Seketika aku merasa
semesta punya rencana soal aku dan kamu,
begitu harap nya
malam itu.
….
Belum lama setelah
aku tau kamu sangat mengagumi sebuah karya sastra yang banyak digilai oleh
pecinta buku .
Seorang penulis
Roman yang cukup dikenal banyak orang hampir diseluruh dunia.
Tulisannya telah di
terbitkan di berbagai belahan dunia dan telah diterjemahkan dalam berbagai
bahasa.
Aku sangat penasaran
pastinya.
Setelahnya aku coba
mencari tahu, membaca berbagai sumber dan berusaha mendapatkan buku yang sempat
kamu bicarakan itu.
Aku merasa putus asa
saat beberapa informasi yang ada menyatakan kalau buku itu cukup langka
dipasaran, kalaupun ada harga nya cukup fantastis untuk bisa dimiiliki.
Aku tertegun sesaat.
Antara merasa kesal,
jika aku tak bisa tau tentang apa buku yang kamu bicarakan itu dan merasa malu
karena baru mengetahuinya sekarang soal buku itu.
Sampai pada sebuat
moment langka yeng mengharuskan aku pulang kembali ke rumah.
Semesta juga yang
menuntunku untuk tidak sengaja membuka tirai lemari kamar.
Dan betapa kegetnya
aku menemukan buku itu disana. Rapih tersimpan . Bagaimana bisa?
Tanyaku dalam benak.
Saat itu aku merasa
jika semesta sedang merangkul aku dan kamu pada ketertarikan yang sama.
Mungkin kah?
Seperti beberapa
kalimat puisi yang sempat kamu utarakan soal hujan.
Rasanya aku ingin
katakan jika aku tahu semua puisi yang kamu bicarakan.
Aku rasanya ingin
bilang padamu banyak hal tentang ketertarikan kita yang sama tentang sastra.
Betapa indahnya
dunia jika kita ditakdirkan bersama…
atau aku bisa
membuat sebuah Roman sastra yang bukan bercerita tentang mereka , tapi kita.
No comments:
Post a Comment