Monday, September 10, 2012

Pagi, Siang, Senja, Kita..

"iyaaa.. iyaaa.. iyaaaa.. tenang aja :) "

Jawaban itu terdengar cukup diplomatis untuk semua statement yang..... jujur saja kadang aku tidak mengerti banyak. Antara otak ini yang berfkir cukup lamban untuk mencerna semua maksud kamu yang aku rasa cukup "engga jelas" atau memang kamu yang engga bisa menyampaikan maksud dengan baik, atau mungkin saja aku yang tidak mengerti semua ini.
Untuk apa mencari masalah sekarang dan menimbang-nimbang waktu yang mungkin saja terjadi, atau perasaan yang mungkin berubah, nantinya waktu juga yang akan pisahkan atau mungkin mempertemukan kita. Bukan waktunya mencari masalah sekarang, aku akan lebih memilih diam, tersakiti kalo kamu tega, pergi kalau seandainya bisa. Tapi keadaan yang menghasruskan aku untuk mengahadapi kamu setiap harinya. 


Kamu tau ini bukan perkara mudah untukku......



Pagi kita apa masih ada?
Hari kita apa masih akan bersama?
Lalu senjaaaa, ia mungkin akan bertanya.. Kapann?

Kemarin, hari ini, esok dan lusa, mungkin saja kamu ada.
Tapi lusa mungkin lagi tak sama.
Kita pernah ada dalam pagi yang sama, siang ceria dan senja bahagia.
Lalu seketika esok hilang. Itu pernah.

Dan semua akan berpura-pura biasa hanya untuk membuat semua nyaman.
Tangis yang diselangi senyum bahaagia itu cuma kamuflase semata.
Karena kamu tidak perlu tau apa-apa.
Tuhan melihat, jiwa-jiwa indah disana untuk sebuah warna.
Sayang melewatkan tawa dan canda mereka dengan tangis.

Dan semua akan kembali, bahagia pada satu masa
Aku, kamu kita, mereka, tanpa perlu ragu kini melangkah
Tujuan itu ada, hanya waktu yang akan berikan jawaban.


Ternyata yang dikhawatirkan terambil kini kembali, memang bisa apa merebutnya kalau Tuhan bilang itu milikku :)

No comments:

Post a Comment

Counter