Sunday, March 18, 2018

My Peppermint Tea


Kemarin sepertinya adalah hari yang sudah lama kalian tunggu untuk sebuah legalitas perkenalan, sampai pada statement kalau kalian itu saling kenal.
Hari yang sepertinya sudah disusun banyak pihak agar kalian bisa bersama pada hari itu. Baik kamu ataupun dia, aku bertaruh kalian punya rasa penasaran satu sama lain, walau kadarnya mungkin berbeda, setidaknya kalaupun bukan suka, pasti ada perasaan ingin mengenal hanya saja saling malu untuk mengungkap kata sapa atau sekedar bertatap mata.
Sampai hari itu tiba, saat alasan formalitas legal yang sudah dirancang sempurna oleh mereka semua atau juga oleh dia untuk kalian, untuk kamu bersama. Dan hari itu Kamu cukup bahagia.
Semua awal terasa canggung untuk kalian, ini bukan pertama kalinya kalian bertemu, hanya saja duduk bersama di waktu yang cukup lama sedikit membuat kalian merasa cukup bingung dengan perasaan masing-masing.
Hari itu kamu putuskan Kamu tidak perlu menjadi bukan kamu dihadapnya, justru hari ini kamu hanya ingin menjadi kamu, agar dia cukup tau iyaa ini kamu. Kamu tertawa layaknya kamu yang biasa, iya memang tidak segila saat kamu sudah benar-benar akrab. Namun kamu tidak berupaya menjadi siapapun.
Semua terasa indah buatmu. Kamu pernah, hanya bisa memandangi dirinya dari balik pantulan kaca, karena memandanginya langsung akan terasa tidak masuk akal.
Dan hari ini, bukan hanya bisa memandanginya, kamu bahkan bisa berbagi makan malam bersama berdua, seakan kalian resmi berpasangan.
Bahkan ia tidak ragu untuk menghabiskan setengah makananmu seakan kalian sudah begitu dekat dan kamu bisa membuatnya me-minum teh peppermint yang membuatmu jatuh cinta dengan rasanya untuk pertama kali.
Mungkin kamu terlalu jatuh cinta dengan suasanan ini, hingga kamu merasa kamu seperti jatuh hati dengan peppermint tea.
Your dinner was perfect. You even not stop laughing with him a lot. You two decided to shared meal together and choose your favorite both. You just a perfect couple at that moment. You thought his kind of quite person but its not. His fun too :)
Kamu jelas tau apa yang kamu rasa, namun sayangnya kamu tidak tau bagaimana dengan dia.
Ingin rasanya kamu bilang namun tak mungkin lagi kamu akan mengulang kesalahan yang sama untuk ungkapkan rasa. Tidak. 
Berharap akan menjadikanmu luka jika nyatanya rasa yang ada tidak lagi sama. Tapi kamu bahkan tidak tau bagaimana dia ?
Satu-satunya cara yang kamu tau ialah doa, memintanya punya perasaan yang sama terdengar cukup egois, mungkin kamu harus memilih untuk berdoa agar semua rasa ini nyata dan bukan hanya sesaat, karena buatmu sekarang bukan lagi soal perasaan suka, bukan lagi waktunya buatmu.
Now, he was become your peppermint tea after that day.
And you know how's your feeling to your peppermint tea. An addicted feeling every-time . I'm hope you were happy with him.
I thought its kind of crazy things, you meet him since was first day and you already have some feeling inside, then now your feeling going deeper inside till you get closed with him.
Let us see how it's works, let the universe  guide us, cause you won't  never know which best part of your life has to become.










No comments:

Post a Comment

Counter