MANIS. Terfikir sejenak saat merasa setiap kalimat yang kamu tuliskan. Tapi selanjutnya pertanyaan itu akan kembali muncul, entahlah, mungkin seperti terjebak dalam lingkaran yang cukup indah untuk dilepas. Terlalu sayang untuk pergi jauh, sebelum waktunya nanti kita benar-benar harus terpisahkan. Tidak ada jaminan apa-apa yang menjadikan alasan aku untuk tetap tinggal atau kamu yang akan menetapkan hati untuk sebuah pilihan. Bicarapun kita semaunya, semua makna tersirat. Aku akan menyiratkan banyak hal dalam setiap canda itu, lalu kamu mungkin akan mengabaikan banyak hal yang terkadang aku anggap penting, kemudian kita akan saling berasumsi masing-masing yang bahkan kadang terasa salah ataukah benar?
Aku tidak menetap dan tinggal tanpa sebuah alasan yang cukup berarti dalam hidup. Kamu tidak memutuskan untuk memilih apa yang kamu pikir hanya emosi. Dan kita tidak pernah tau apa yang kita jalani tanpa saling mengerti.
Aku mungkin akan bertahan karena percaya untuk hal yang tidak bisa dijelaskan. Kamu mungkin saja pergi lagi tanpa pernah tau seberapa besar harapan itu. Dan kita mungkin hanya akan begini.
Aku mungkin saja bersabar menerima perih yang ada selama menunggu. Kamu mungkin juga terlalu asiik percaya diri untuk mendapatkan lebih.
Atau kita saling meyakini tanpa pernah bicara pasti soal apa yang mungkin saja terjadi. Hatiku tau seperti hatimupun juga tau, hati tidak bisa melihat siapa yang ia pilih, ia hanya merasa apa yang ia rasa kemudian tanpa alasan apapun...........
Kita hanya perlu percaya...
No comments:
Post a Comment