Wednesday, June 27, 2018

Untuk Sebuah Roman


Seketika aku merasa semesta punya rencana soal aku dan kamu,
begitu harap nya malam itu.
….


Belum lama setelah aku tau kamu sangat mengagumi sebuah karya sastra yang banyak digilai oleh pecinta buku  .
Seorang penulis Roman yang cukup dikenal banyak orang hampir diseluruh dunia.
Tulisannya telah di terbitkan di berbagai belahan dunia dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Aku sangat penasaran pastinya.
Setelahnya aku coba mencari tahu, membaca berbagai sumber dan berusaha mendapatkan buku yang sempat kamu bicarakan itu.
Aku merasa putus asa saat beberapa informasi yang ada menyatakan kalau buku itu cukup langka dipasaran, kalaupun ada harga nya cukup fantastis untuk bisa dimiiliki.

Aku tertegun sesaat.
Antara merasa kesal, jika aku tak bisa tau tentang apa buku yang kamu bicarakan itu dan merasa malu karena baru mengetahuinya sekarang soal buku itu.

Sampai pada sebuat moment langka yeng mengharuskan aku pulang kembali ke rumah.
Semesta juga yang menuntunku untuk tidak sengaja membuka tirai lemari kamar.
Dan betapa kegetnya aku menemukan buku itu disana. Rapih tersimpan . Bagaimana bisa?
Tanyaku dalam benak.

Saat itu aku merasa jika semesta sedang merangkul aku dan kamu pada ketertarikan yang sama.
Mungkin kah?


Seperti beberapa kalimat puisi yang sempat kamu utarakan soal hujan.
Rasanya aku ingin katakan jika aku tahu semua puisi yang kamu bicarakan.

Aku rasanya ingin bilang padamu banyak hal tentang ketertarikan kita yang sama tentang sastra.
Betapa indahnya dunia jika kita ditakdirkan bersama…
atau aku bisa membuat sebuah Roman sastra yang bukan bercerita tentang mereka , tapi kita.





No comments:

Post a Comment

Counter