga malam tiba kamu melihatnya pulang.
Lalu hari ini tiba....
Kamu bahkan tidak sempat mengucap kata perpisahan manis yang selayaknya, kamu hanya bisa titipkan pesan pada sebuah kertas yang menandakan kalau kamu telah siap berpisah.
Kamu tau dia tidak disini selamanya.
Selamanya menjadi sebuah harapmu yang mungkin akan kamu terus harapkan. Kamu selalu bilang kalau apa yang diharapkan dan terus-menerus diucap dalam doa akan berubah menjadi mantra yang mungkin menjadi nyata dan akan tercipta dengan membiarkan Semesta & Tuhan bekerja. Itu yakinmu.
Tapi berharap dia menjadi bagian hidupmu selamanya, apakah berlebihan? kamu bertanya pada dirimu sendiri.
Rasanya berat sekali bagimu, saat kamu tau, dia tidak lagi ada dihadapmu. Kini harimu berubah sendu, setiap detik langkahmu mengayuh bayangannya muncul dibenakmu, kamu terus kembali melihat tempatnya biasa bersandar, berharap dia ada, namun dia tidak disana. Kamu rindu bayangannya yang biasa kamu perhatikan . Kamu rindu dia yang diam tak beranjak namun ada.
Jarakmu kini butuh jutaan udara untuk membawamu padanya, berharap bisa bertukar udara yang sama akan menjadi harapanmu setiap saat.
Karena sebagian orang hadir sebentar namun meninggalkan perasaan mendalam, saat yang lain terlalu lama bertahan hingga hampa yang tersisa, bukan lagi rasa.
and I never thought person who comes to you for a while, can be so tough when his left.
Kembalilah kamu dia yang aku tunggu atau bawalah aku ke tempatmu agarku berlabuh.
No comments:
Post a Comment